Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.37 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Ground Breaking PLTM Lae Ordi 1, Ditargetkan 2 Tahun Selesai

Ground Breaking PLTM Lae Ordi 1, Ditargetkan 2 Tahun Selesai

Reporter : Nur Fatimah | Minggu, 13 Agustus 2017 - 02:01 WIB

IMG-6309

Gubernur Sumut Tengku Erry Nurani saat groundbreaking PLTM Lae Ordi 1. Sabtu (12/8). KiniNews/Nur Fatimah.

PAKPAK BHARAT, kini.co.id – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) Lae Ordi 1 di Pergetteng getteng Sengkut, kabupaten Pakpak Bharat, Sabtu (12/8) resmi dilakukan peletakan batu pertamanya oleh Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.

Disebutkan pembangunan PLTM berkapasitas 10 mega watt ini ditargetkan dapat diselesaikan selama dua tahun.

“Ini merupakan hal yang positif bagi Sumut karena dapat mendorong sektor perekonomian. Apalagi Sumut sangat membutuhkan energy listrik terutama energy listrik terbarukan, ” kata Erry dalam sambutannya.

Dijelaskannya, kondisi kelistrikan Sumut pada beban puncak mencapai 2000 mega watt, sementara daya mampu pasok kurang lebin 2200 mw, sehingga mempunyai cadangan listrik sebesar 200 mw.

Kondisi system kelistrikan dengan cadangan daya kurang lebih 200 MW, tentunya cukup beresiko karena apabila terjadi kerusakan pada unit pembangkit maka akan terjadi pemadaman listrik.

“Idealnya, kebutuhan listrik harus sama dengan pertumbuhan ekonomi di satu daerah, setidaknya kalau di Sumut, investasi kelistrikan harus sama pertumbuhannya sekitar 5 persen setahun,” ungkapnya.

Dikatakannya, Sumut sebenarnya memiliki sumber energy terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, biomassa, biogas dan tenaga surya. Potensi ini tentunya sangat mungkin untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi energy listrik.

“Apalagi system kelistrikan di Sumut masih mengandalkan energy fosil berbahan diesel yang biayanya sangat mahal yakni 25 sen per kwh, sementara kalau energy terbarukan biayanya hanya 5 sen per kwh,” tambah Erry.

Oleh karenanya sangat diperlukan untuk memanfaatkan potensi sumber energy terbarukan. Apalagi, untuk pemanfaatan potensi tenaga air menjadi tenaga listrik telah ditetapkan dalam UU No 30 tentang ketenagalistrikan. Namun, dari total potensi air di Sumut berkapasitas 2500 MW, potensi yang sudah dimanfaatkan baru berupa 5 PLTA berkapasitas 950 mw dan 7 PLTM berkapasitas 54 mw.

“Untuk itulah kehadiran pembangkit listrik yang baru sangat diharapkan untuk membantu kondisi kelistrikan di Sumut. Makanya, saya mengapresiasi PT PBE yang mau membangun PLTM ini untuk membatu kelistrikan di Sumut,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...