Minggu, 19 November 2017 | 11.47 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Korupsi BPAD Sumut, Kejati Tahan Enam Tersangka

Korupsi BPAD Sumut, Kejati Tahan Enam Tersangka

Selasa, 29 Agustus 2017 - 12:02 WIB

IMG-6455

Ilustrasi

MEDAN, kini.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara telah menahan enam dari tujuh tersangka kasus dugaan korupsi pengembangan perpustakaan SD/MI senilai Rp3,596 miliar di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumut tahun anggaran 2014.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan keenam tersangka itu, masing-masing mantan Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumut, Hasangapan Tambunan, Direktur CV Multi Sarana Abadi dari Jombang, Mochamad Chumaidi, Direktur CV Indoprima dari Sleman, Heri Nopianto dan Wakil Direktur (Wadir) CV Alpha Omega, Willian Josua Butar Butar.

Keempatnya ditahan lebih dulu di Rutan Tanjung Gusta Medan, sedangkan dua orang lagi yakni Ketua Panitia Lelang, Syahril, dan sekretarisnya, Gunar Seniman Nainggolan ditahan baru dilakukan penahanan pada Selasa (22/8) lalu.

Dikatakanya ke enam tersangka diduga melakukan penyimpangan dana pengembangan perpustakaan Pondok Pesantren di Sumut senilai Rp614,375 juta.

Selain itu, pengadaan Buku Keliling Kabupaten/Kota di Sumut senilai Rpp816 juta dari APBD Sumut Tahun Anggaran 2014 sebanyak 16.000 eksemplar.

“Dana pengembangan perpustakaan SLTP di Sumut senilai Rp3,7 miliar dan dugaan korupsi lainnya dalam pengadaan bantuan buku perpustakaan rumah ibadah Rp3,7 miliar dari APBD Sumut Tahun Anggaran 2014,” ucapnya kepada wartawan di Medan, Selasa (29/8).

Sumanggar menjelaskan, ada seorang lagi tersangka kasus korupsi Balai Perpustakaan Daerah (BPAD) Pemprov Sumut belum ditahan yakni Rahmatsyah, staf anggota Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.

Rahmatsyah belum ditahan karena saat pemanggilan Selasa (22/8) lalu, tidak dapat hadir di Kejati Sumut, karena salah seorang anaknya sedang diwisuda di Universitas Sumatera Utara (USU).

“Penahanan keenam tersangka korupsi itu, untuk kepentingan penyidikan yang dilakukan oleh Kejati Sumut,” terangnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (2), (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas
Jawa Barat - Sabtu, 18 November 2017 - 21:32 WIB

Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas

Pembangunan Kota Bekasi yang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir, khususnya dari sisi pembangunan fisik harus ditunjang dengan pembangunan sumber ...
Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut
- Sabtu, 18 November 2017 - 19:56 WIB

Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mengusung Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumatera Utara dalam ...
Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana
DKI Jakarta - Sabtu, 18 November 2017 - 19:38 WIB

Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Ibu Kota Jakarta, khususnya bencana banjir pada musim penghujan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...
Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 15:03 WIB

Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Mendukung upaya pemerintah dalam menggalakan kajian terhadap bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia, Program Studi (Prodi) Magister Linguistik (PMSL) Fakultas ...
Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 14:37 WIB

Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H. Kharuddin Syah, SE bersama Camat Aek Natas Drs. Adlin Sinaga, M.Si mengunjungi jamaah persulukan di ...
Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri  applause untuk Anies Baswedan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 11:50 WIB

Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri applause untuk Anies Baswedan

Presiden Jokowi meminta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam memberikan applause untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menghadiri Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa ...