Kamis, 23 November 2017 | 14.33 WIB
KiniNEWS>Regional>Papua>Kapolda Papua Ingatkan Pelaku Anarkis Freeport Serahkan Diri

Kapolda Papua Ingatkan Pelaku Anarkis Freeport Serahkan Diri

Reporter : Fauzan | Selasa, 22 Agustus 2017 - 03:17 WIB

IMG-6391

Kapolda Papua, Inspektur Jendral Boy Rafli Amar. Istimewa

TIMIKA, kini.co.id

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jendral Boy Rafli Amar meminta para pelaku tindakan anarkis yang merusak fasilitas dan kendaraan saat PT Freeport Indonesia dan perusahaan swasta lainnya di Timika agar segera menyerahkan diri.

“Kepada mereka-mereka yang bertanggung jawab terhadap peristiwa itu, saya menyarankan untuk segera menyerahkan diri kepada kepolisian. Silakan datang ke Kantor Polres Mimika,” kata Kapolda Papua di Timika, Senin (21/8) seperti dilansir Antara.

Kapolda menegaskan hal itu saat menggelar konferensi pers bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai suku dan peguyuban bertempat di Kuala Kencana.

Mantan Kadiv Humas Polri itu menegaskan saat ini jajarannya terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa unjuk rasa yang berujung aksi anarkis oleh sekelompok masyarakat bekas karyawan PT Freeport dan perusahaan subkontraktornya pada Sabtu (19/8) siang hingga malam di Timika.

Hingga Senin, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kerusuhan yang bermula di area Check Point 28 Timika itu.

“Kami terus mengoptimalkan langkah-langkah penegakan hukum terhadap mereka yang diduga kuat memicu terjadinya tindakan anarkis. Kami akan lakukan secara profesional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” jelas Boy.

Guna membantu pengusutan para pelaku kerusuhan tersebut, polisi akan memanfaatkan bantuan alat perekam CCTV yang dipasang di sekitar lokasi kejadian.

“Siapa yang kedapatan dan terekam dalam CCTV, itu menjadi fokus kami. Dari beberapa orang yang dikembangkan, inilah yang akan kami maksimalkan. Sudah ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, masih ada lagi yang sedang dalam pendalaman,” kata Boy.

Polisi juga akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait kegiatan unjuk rasa yang berakhir dengan aksi anarkis mulai dari Check Point 28, Terminal Bus Gorong-gorong hingga di kawasan perkantoran PT Petrosea.

Selain mengandalkan CCTV, polisi juga masih mengamankan sekitar 30 unit sepeda motor para pelaku perusakan dan pembakaran berbagai fasilitas milik PT Freeport dan PT Petrosea.

Puluhan sepeda motor tersebut ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di beberapa tempat saat aparat datang untuk mengamankan aksi perusakan dan pembakaran fasilitas milik PT Freeport dan PT Petrosea.

“Kami masih mengecek pemilik kendaraan-kendaraan itu. Kami akan kembalikan kepada pemiliknya. Silakan datang mengambilnya di kantor kami,” imbau Kapolda. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...