Kamis, 23 November 2017 | 14.23 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Dikabarkan Warganya Makan Nasi Aking Selama 5 Tahun, Ini Respon Pemkab Kuningan

Dikabarkan Warganya Makan Nasi Aking Selama 5 Tahun, Ini Respon Pemkab Kuningan

Reporter : Yudi | Senin, 28 Agustus 2017 - 20:56 WIB

IMG-6448

Bupati Kuningan Acep Purnama bersama Kakek Aswadi di Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Foto Ist

KUNINGAN, kini.co.id – Kabar Aswadi (75) dan keluarganya, warga Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang mengaku makan nasi aking selama lima tahun rupanya menggugah pemerintah Kabupaten Kuningan.

Lantas apakah Pemkab Kuningan selama ini diam melihat warganya yang dikabarkan viral dimedia sosial makan nasi aking itu, tentu saja hal itu dibantah Bupai Kuningan Acep Purnama.

Namun karen masifnya serbuan media sosial pada Kamis lalu, begitu kabar keluarga Aswadi merebak Acep langsung mengunjungi Aswadi untuk meninjau langsung keadaannya.

Menurut Acep, cerita tentang warganya yang memakan nasi aking itu tidak sepenuhnya benar. Lantaran pemerintah daerah sebelumnya telah memberikan beberapa bantuan kepada Aswadi.

“Pada tahun 2000 pernah diberi bantuan stimulan untuk perbaikan rumah dari desa di atas tanah hak milik sendiri. Namun pada tahun 2010 dijual dan dibelikan tanah lagi yang lebih murah,” kata Acep dalam keterangan resminya, Senin (28/8) .

Kemudian, kata Acep, pada tahun 2010 pernah diberi bantuan stimulan untuk perbaikan rumah dari desa. Namun pada pertengahan tahun 2013 Aswadi sering sakit akibat debu obongan bata.

Dan kondisinya parah sampai buta mata dan tidak bisa bekerja lagi, untuk menutupi biaya berobat itulah Aswadi menjual ruamhnya, lalu dipindahkan oleh desa dan dibuatkan rumah di atas tanah desa atas bantuan swadaya masyarakat.

Dan pada tahun 2014 keluarga Aswadi kembali mendapat bantuan dari pemerintah Provinsi berupa bantuan program listrik.

“Jadi tidak benar jika pemerintah membiarkan warga dalam situasi kemiskinan. Karena selama ini kami selalu berupaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi Aswadi dan Keluarga,” papar Acep.

Saat Acep mengunjungi rumah keluarga Aswadi, dia merasa terenyuh melihat keadaan rumahnya yang tak layak huni.

“Saat itu juga saya saya putuskan untuk membangunkan keluarga Aswadi rumah permanen tipe 36,” tambahnya.

Tak menunggu lama, keesokan harinya pembangunan rumah Aswadi dimulai di atas tanah desa. Pembangunan rumah itu terlaksana atan bantuan Bupati Kuningan dan para donatur.

Terkait dengan kabar keluarga Aswadi yang makan nasi Aking selama lima tahun, Acep mengatakan bahwa hal itu tidak berdasar. Pada kenyataannya Aswadi dan keluarga selalu mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa serta dari tetangga-tetangga sekitar rumah.

Karena keluarga Aswadi merasa sayang, nasi sisanya tidak dibuang, tapi mereka jemur untuk dijadikan rengginang.

“Budaya kita kan menghargai makanan. Kalau ada nasi sisa kita jemur untuk jadi raginang (sejenis makanan terbuat dari sisa nasi yang dijemur, red), jadi saya tegaskan tidak benar kalau makan nasi aking,” tegas Acep. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...