Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.37 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ini Dalih Kepsek Coret Siswa Batal Jadi Duta Karena Bapaknya Ngojek

Ini Dalih Kepsek Coret Siswa Batal Jadi Duta Karena Bapaknya Ngojek

Reporter : Ardiansyah | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 18:52 WIB

IMG-6304

Ilustrasi

BEKASI, kini.co.id – Kepala sekolah SMPN 41 Kota Bekasi, Munajam, mengakui bahwa guru bagian kesiswaan yang menanyakan pekerjaan orangtua ERA.

Setelah mengetahui orang tua ERA bekerja sebagai pengemudi ojek online, guru tersebut lantas mencoretnya sebagai duta sekolah.

Munajam beralasan, pencoretan ERA sebagai duta sekolah sebenarnya baik. Sekolah tidak ingin membebani orangtua ERA, karena siswa yang terpilih menjadi duta harus mengeluarkan biaya untuk membeli pakaian adat.

Pasalnya pihak sekolah tidak memberikan biaya untuk membali pakaian tersebut.

Hanya saja, Munajam mengakui, cara guru bagian kesiswaan melakukan komunikasi yang dinilai tidak tepat dengan ERA.

“Kami sudah membicarakan masalah ini secara langsung dengan orangtua ERA, dan meminta maaf atas kesalahan guru kami dalam berkomunikasi,” ungkap Munajam di Bekasi, Sabtu (12/8).

ERA memang dipilih sebagai duta, namun bukan untuk acara di sekolahnya. Yang benar, 19 Agustus 2017, SMPN 41 diminta Kelurahan Bojong Rawalumbu dengan mengikutsertakan 100 siswa.

Di kelas 7A, dipilih ERA dan satu temannya, karena dianggap pas menjadi duta.

“Saya sudah cek lagi, tidak ada agenda kegiatan penyambutan Wali Kota di SMPN 41 Kota Bekasi. Yang ada adalah kirab budaya di Kecamatan Rawalumbu pada 19 Agustus nanati,” kata Munajam.

Terpisah Komisioner KPAD Kota Bekasi Rury Arief Rianto yang menyempatkan datang ke SMPN 41 Kota Bekasi untuk memberi pengarahan kepada pihak sekolah.

Menurutnya, sekolah, sebagai institusi pendidikan, harus memberikan contoh yang baik kepada siswanya.

“Saya berharap tidak ada kekerasan psikis yang terjadi di sekolah, apalagi yang melakukan adalah seorang guru. Persoalan anak memang kompleks, sehingga kita sebagai orang dewasa mesti memahaminya lebih jauh, termasuk dari segi psikisnya,” kata Rury.

Taufan, orangtua ERA, berterima kasih kepada KPAD Kota Bekasi yang telah merespon secara cepat mengenai kejadian itu.

Ia mengaku dihubungi langsung oleh Satgas Reaksi Cepat KPAD Kota Bekasi Sopar Makmur, lalu ditanyai mendetail mengenai kasus yang menimpa ERA.

“Bapak Sopar Makmur dari KPAD menghubungi saya dan menanyakan detailnya. Tadi saya juga sudah berbicara dengan kepala sekolah. Saya selalu berharap kejadian seperti ini tidak menimpa anak saya lagi, juga anak-anak yang lain,” tandas Taufan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...