Kamis, 23 November 2017 | 14.18 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

IMG-6369

Ilustrasi angkot di Bekasi Kota. Istimewa

BEKASI, kini.co.id

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang dan barang yang diangkut.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengujian Sarana Dinas Perhubungan Kota Bekasi Sudarsono.

Ia menyebutkan dari total kendaraan angkutan di wilayah Bekasi yang setempat mencapai 5.000 unit, yang aktif dan dinyatakan layak hanya 4.245 unit, selebihnya dinilai tidak layak.

“Yang belum melakukan uji kelaikan 755 unit,” kata Sudarsono kepada wartawan di Bekasi, Jumat (18/8).

Dikatakannya dari 755 yang tidak aktif dan tak laik, paling banyak adalah jenis angkutan perkotaan (angkot), serta mobil kecil seperti pikap serta ada juga kendaraan besar dengan jumlah sumbu empat sampai lima.

“Ada beberapa alasan yang menyebabkan pemilik enggak menguji kelayakan, misalnya usia kendaraan sudah tua. Atau pemiliknya lalai karena malas,” tuturnya.

Padahal, lanjutnya sesuai dengan peraturan, kendaraan wajib menjalani uji kelayakan setiap enam bulan sekali.

“Uji kelayakan sangat penting karena menyangkut keselamatan penumpang dan barang,” kata Sudarsono.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012, biaya uji kelayakan kendaraan hanya Rp 47.500.

Dinas Perhubungan siap jemput bola asalkan jumlah kendaraan yang diuji minimal 10 unit.

“Untuk menghindari praktik percaloan, diminta pemohon datang sendiri ke loket menyertakan identitas sesuai dengan kendaraan,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, menambahkan kendaraan angkutan orang dan barang yang melanggar uji kelayakan dikenakan sanksi tilang.

“Bukti KIR akan kami tahan. Jika tertangkap lagi, surat kendaraan sampai kendaraannya akan ditahan,” katanya.

Yayan mengatakan, pemilik angkutan umum bisa mengambil jika sudah menunaikan kewajibannya melakukan uji kelayakan.

Sebab, pengujian tersebut cukup penting karena rawan terjadi kecelakaan.

“Uji kelayakan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas mobil angkutan,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...