Kamis, 23 November 2017 | 14.31 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Klaim Hebat Erry Terpatahkan, APBD-P Sumut 2017 Defisit Rp1,08 Triliun

Klaim Hebat Erry Terpatahkan, APBD-P Sumut 2017 Defisit Rp1,08 Triliun

Senin, 28 Agustus 2017 - 23:41 WIB

IMG-6453

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi bersama pimpinan DPRD Sumut menandatangani Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2017, di ruang paripurna DPRD Sumut, Senin (23/1) lalu. Foto Dok.

MEDAN, kini.co.id – Klaim Tengku Erry Nuradi di tahun 2016 lalu yang dianggap hebat karena selama tiga tahun berturut-turut yang tidak mengalami defisit anggaran akhirnya terpatahkan justru dibawa kepemimpinnya. Terlebih disaat momen politik 2018 mendatang.

Apa pasal, dalam KUA-PPAS Perubahan APBD 2017 yang disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Sumut di Medan, Senin (28/8), APBD Perubahan 2017 diproyeksikan mengalami defisit hingga Rp1,089 triliun.

Porsi pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp12,17 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp162,74 miliar atau 1,34 persen sehingga menjadi Rp12,33 triliun.

Namun dari sisi belanja Pemprov Sumut mengalokasi belanja sebesar Rp13.42 triliun, sehingga akan mengalami defisit Rp1,089 triliun. Porsi belanja kali ini sama dengan APBD 2017 yang lebih banyak digunakan untuk belanja tidak langsung yakni sebesar Rp8,75 triliun, dan sebesar Rp3,090 miliar untuk belanja pegawai.

Pemprov Sumut mengalokasikan pembiayaan yang mengalami kenaikan dari sebelumnya sebesar Rp864,10 miliar yang digunakan untuk membayar utang dalam APBD-P bakal mengalokasi untuk pembiayaan sebesar Rp1,08 tiliun.

Selanjutnya untuk anggaran pendidikan, awalnya Pemprov Sumut mengalokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 3,063 triliun.

Namun karena adanya pengalihan kewenangan dalam pengelolaan SMA sederajat ke Pemprov Sumut, sebagian dana BOS itu dialihkan ke Dinas Pendidikan Provinsi.

Dana BOS yang dialihkan tersebut menjadi belanja langsung Dinas Pendidikan dalam mengelola SMA sederajat yang diterima dari kabupaten/kota. Ditambah dengan silpa tahun 2016, maka total dana BOS yang dialihkan ke Dinas Pendidikan Sumut tersebut sebesar Rp 488,652 miliar.

Gubernur Sumut, Tengku Erry mengatakan defisitnya anggaran merupakan konsekuensi diantaranya perlu asumsi-asumsi dalam APBN yang tertuang pada kebijakan umum perubahan APBD serta membawa perubahan alokasi pagu anggaran yang hak susun oleh SKPD, diantara pengalihan pengelolaan SMA ke Provinsi sehingga dialihkan menjadi belanja langsung.

Namun demikian Erry mengkalim bahwa porsi APBD-P 2017 diprioritaskan pada peningkatan anggaran belanja langsung untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...