Senin, 11 Desember 2017 | 07.20 WIB
KiniNEWS>Regional>Riau>Begini Kronologi TNI Tempeleng Kepala Polantas di Jalan

Begini Kronologi TNI Tempeleng Kepala Polantas di Jalan

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 11 Agustus 2017 - 12:54 WIB

IMG-6291

Pemukulan seorang Polantas oleh oknum TNI. (Ist)

Pekanbaru, kini.co.id – Seorang pria yang merupakan oknum anggota TNI terekam kamera memukul marah-marah dan kepala seorang Polantas.

Aksi pria yang diketahui bernama Serda Wira Sinaga (WS) tersebut pun menjadi viral di media sosial.

Belakangan diketahui Serda WS tidak terima karena ditegur tidak pakai helm.
Ia pun berhenti di samping sepeda motor polantas yang bernama Bripda Yoga.

Ia pun terlihat marah-marah dan memukul kepala Bripda Yoga yang saat itu mengenakan helm. Bripda Yoga tampak berbicara secara baik-baik, namun Serda WS malah tetap marah. Ia menendang sepeda motor Bripda Yoga lalu pergi.

(Baca juga: Dipenjara, Begini Kondisi Oknum TNI yang Tempeleng Kepala Polantas)

Melihat si polisi juga ikut melaju, ia kemudian berhenti lagi dan kembali mendatangi Bripda Yoga. Beberapa.menit kemudian datang seorang polisi lain melerai.

Video ini seketika menjadi viral dan mendapat ribuan komentar dari netizen.
Serda Wira saat ini juga sudah mendekam di penjara akibat perbuatannya.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto menerangkan saat itu anggotanya, Bripda Yoga sedang melakukan patroli rutin.

Kejadian itu, kata dia terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Korbannya adalah Bripda Yoga Vernando anggota Sat Lantas Polresta Pekanbaru. Lokasi kejadian itu di Jl Sudirman tepatnya di depan pasar Sukaramai.

“Saat itu Bripda Yoga tidak ada menegur ataupun memberhentikan oknum TNI tersebut. Lalu oknum angota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Bripda Yoga dipukul helmnya empat kali,” terangnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...
PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 17:07 WIB

PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar

Ahmad Heryawan mengatakan target anggota legislatif dari partainya dalam Pemilu 2019 mendatang adalah bisa menguasai 51 kursi di DPRD Jawa ...