Senin, 19 Februari 2018 | 12.34 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Atasi Banjir, Perda Bencana Harus Atur Soal Bangunan Pinggir Sungai

Atasi Banjir, Perda Bencana Harus Atur Soal Bangunan Pinggir Sungai

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 29 Agustus 2017 - 14:26 WIB

IMG-6462

Rapat Pansus Ranperda Penanggulangan Bencana Kota Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Banjir merupakan PR besar kota Medan yang harus segera diselesaikan. Celakanya, bagaimanapun perbaikan drainase dilakukan, banjir tetap menjadi momok saat hujan tiba.

Persoalan lain terkait bencana banjir yang “rajin” mengunjungi Medan adalah mendangkal dan menyempitnya aliran sungai.

Bangunan pinggir sungai seharusnya bertanggungjawab atas banjir yang menerpa Medan.

Demikian dikatakan aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Roy Lumban Gaol dalam rapat bersama Pansus Ranperda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kota Medan, Selasa (29/8/2017).

Roy menyarankan Ranperda tersebut harus bisa mengatur bangunan-bangunan liar yang berada di jalur hijau.

“Miris, kita melihat bukan hanya bangunan kecil, bahkan gedung-gedung megah berdiri di pinggir sungai dan bahkan meluruskan aliran sungai. Selain itu banyak bangunan baru melanggar jalur hijau seperti dibiarkan,” kata pria alumni USU tersebut.

Selain itu, Roy juga meminta Perda ini nantinya memuat penekanan perluasan mitigasi. Sedangkan dana mitigasi dapat ditampung di APBD Pemko Medan.

Selain itu Roy juga mengusulkan BPBD diberi wewenang sebagai penyidik dan memproses apa penyebab terjadinya bencana perlu dituangkan dalam Perda. Penegakan hukum serta pencegahan bencana harus tercermin dalam Perda.

Ketua Pansus Hendra DS nantinya BPBD akan menjadi panglima dan pusat kordinasi bila terjadi bencana. Begitu juga sanksi sebelum dan setelah bencana akan diatur dalam Perda.

Sebagaimana diketahui Draf Ranperda Penyelengara penanggulangan bencana kota Medan yang diajukan Pemko ke DPRD Medan sebanyak XVI BAB dan 78 Pasal. Seperti dalam BAB V dan BAB VI diatur tentang hak dan kewajiban masyarakat serta lembaga masyarakat. Sedangkan BAB VII mengatur terkait jenis bencana serta BAB XIV mengatur soal ketentuan Pidana.

Sementara itu jenis bencana dimaksud adalah bencana alam, bencana non alam dan bencana sosial. Sedangkan yang dimaksud bencana alam yakni gempa bumi,  tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, badai dan abrasi.

Bencana non alam yakni gagal teknologi, gagal modernisasi, elidemi, wabah penyakit, HIV/AIDS, kecelakaan laut dan kebakaran. Begitu juga dengan bencan sosial yakni berupa konflik sosial antar kelompok/komunitas masyarakat.

Turut hadir dalam rapat tersebut
anggota pansus Daniel Pinem, Beston Sinaga, Sahat Simbolon, Ahmad Arif dan T Eswin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arjuna Sembirinf, PMI, Basarnas, Kogana, MKSP dan elemen lainnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 21:38 WIB

Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menghadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan Dohot Boruna, Minggu ( 28/2) di ...
WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 13:51 WIB

WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate

WaliKota Medan, Dzulmi Eldin meletakkan batu pertama pembangunan Little India Gate di persimpangan Jalan Zainul Arifin-T Umar Medan, Minggu (18/2). ...
Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU
Jawa Barat - Minggu, 18 Februari 2018 - 07:22 WIB

Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU

Sebanyak 300 orang tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon gubernur dan ...
Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara
Jawa Tengah - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:40 WIB

Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara

Calon gubernur Ganjar Pranowo menyapa masyarakat di Jepara, Jawa Tengah. Ganjar mendatangi warga di Pasar Bangsri di hari kedua masa ...
Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax
Jawa Barat - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:32 WIB

Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax

Aparat Kepolisian Resort (Polres) Majalengka, Jawa Barat memastikan jika kabar seorang muadzin di wilayahnya dibunuh oleh orang gila yang viral ...
Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah
Sumatera Utara - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:00 WIB

Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah

Drum band corps Swatami SMA Muhammadiyah 09 Kualuh Hulu berencana mengikuti kejuaraan Marching Band Competition yang di selenggarakan oleh pesantren ...