Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Riau>Begini Kronologi TNI Tempeleng Kepala Polantas di Jalan

Begini Kronologi TNI Tempeleng Kepala Polantas di Jalan

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 11 Agustus 2017 - 12:54 WIB

IMG-6291

Pemukulan seorang Polantas oleh oknum TNI. (Ist)

Pekanbaru, kini.co.id – Seorang pria yang merupakan oknum anggota TNI terekam kamera memukul marah-marah dan kepala seorang Polantas.

Aksi pria yang diketahui bernama Serda Wira Sinaga (WS) tersebut pun menjadi viral di media sosial.

Belakangan diketahui Serda WS tidak terima karena ditegur tidak pakai helm.
Ia pun berhenti di samping sepeda motor polantas yang bernama Bripda Yoga.

Ia pun terlihat marah-marah dan memukul kepala Bripda Yoga yang saat itu mengenakan helm. Bripda Yoga tampak berbicara secara baik-baik, namun Serda WS malah tetap marah. Ia menendang sepeda motor Bripda Yoga lalu pergi.

(Baca juga: Dipenjara, Begini Kondisi Oknum TNI yang Tempeleng Kepala Polantas)

Melihat si polisi juga ikut melaju, ia kemudian berhenti lagi dan kembali mendatangi Bripda Yoga. Beberapa.menit kemudian datang seorang polisi lain melerai.

Video ini seketika menjadi viral dan mendapat ribuan komentar dari netizen.
Serda Wira saat ini juga sudah mendekam di penjara akibat perbuatannya.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto menerangkan saat itu anggotanya, Bripda Yoga sedang melakukan patroli rutin.

Kejadian itu, kata dia terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Korbannya adalah Bripda Yoga Vernando anggota Sat Lantas Polresta Pekanbaru. Lokasi kejadian itu di Jl Sudirman tepatnya di depan pasar Sukaramai.

“Saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur ataupun memberhentikan oknum TNI tersebut. Lalu oknum angota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Bripda Yoga dipukul helmnya empat kali,” terangnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...