Monday, 23 July 2018 | 03.31 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Reporter : Ardiansyah | Friday, 18 August 2017 - 23:39 WIB

IMG-6369

Ilustrasi angkot di Bekasi Kota. Istimewa

BEKASI, kini.co.id

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang dan barang yang diangkut.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengujian Sarana Dinas Perhubungan Kota Bekasi Sudarsono.

Ia menyebutkan dari total kendaraan angkutan di wilayah Bekasi yang setempat mencapai 5.000 unit, yang aktif dan dinyatakan layak hanya 4.245 unit, selebihnya dinilai tidak layak.

“Yang belum melakukan uji kelaikan 755 unit,” kata Sudarsono kepada wartawan di Bekasi, Jumat (18/8).

Dikatakannya dari 755 yang tidak aktif dan tak laik, paling banyak adalah jenis angkutan perkotaan (angkot), serta mobil kecil seperti pikap serta ada juga kendaraan besar dengan jumlah sumbu empat sampai lima.

“Ada beberapa alasan yang menyebabkan pemilik enggak menguji kelayakan, misalnya usia kendaraan sudah tua. Atau pemiliknya lalai karena malas,” tuturnya.

Padahal, lanjutnya sesuai dengan peraturan, kendaraan wajib menjalani uji kelayakan setiap enam bulan sekali.

“Uji kelayakan sangat penting karena menyangkut keselamatan penumpang dan barang,” kata Sudarsono.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012, biaya uji kelayakan kendaraan hanya Rp 47.500.

Dinas Perhubungan siap jemput bola asalkan jumlah kendaraan yang diuji minimal 10 unit.

“Untuk menghindari praktik percaloan, diminta pemohon datang sendiri ke loket menyertakan identitas sesuai dengan kendaraan,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, menambahkan kendaraan angkutan orang dan barang yang melanggar uji kelayakan dikenakan sanksi tilang.

“Bukti KIR akan kami tahan. Jika tertangkap lagi, surat kendaraan sampai kendaraannya akan ditahan,” katanya.

Yayan mengatakan, pemilik angkutan umum bisa mengambil jika sudah menunaikan kewajibannya melakukan uji kelayakan.

Sebab, pengujian tersebut cukup penting karena rawan terjadi kecelakaan.

“Uji kelayakan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas mobil angkutan,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...