Kamis, 23 November 2017 | 14.28 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ganjil Genap di Tol Japek Diberlakukan, Ini Kata Dishub Bekasi

Ganjil Genap di Tol Japek Diberlakukan, Ini Kata Dishub Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Senin, 21 Agustus 2017 - 14:26 WIB

IMG-6388

perubahan arus lalulintas. (kininews/ist)

Bekasi, kini.co.id – Wacana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menerapkan sistem ganjil genap di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mendapatkan tanggapan negatif.

BTJP memberlakukan sistem itu, dengan alasan agar dapat mengurai kepadatan yang terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga 50 persen.

Mengingat, saat ini, ada tiga megaproyek besar yang Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Adalah, Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan Tol Elevated.

“Mengatasi kemacetan tidak semudah dengan wacananya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Senin (21/8/2017).

Yayan mengaku kalau saat ini pihaknya memikirkan dampak yang ditimbulkan jika wacana penerapan ganjil genap di Tol Jakarta-Cikampek diberlakukan.

Menurut dia, yang paling terkena imbasnya, ialah ruas jalan arteri yaitu sepanjang KH-Noer Ali-Kalimalang.

Jalur tersebut merupakan jalan menuju ke Jakarta yang biasa digunakan masyarakat baik pengguna sepeda motor maupun mobil.

“Itu adalah Jalur alternatif menuju DKI Jakarta yang memang banyak digunakan pengguna jalan,” kata Yayan.

Sementara di ruas jalan tersebut kini terjadi penyempitan karena adanya sejumlah proyek, seperti pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, dimana harus ada pengalihan arus sepanjang 600 meter di Bekasi Barat.

“Belum lagi ada penyempitan karena pengerjaan turap Kalimalang,” tutur Yayan.

Ihwal permintaan BPTJ yang meminta Bekasi menyiapkan kantong parkir di sekitar ruas jalan tol, Yayan enggan berkomentar. Saat ini, kata dia, pihaknya masih fokus melakukan kajian atas rencana dari BPTJ tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...