Kamis, 23 November 2017 | 14.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Pemkot Kemana ? Belasan Tahun Tercemar Limbah TPST Bantar Gebang

Pemkot Kemana ? Belasan Tahun Tercemar Limbah TPST Bantar Gebang

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 29 Agustus 2017 - 13:23 WIB

IMG-6456

Aliran sungai Sasak Bayan di Kampung Ciketing Asem, Kelurahan/Kecamatan Mustikajaya, Kota bekasi. KiniNews/Ardiansyah

BEKASI, kini.co.id – Warga Kampung Ciketing Asem, Kelurahan/Kecamatan Mustikajaya, Kota bekasi mengeluhkan aroma bau tidak sedap yang berasal dari Kali Sasak Bayan.

Sejumlah warga pun meminta agar Pemerintah Kota Bekasi dapat mengatasi permasalahn yang dialami waega selama belasan tahun.

Hendrik (45), warga RT02/RW 05 mengaku jika Kali Sasak Bayan sudah tercampur dengan limbah dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, selama belasan tahun lamanya.

“Sejak adanya TPST, kali ini tercemar dan airnya berubah menjadi warna hitam, juga baunya sangat tidak sedap, mas rasain sendiri aja baunya,” kata Hendrik, Selasa (29/8/2017).

Menurut Hendrik, warga diwilayahnya pernah menyampaikan aspirasi mengenai bau limbah sampah di Kali Sasak Bayan. Aspirasi itu dituangkan kepada anggota DPRD Kota Bekasi yang berada di dapilnya, juga kepada lembaga eksekutif.

“Kita sampaikan agar limbah sampah TPST tidak dialirkan kesini. Karena warga yang merasakan bau tidak sedap,” kata dia.

Padahal, lanjut Hendrik, pada tahun 1998 kali yang berada di wilayahnya bisa dimanfaatkan oleh warga.

“Bisa buat mandi, airnya jernih. Banyak ikan-ikan sawah seperti lele, mujair, dan lainnya yang bisa kita konsumsi. Sekarang sudah tidak bisa lagi,” ungkap Hendrik.

Karena itu, Hendrik menginginkan agar Pemerintah Kota Bekasi peduli akan limbah yang sudah mengganggu kenyamanan warga.

“Kalau saya maunya, pemerintah itu kerja yang benar. Urusan yang kaya gini (Limbah) harus cepat diatasi, karena ini merupakan kebutuha warga juga. Apa yang ada di kali bisa kita manfaatkan,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...