Kamis, 23 November 2017 | 14.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Nurhajizah: Narkoba Sulit Diberantas Karena Ada Keterlibatan Aparat

Nurhajizah: Narkoba Sulit Diberantas Karena Ada Keterlibatan Aparat

Reporter : Nur Fatimah | Senin, 14 Agustus 2017 - 21:17 WIB

IMG-6330

Wagubsu, Nurhajizah saat menerima kunjungan kerja Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Strategi Pertahanan Balitbang Kementerian Pertahanan, Laksmana TNI Agus Rustandi, bersama Ketua Tim Peneliti Dr. Ernalem Bangun serta timnya di ruangan kerja Nurhajizah, Medan, Senin (14/8). KiniNews/Rian Nasution.

MEDAN, kini.co.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung menegaskan, peredaran narkoba di Sumut dan di Indonesia secara umummnya menjadi sulit untuk diberantas karena masih adanya keterlibatan aparat di dalamnya.

Oleh karenanya untuk meminimalisir peredaran tersebut, maka aparat mulai dari angkatan laut, angkatan udara, angkatan darat dan Polri harus bersih.

Demikian hal itu diungkapkan Nurhajizah saat menerima kunjungan kerja Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Strategi Pertahanan Balitbang Kementerian Pertahanan, Laksmana TNI Agus Rustandi, bersama Ketua Tim Peneliti Dr. Ernalem Bangun serta timnya di ruangan kerja Nurhajizah, Medan, Senin (14/8).

Dikatakannya, peredaran narkoba selama ini tidak akan leluasa beredar kalau tidak ada keterlibatan aparat di dalamnya.

“Makanya aparat kita juga harus bersih. Bohong saja kalau narkoba bisa beredar kemana-mana tanpa adanya keterlibatan aparat. Makanya kalau kita berani, kita harus bersih semuanya, mulai dari AL, AD, AU, hingga Polri, jangan ada lagi keterlibatan dalam peredaran narkoba,” tegansya.

Menurutnya, peredaran narkoba sudah sangat massif karena korbannya sudah menyasar ke berbagai lini dan usia.

“Paling kita khawatirkan saat ini adalah anak-anak sekolah kita. Jangan sampai mereka menjadi korban, karena merekalah generasi penerus kita,” ujarnya.

Oleh karena itulah, Nurhajizah mengatakan Pemprovsu akan mengimbau pihak sekolah dalam hal ini yang menjadi kewenangan Pemprovsu yakni SMA/SMK, agar guru-guru di sekolah tidak boleh sembarangan merokok.

“Cikal bakal mengkonsumsi narkoba itu adalah rokok, makanya di sekolah kita juga imbau agar guru-guru tidak boleh sembarangan merokok,” katanya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Strategi Pertahanan Balitbang Kementerian Pertahanan, Laksmana TNI Agus Rustandi mengatakan, kunjungan kerja yang mereka lakukan ke Sumut ini dalam rangka meneliti darurat narkoba untuk keselamatan bangsa dan keberadaan ISIS di Sumut.

“Untuk penelitian darurat narkoba ini, kami juga sudah ke Samarinda, Riau, Batam, Yogyakarga dan Jakarta,” ujar Agus.

Hal ini dilakukan pihaknya, lanjut Agus sebab berdasarkan survey BNN dan Puslitkes UI tahun 2015, Sumut merupakan peringkat 2 Provinsi dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia setelah DKI.

“Kalau dari hasil penelitian itu Sumut prevelansinya nomor dua, karena nomor 1 itu DKI, nomor 3 Samarinda dan nomor 4 itu Riau. Selama ini peredaran narkoba sulit kita hindari, karena produsen narkoba dari luar negeri begitu massif. Selain itu, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga pintu masuk narkoba itu sangat banyak. Apalagi 3 perbatasan darat kita berbatasan dengan negara lain, dan 10 perbatasan laut berbatasan dengan 10 negara,” terangnya.

Diharapkan Agus, dengan kehadiran pihaknya ke Sumut sekaligus melakukan diskusi bersama instansi terkait di Sumut, Selasa (15/8) besok pihaknya dapat memperoleh data sebagai masukan bagi pembuatan model strategi pencegahan kejahatan narkoba.

Sehingga dengan pencegahan efektif akan dapat dilahirkan generasi penerus yang sehat dan menjiwai nilai-nilai bela bangsa, sehingga akan dapat mewujudkan keselamatan bangsa. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...