Selasa, 20 Februari 2018 | 18.20 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Waduh, Siswa di Bekasi Batal jadi Duta Sekolah Diduga Karena Bapaknya Ngojek

Waduh, Siswa di Bekasi Batal jadi Duta Sekolah Diduga Karena Bapaknya Ngojek

Reporter : Trias Agustian | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 11:53 WIB

IMG-6300

Ilustrasi

Bekasi, kini.co.id – Bagaimana perasaan seorang siswa ketika mendapatkan tindakan diskriminatif dari guru di sekolah, hanya karena orang tuanya tidak kaya?

ERA adalah siswa kelas 7 di SMP Negeri 41 Kota Bekasi. Belum lama ini, seorang guru memilihnya menjadi duta sekolah untuk menyambut kedatangan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dalam waktu dekat.

“Dari satu sekolah, dipilihlah dua orang. Satu perempuan, satu laki-laki. Semuanya kelas 7. Ini untuk keperluan menyambut kedatangan wali kota,” kata Taufan, bapak ERA, mengawali kisahnya, Sabtu (12/8/2017).

Seorang guru menjelaskan kepada ERA, bahwa dalam penyambutan nanti, duta mesti mengenakan pakaian adat dan dirias. Sebagai anak remaja, ERA tentu sangat gembira.

Di hari yang sama, ERA ditanya mengenai latar belakang orangtuanya. Terutama informasi pekerjaan bapaknya. Ia menjawab apa adanya bahwa bapaknya merupakan pengemudi ojek online Grab.

“Setelah tahu informasi latar belakang profesi saya, guru tersebut kemudian mengatakan kepada anak saya mengenai pencoretan namanya. Nama anak saya diganti dengan yang lain tanpa penjelasan apa pun,” cerita Taufan.

Pulang sekolah, ERA menangis. Sang ibu kemudian menanyakan ada apa gerangan. ERA pun menceritakan perihal pencoretan namanya dari daftar duta sekolah. ERA berkesimpulan namanya dicoret karena bapaknya berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

“Anak saya yang mengambil kesimpulan seperti itu, dia kemungkinan tertekan secara psikis. Istri saya akhirnya memberi pemahaman agar anak saya tidak jatuh mentalnya,” kata Taufan.

ERA diberi penjelasan oleh ibunya, namanya mungkin dicoret agar kegiatan menjadi duta sekolah tidak membebani bapaknya. Sebab, untuk menyewa pakaian adat dan aksesoris lainnya, mengeluarkan uang tidak sedikit.

“Setelah diberikan pemahaman seperti itu oleh istri saya, anak saya agak lega. Tapi saya tidak tahu apa yang tersimpan di pikirannya. Namanya anak, pasti minder,” cerita Taufan.

Taufan berharap, kejadian seperti itu tidak terulang kepada siswa lain. Seorang guru harus lebih hati-hati terhadap psikologis anak, jangan sampai membuatnya merasa terdiskriminasi, apalagi terintimidasi.

“Saya dengar Kota Bekasi punya program menjadi Kota Ramah Anak. Artinya, sebisa mungkin, anak-anak harus mendapatkan perhatian khusus, termasuk psikisnya,” kata Taufan, menutup ceritanya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ketika dikonfirmasi mengatakan, sekolah tidak bisa menghambat aktivitas siswa hanya karena faktor di luar sekolah.

“Tidak ada urusannya (sekolah dengan pekerjaan orang tua siswa),” katanya.

Rahmat Effendi mengatakan akan menindak lanjuti laporan tersebut.

“Nanti kami urus, sejauh mana (duduk perkara) informasi itu,” tandas pria akrab disapa Pepen.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas
Sumatera Utara - Selasa, 20 Februari 2018 - 12:27 WIB

Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas

Warga Tanah Karo, Sumut dikejutkan dengan dentuman keras erupsi Gunung Sinabung, Senin (19/2/2018) kemarin.Bahkan sebuah video anak-anak sekolah yang ketakutan ...
Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 21:07 WIB

Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub

Deddy Mizwar sesumbar mampu memenangkan Pilgub Jabar 2018. Calon Gubernur Jawa Barat, yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi, tersebut menargetkan mampu ...
Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan
Sumatera Utara - Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 WIB

Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan

Walikota Medan Dzulmi Eldin mengajak pelaku usaha di Kota Medan agar ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota dengan turut menghias taman ...
Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:08 WIB

Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) akan mengintensifkan kampanye di kota dan kabupaten ...
Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:07 WIB

Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bekasi R. Ruddy Gandakusumah, berkujung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan ...
Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:00 WIB

Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin

Pengendara motor dan mobil di Jalan Cemerlang, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi nyaris tertimpa reklame ambruk, Senin (19/2/2018). Beruntung ...