Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Riau>Cerita Lain Polisi Ditempeleng TNI, Netter: Dia Pakai Helm Kok

Cerita Lain Polisi Ditempeleng TNI, Netter: Dia Pakai Helm Kok

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 11 Agustus 2017 - 17:29 WIB

IMG-6294

Pemukulan seorang Polantas oleh oknum TNI. (Ist)

pekanbaru, kini.co.id – Sebuah video pemukulan seorang polisi oleh anggota TNI menjadi viral. Banyak yang geram melihat ulah TNI yang dinilai arogan dan sok jago di jalanan.

Kabar yang beredar, anggota polisi yang bernama Bripda Yoga sedang melakukan patroli rutin dan menegur anggota TNI bernama Serda WS karena tak pakai helm. Tak senang ditegur, Serda WS pun ngamuk serta memukul helm polisi tersebut.

Aksinya ini terekam warga dan menyebar cepat ke jagad maya. Akibatnya, Serda WS kini menjadi tahanan. Bahkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo sampai minta maaf atas kelakuannya.

(Baca juga: Dipenjara, Begini Kondisi Oknum TNI yang Tempeleng Kepala Polantas)

“Personel Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm. Namun saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur atau pun memberhentikan oknum TNI tersebut
Namun tiba-tiba oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjutnya memukul helm (kepala) Bripda Yoga 4 kali. Angota TNI tersebut benama Wira Sinaga pangkat Serda dinas di Korem,” jelas Kapolresta Pekanbaru, Riau, AKBP Susanto.

Versi Lain dari Warga

Menampik kabar yang melebar di masyarakat, sejumlah warga yang mengaku berada di lokasi kejadian pun menuturkan hal yang berbeda.

Mereka justru mengatakan Serda WS pada saat itu memakai helm. Dan amarah Serda WS adalah akibat sikap arogan polisi yang tidak mau minta maaf setelah menyenggol motornya.

Akun @miziwazza_ mengaku kejadian berawal ketika polantas mengejar pengendara yang akan ditilang. Saat mengejar, diduga polantas menyenggol kendaraan anggota TNI yang melintas di jalan yang sama.

(Baca juga:Begini Kronologi TNI Tempeleng Kepala Polantas di Jalan)

Akun ini juga membantah jika anggota TNI tersebut tidak membawa helm seperti yang dituduhkan. Ia yang merasa di lokasi kejadian terang-terangan menyebut jika anggota TNI tersebut membawa helm.

Hal tersebut ditambah dengan unggah foto potongan video yang diunggah oleh akun @dikipedung07.

Foto potongan video yang direkam dari sebuah mobil memperlihatkan helm merah yang tergantung di setang kemudi motor anggota TNI.

“Perhatikan video itu baik-baik. Itu helm pas turun dari motor dilepasnya dan digantung di setang. Warna merah. Yang jelas polisi itu yang arogan duluan. Sok sok. Udah disuruh minta maaf sama tentara itu baik-baik tapi dia malah nyelonong aja abis nyenggol tentara itu,” tulis akun @miziwazza_.

Demikian pula yang dituturkan seorang netter yang berkomentar di akun gosip IGtainment. Akun @riana_nha10 itu menuturkan kalau Serda WS memakai helm.

“Dia pakai helm kok,” ucapnya pada video yang diunggah akun gosip tersebut.

Ia juga menjelaskan, polisi tersebut tidak melawan karena sudah salah dari awal menyenggol dan tidak mau minta maaf.

“Pakai helm looh, hahahah kalian liat yang di vidio aja yaa, makanya liat yang nyata dan fakta biar tau. karna di vidio ini kalian berkomentar kayak tau aja kronologinya. Dia ditahan karena mukul,” tulisnya lagi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...