Senin, 11 Desember 2017 | 07.20 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ini Dalih Kepsek Coret Siswa Batal Jadi Duta Karena Bapaknya Ngojek

Ini Dalih Kepsek Coret Siswa Batal Jadi Duta Karena Bapaknya Ngojek

Reporter : Ardiansyah | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 18:52 WIB

IMG-6304

Ilustrasi

BEKASI, kini.co.id – Kepala sekolah SMPN 41 Kota Bekasi, Munajam, mengakui bahwa guru bagian kesiswaan yang menanyakan pekerjaan orangtua ERA.

Setelah mengetahui orang tua ERA bekerja sebagai pengemudi ojek online, guru tersebut lantas mencoretnya sebagai duta sekolah.

Munajam beralasan, pencoretan ERA sebagai duta sekolah sebenarnya baik. Sekolah tidak ingin membebani orangtua ERA, karena siswa yang terpilih menjadi duta harus mengeluarkan biaya untuk membeli pakaian adat.

Pasalnya pihak sekolah tidak memberikan biaya untuk membali pakaian tersebut.

Hanya saja, Munajam mengakui, cara guru bagian kesiswaan melakukan komunikasi yang dinilai tidak tepat dengan ERA.

“Kami sudah membicarakan masalah ini secara langsung dengan orangtua ERA, dan meminta maaf atas kesalahan guru kami dalam berkomunikasi,” ungkap Munajam di Bekasi, Sabtu (12/8).

ERA memang dipilih sebagai duta, namun bukan untuk acara di sekolahnya. Yang benar, 19 Agustus 2017, SMPN 41 diminta Kelurahan Bojong Rawalumbu dengan mengikutsertakan 100 siswa.

Di kelas 7A, dipilih ERA dan satu temannya, karena dianggap pas menjadi duta.

“Saya sudah cek lagi, tidak ada agenda kegiatan penyambutan Wali Kota di SMPN 41 Kota Bekasi. Yang ada adalah kirab budaya di Kecamatan Rawalumbu pada 19 Agustus nanati,” kata Munajam.

Terpisah Komisioner KPAD Kota Bekasi Rury Arief Rianto yang menyempatkan datang ke SMPN 41 Kota Bekasi untuk memberi pengarahan kepada pihak sekolah.

Menurutnya, sekolah, sebagai institusi pendidikan, harus memberikan contoh yang baik kepada siswanya.

“Saya berharap tidak ada kekerasan psikis yang terjadi di sekolah, apalagi yang melakukan adalah seorang guru. Persoalan anak memang kompleks, sehingga kita sebagai orang dewasa mesti memahaminya lebih jauh, termasuk dari segi psikisnya,” kata Rury.

Taufan, orangtua ERA, berterima kasih kepada KPAD Kota Bekasi yang telah merespon secara cepat mengenai kejadian itu.

Ia mengaku dihubungi langsung oleh Satgas Reaksi Cepat KPAD Kota Bekasi Sopar Makmur, lalu ditanyai mendetail mengenai kasus yang menimpa ERA.

“Bapak Sopar Makmur dari KPAD menghubungi saya dan menanyakan detailnya. Tadi saya juga sudah berbicara dengan kepala sekolah. Saya selalu berharap kejadian seperti ini tidak menimpa anak saya lagi, juga anak-anak yang lain,” tandas Taufan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...
PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 17:07 WIB

PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar

Ahmad Heryawan mengatakan target anggota legislatif dari partainya dalam Pemilu 2019 mendatang adalah bisa menguasai 51 kursi di DPRD Jawa ...