Sabtu, 20 Januari 2018 | 08.12 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Korupsi BPAD Sumut, Kejati Tahan Enam Tersangka

Korupsi BPAD Sumut, Kejati Tahan Enam Tersangka

Selasa, 29 Agustus 2017 - 12:02 WIB

IMG-6455

Ilustrasi

MEDAN, kini.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara telah menahan enam dari tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pengembangan perpustakaan SD/MI senilai Rp3,596 miliar di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumut tahun anggaran 2014.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan keenam tersangka itu, masing-masing mantan Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumut, Hasangapan Tambunan, Direktur CV Multi Sarana Abadi dari Jombang, Mochamad Chumaidi, Direktur CV Indoprima dari Sleman, Heri Nopianto dan Wakil Direktur (Wadir) CV Alpha Omega, Willian Josua Butar Butar.

Keempatnya ditahan lebih dulu di Rutan Tanjung Gusta Medan, sedangkan dua orang lagi yakni Ketua Panitia Lelang, Syahril, dan sekretarisnya, Gunar Seniman Nainggolan ditahan baru dilakukan penahanan pada Selasa (22/8) lalu.

Dikatakanya ke enam tersangka diduga melakukan penyimpangan dana pengembangan perpustakaan Pondok Pesantren di Sumut senilai Rp614,375 juta.

Selain itu, pengadaan Buku Keliling Kabupaten/Kota di Sumut senilai Rpp816 juta dari APBD Sumut Tahun Anggaran 2014 sebanyak 16.000 eksemplar.

“Dana pengembangan perpustakaan SLTP di Sumut senilai Rp3,7 miliar dan dugaan korupsi lainnya dalam pengadaan bantuan buku perpustakaan rumah ibadah Rp3,7 miliar dari APBD Sumut Tahun Anggaran 2014,” ucapnya kepada wartawan di Medan, Selasa (29/8).

Sumanggar menjelaskan, ada seorang lagi tersangka kasus korupsi Balai Perpustakaan Daerah (BPAD) Pemprov Sumut belum ditahan yakni Rahmatsyah, staf anggota Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.

Rahmatsyah belum ditahan karena saat pemanggilan Selasa (22/8) lalu, tidak dapat hadir di Kejati Sumut, karena salah seorang anaknya sedang diwisuda di Universitas Sumatera Utara (USU).

“Penahanan keenam tersangka korupsi itu, untuk kepentingan penyidikan yang dilakukan oleh Kejati Sumut,” terangnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (2), (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...
Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:52 WIB

Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan

Naiknya harga beras ditengah-tengah masyarakat saat ini cukup menghebohkan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kota Bekasi. Hebohnya lagi, Kementerian Pertanian ...
Kerap Nonton Video Porno, Oknum Guru Ini Cabuli 3 Siswanya
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:48 WIB

Kerap Nonton Video Porno, Oknum Guru Ini Cabuli 3 Siswanya

Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kombespol Indarto, mengungkapkan bahwa alasan oknum guru di Yayasan Teratai Putih Global School, tega ...
Akhir Bandar Narkoba di Kayuringin
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:45 WIB

Akhir Bandar Narkoba di Kayuringin

Kepolisian Sektor Bekasi Timur meringkus bandar narkoba di Jalan Tunggul V, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Pelaku atas nama ...
Pembenahan Danau Toba pacu optimis target sejuta wisman ke Sumut tercapai
Sumatera Utara - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:41 WIB

Pembenahan Danau Toba pacu optimis target sejuta wisman ke Sumut tercapai

Target kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara sebanyak satu juta orang pada 2019 optimistis tercapai. Optimisme mencuat seiring adanya pembenahan ...
Soal mahar politik, Siswandi-Euis penuhi panggilan Panwaslu
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 15:30 WIB

Soal mahar politik, Siswandi-Euis penuhi panggilan Panwaslu

Brigadir Jenderal (Purn) Siswandi- Euis Fery Fatayaty, pasangan bakal calon yang gagal maju pada Pemilihan Wali Kota Cirebon memenuhi ...