Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.35 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>PDIP dan Golkar Beri Sinyal Koalisi, Ridwan Kamil Ditinggal ?

PDIP dan Golkar Beri Sinyal Koalisi, Ridwan Kamil Ditinggal ?

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 10 Agustus 2017 - 22:02 WIB

IMG-6285

Walikota Bandung, Ridwan Kamil. (Ist)

BEKASI, kini.co.id – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Golongan Karya (Golkar) memberikan sinyal pasti berkoalisi di Pilkada Jabar 2018.

Hal itu, dinyatakan kuat setelah kedua partai besar resmi membentuk Tim Lima di Pilkada 2018. Lantas bagaimana nasib Ridwan Kamil di Pilgub Jabar ?

Sebagai bakal calon gubernur yang belum mempunyai partai politik, Ridwan Kamil masih membuka peluang kepada partai lain untuk berkomunikasi dengannya.

Bahkan, Pria yang akrab disapa Kang Emil itu memberi sinyal juga akan maju lewat jalur perseorangan atau biasa disebut, Independen.

“Dalam waktu dekat ini saya akan putuskan, maju lewat partai atau independen. jika lewat independen juga saya sudah menyiapkan persyaratan termasuk KTP dukungan,” kata dia, Kamis (10/8).

Namun, Emil tetap yakin akan maju lewat koalisi partai. Diakuinya, ada beberapa Partai yang sudah intensif menjalin komunikasi dengannya. Diantaranya, Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Komunikasi tetap dilanjutkan sampai terjadi hitam di atas putih,” tuturnya.

Ketika ditanyakan PDIP yang kemungkinan menutup pintu mengusung dirinya pada Pilgub Jabar 2018 mendatang. Emil irit bicara.

“Ya, kita lihat saja. Politik masih dinamis,” tutur Emil.

Yang jelas, kata Emil, ia tetap menargetkan calon Gubernur Jawa Barat dan ogah menjadi Calon Wakil Gubernur Jabar.

“Saya tidak akan merubah target. Kalau hanya menargetkan cawagub lebih baik saya tidak mencalonkan,” tegas dia.

Hasil survei, Emil memiliki potensi tertinggi dipilih warga sebagai Gubernur Jawa Barat dengan angka 53,75 persen.

Karena itu, ia bersyukur jika dalam beberapa hasil survei menempatkan dirinya dalam posisi teratas. Namun demikian, Emil tidak mau takabur dengan hasil survei tersebut.

“Saya bersyukur dan tidak mau takabur. Definisi tidak mau takabur itu, tidak mau mengandalkan survei-survei hanya satu patokan,” tuturnya.

Emil menduga, jika salah satu faktor yang membuat elektabilitas tinggi yakni, karena kinerjanya membangun Bandung diapresiasi oleh warga Jawa Barat.

“Saya menduga kinerja di Bandung diapresiasi oleh masyarakat Jabar. Berati kuncinya Saya kerja aja sebanyak-banyaknya untuk Bandung nanti diapresiasi oleh masyarakat Jabar,” pungkasnya.

Nama Emil masuk dalam hitungan Cagub Jabar di PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga telah mempersiapkan tiga kader terbaiknya menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang. Diantarnya Ketua Tanfidiyah DPW PKB, Jawa Barat, Syaiful Huda dan dua Anggota DPR RI, Wahidi dan Cucun.

Ketua PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan partainya menargetkan calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang sesuai rencana akan disandingkan dengan Wali Kota Bandung, itu.

“Setidaknya ada tiga kader yang disiapkan, Pak Syaiful Huda, Haji Cucun dan Wahidi,” katanya.

Ustuchri mengatakan, PKB bisa saja mengusung putra pasundan itu maju di Pilkada Jawa Barat dengan mempaketkan dengan kader PKB.

“Yang pasti saat ini sedang penjajakan. PKB juga ingin memunculkan calon dari internal partai pastinya,” tutur Ustuchri.

Dengan memiliki modal tujuh kursi di DPRD Jawa barat, lanjut Ustuchri, PKB optimis target tersebut akan tercapai. Selain, itu PKB memiliki basis massa kaum Nahdiyin.

“Harus ada kader NU yang mimpin Jawa Barat,” ujar Ustuchri.

Menurutnya, PKB memiliki banyak tokoh yang memiliki peluang untuk turut serta meramaikan Pilgub Jabar.

“Modalnya jelas ada 7 kursi di DPRD. Saya yakin ulama dan santri juga mendukung PKB,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...