Rabu, 20 September 2017 | 00.11 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Atasi Banjir, Perda Bencana Harus Atur Soal Bangunan Pinggir Sungai

Atasi Banjir, Perda Bencana Harus Atur Soal Bangunan Pinggir Sungai

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 29 Agustus 2017 - 14:26 WIB

IMG-6462

Rapat Pansus Ranperda Penanggulangan Bencana Kota Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Banjir merupakan PR besar kota Medan yang harus segera diselesaikan. Celakanya, bagaimanapun perbaikan drainase dilakukan, banjir tetap menjadi momok saat hujan tiba.

Persoalan lain terkait bencana banjir yang “rajin” mengunjungi Medan adalah mendangkal dan menyempitnya aliran sungai.

Bangunan pinggir sungai seharusnya bertanggungjawab atas banjir yang menerpa Medan.

Demikian dikatakan aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Roy Lumban Gaol dalam rapat bersama Pansus Ranperda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kota Medan, Selasa (29/8/2017).

Roy menyarankan Ranperda tersebut harus bisa mengatur bangunan-bangunan liar yang berada di jalur hijau.

“Miris, kita melihat bukan hanya bangunan kecil, bahkan gedung-gedung megah berdiri di pinggir sungai dan bahkan meluruskan aliran sungai. Selain itu banyak bangunan baru melanggar jalur hijau seperti dibiarkan,” kata pria alumni USU tersebut.

Selain itu, Roy juga meminta Perda ini nantinya memuat penekanan perluasan mitigasi. Sedangkan dana mitigasi dapat ditampung di APBD Pemko Medan.

Selain itu Roy juga mengusulkan BPBD diberi wewenang sebagai penyidik dan memproses apa penyebab terjadinya bencana perlu dituangkan dalam Perda. Penegakan hukum serta pencegahan bencana harus tercermin dalam Perda.

Ketua Pansus Hendra DS nantinya BPBD akan menjadi panglima dan pusat kordinasi bila terjadi bencana. Begitu juga sanksi sebelum dan setelah bencana akan diatur dalam Perda.

Sebagaimana diketahui Draf Ranperda Penyelengara penanggulangan bencana kota Medan yang diajukan Pemko ke DPRD Medan sebanyak XVI BAB dan 78 Pasal. Seperti dalam BAB V dan BAB VI diatur tentang hak dan kewajiban masyarakat serta lembaga masyarakat. Sedangkan BAB VII mengatur terkait jenis bencana serta BAB XIV mengatur soal ketentuan Pidana.

Sementara itu jenis bencana dimaksud adalah bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Sedangkan yang dimaksud bencana alam yakni gempa bumi,  tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, badai dan abrasi.

Bencana non alam yakni gagal teknologi, gagal modernisasi, elidemi, wabah penyakit, HIV/AIDS, kecelakaan laut dan kebakaran. Begitu juga dengan bencan sosial yakni berupa konflik sosial antar kelompok/komunitas masyarakat.

Turut hadir dalam rapat tersebut
anggota pansus Daniel Pinem, Beston Sinaga, Sahat Simbolon, Ahmad Arif dan T Eswin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arjuna Sembirinf, PMI, Basarnas, Kogana, MKSP dan elemen lainnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Diguyur hujan, peserta jalan sehat Haornas Labura tetap antusias
Sumatera Utara - Selasa, 19 September 2017 - 19:00 WIB

Diguyur hujan, peserta jalan sehat Haornas Labura tetap antusias

Antusias peserta dalam mengikuti gerak jalan santai memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) tak bisa terbendung walaupun hujan mengguyur deras mereka ...
Tengku Erry dicoret, PAN usulkan Eddy dan JR Saragih sebagai balongub Sumut
Sumatera Utara - Selasa, 19 September 2017 - 18:41 WIB

Tengku Erry dicoret, PAN usulkan Eddy dan JR Saragih sebagai balongub Sumut

Nama Tengku Erry Nuradi dicoret sebagai bakal calon gubernur pada Pilgub Sumut 2018 mendatang oleh Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera ...
Densus 88 geledah rumah terduga teroris IM di Majalengka
Jawa Barat - Selasa, 19 September 2017 - 18:21 WIB

Densus 88 geledah rumah terduga teroris IM di Majalengka

Tim gabungan Densus 88 Mabes Polri, Tim Specialis Respon Tystim (SRT) Polres Cirebn Kota, tim Polres Majalengka melakukan penggeledahan terhadap ...
Incar polisi, terduga teroris Cirebon satu jaringan dengan pelaku Bom Thamrin
Jawa Barat - Selasa, 19 September 2017 - 17:44 WIB

Incar polisi, terduga teroris Cirebon satu jaringan dengan pelaku Bom Thamrin

Terduga teroris IM (31) yang ditangkap sesaat sebelum kedatangan Presiden Jokowi dalam acara Festival Keraton Nusantara XI 2017 di Kota ...
Densus 88 amankan terduga teroris jaringan Aman Abdurrahman di Cirebon
Jawa Barat - Senin, 18 September 2017 - 20:31 WIB

Densus 88 amankan terduga teroris jaringan Aman Abdurrahman di Cirebon

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap IM (33), warga Blok Juma'ah RT 002/012 Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, ...
Tim saber pungli ciduk PNS kabupaten Bekasi
Jawa Barat - Senin, 18 September 2017 - 19:22 WIB

Tim saber pungli ciduk PNS kabupaten Bekasi

Salah seorang staff pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) ...