Kamis, 23 November 2017 | 14.21 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Thailand Lirik Pasar Makanan di Sumut

Thailand Lirik Pasar Makanan di Sumut

Reporter : Fauzan | Rabu, 23 Agustus 2017 - 12:16 WIB

IMG-6403

Durian ucok, sebagai salah satu buah penunjang wisata di Medan. Istimewa

MEDAN, kini.co.id
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Satun, Thailand, menjajaki kerja sama perdagangan makanan olahan, terutama yang berkaitan dengan potensi pasar dan pariwisata.

Wakil Gubernur Satun, Sr Col Arthit Aroomchoot di Medan, Selasa (22/8) mengatakan, pihaknya ingin menjajaki potensi pasar berbagai produk makanan olahan di wilayah Sumut.

“Kami ingin melihat langsung potensi dan bertemu pengusaha produk makanan olahan di sini untuk menjajaki kerja sama,” katanya.

Ia berharap aneka produk makanan olahan provinsi itu bisa dipasarkan di Sumut dan sebaliknya produk Sumut bisa masuk ke Satun.

Arthit menegaskan, pengusaha di daerahnya sebagian besar sudah memproduksi dan memiliki sertifikat halal sehingga tidak ada masalah untuk dipasarkan di Sumut.

“Selain kerja sama dagang, daerah kami, Satun, berharap bisa bekerja sama sektor pariwisata dengan Sumut,” katanya.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyambut gembira dan mendukung upaya peningkatan hubungan perdagangan antara daerahnya dengan Provinsi Satun Thailand.

“Potensi daerah kita dan Satun sama-sama cukup besar untuk bisa membina hubungan perdagangan dan pariwsata yang saling menguntungkan,” katanya.

Memurut Erry, jarak yang dekat antara Sumut dan Satun juga memungkinkan untuk membuka jalur pelayaran Ro-Ro atau kapal yang bisa memuat kendaraan antara pelabuhan Belawan-Pelabuhan Tamalang di Satun.

“Konektivitas itu akan memberikan peluang besar bagi daerah kita dan Satun dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan pariwisata,” tegas Erry.

Wakil Konsul Indonesia di Songkhla Gamma Arifian Siddik yang turut mendampingi mengatakan penjajakan konektivitas laut Sumut- Satun melalui pelabuhan Belawan- Pelabuhan Tamalang (Satun) dalam rangka menciptakan rute pelayaran dan perdagangan baru.

Seperti Konektivitas Laut Indonesia-Filipina dengan menggunakan Kapal RoRo Rute Bitung-Davao/General Santos yang sudah berjalan, maka untuk Indonesia-Thailand konektivitas Belawan-Tamalang menurutnya cukup berpotensi.

“Jika pada Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East Asean Grouth Areal (BIMP-EAGA) sudah melahirkan konektivitas roro Indonesia-Filifina, maka untuk The Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) layak digagas hal serupa melalui feri roro Bitung -General Santos, kita juga Ingin ada roro Satun -Sumut,”tambahnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...