Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23.49 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>PDIP dan Golkar Beri Sinyal Koalisi, Ridwan Kamil Ditinggal ?

PDIP dan Golkar Beri Sinyal Koalisi, Ridwan Kamil Ditinggal ?

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 10 Agustus 2017 - 22:02 WIB

IMG-6285

Walikota Bandung, Ridwan Kamil. (Ist)

BEKASI, kini.co.id – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Golongan Karya (Golkar) memberikan sinyal pasti berkoalisi di Pilkada Jabar 2018.

Hal itu, dinyatakan kuat setelah kedua partai besar resmi membentuk Tim Lima di Pilkada 2018. Lantas bagaimana nasib Ridwan Kamil di Pilgub Jabar ?

Sebagai bakal calon gubernur yang belum mempunyai partai politik, Ridwan Kamil masih membuka peluang kepada partai lain untuk berkomunikasi dengannya.

Bahkan, Pria yang akrab disapa Kang Emil itu memberi sinyal juga akan maju lewat jalur perseorangan atau biasa disebut, Independen.

“Dalam waktu dekat ini saya akan putuskan, maju lewat partai atau independen. jika lewat independen juga saya sudah menyiapkan persyaratan termasuk KTP dukungan,” kata dia, Kamis (10/8).

Namun, Emil tetap yakin akan maju lewat koalisi partai. Diakuinya, ada beberapa Partai yang sudah intensif menjalin komunikasi dengannya. Diantaranya, Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Komunikasi tetap dilanjutkan sampai terjadi hitam di atas putih,” tuturnya.

Ketika ditanyakan PDIP yang kemungkinan menutup pintu mengusung dirinya pada Pilgub Jabar 2018 mendatang. Emil irit bicara.

“Ya, kita lihat saja. Politik masih dinamis,” tutur Emil.

Yang jelas, kata Emil, ia tetap menargetkan calon Gubernur Jawa Barat dan ogah menjadi Calon Wakil Gubernur Jabar.

“Saya tidak akan merubah target. Kalau hanya menargetkan cawagub lebih baik saya tidak mencalonkan,” tegas dia.

Hasil survei, Emil memiliki potensi tertinggi dipilih warga sebagai Gubernur Jawa Barat dengan angka 53,75 persen.

Karena itu, ia bersyukur jika dalam beberapa hasil survei menempatkan dirinya dalam posisi teratas. Namun demikian, Emil tidak mau takabur dengan hasil survei tersebut.

“Saya bersyukur dan tidak mau takabur. Definisi tidak mau takabur itu, tidak mau mengandalkan survei-survei hanya satu patokan,” tuturnya.

Emil menduga, jika salah satu faktor yang membuat elektabilitas tinggi yakni, karena kinerjanya membangun Bandung diapresiasi oleh warga Jawa Barat.

“Saya menduga kinerja di Bandung diapresiasi oleh masyarakat Jabar. Berati kuncinya Saya kerja aja sebanyak-banyaknya untuk Bandung nanti diapresiasi oleh masyarakat Jabar,” pungkasnya.

Nama Emil masuk dalam hitungan Cagub Jabar di PKB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga telah mempersiapkan tiga kader terbaiknya menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang. Diantarnya Ketua Tanfidiyah DPW PKB, Jawa Barat, Syaiful Huda dan dua Anggota DPR RI, Wahidi dan Cucun.

Ketua PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri mengatakan partainya menargetkan calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang sesuai rencana akan disandingkan dengan Wali Kota Bandung, itu.

“Setidaknya ada tiga kader yang disiapkan, Pak Syaiful Huda, Haji Cucun dan Wahidi,” katanya.

Ustuchri mengatakan, PKB bisa saja mengusung putra pasundan itu maju di Pilkada Jawa Barat dengan mempaketkan dengan kader PKB.

“Yang pasti saat ini sedang penjajakan. PKB juga ingin memunculkan calon dari internal partai pastinya,” tutur Ustuchri.

Dengan memiliki modal tujuh kursi di DPRD Jawa barat, lanjut Ustuchri, PKB optimis target tersebut akan tercapai. Selain, itu PKB memiliki basis massa kaum Nahdiyin.

“Harus ada kader NU yang mimpin Jawa Barat,” ujar Ustuchri.

Menurutnya, PKB memiliki banyak tokoh yang memiliki peluang untuk turut serta meramaikan Pilgub Jabar.

“Modalnya jelas ada 7 kursi di DPRD. Saya yakin ulama dan santri juga mendukung PKB,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ini Nama-nama Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota se-Jabar Terpilih
Jawa Barat - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:02 WIB

Ini Nama-nama Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota se-Jabar Terpilih

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat telah mengumumkan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten/Kota ...
Malunya, Kader Partai Ini Kepergok Keluarga Lagi Selingkuh di Hotel
Sumatera Selatan - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 15:43 WIB

Malunya, Kader Partai Ini Kepergok Keluarga Lagi Selingkuh di Hotel

Fenomena perselingkuhan sepertinya tak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat. Meski terlarang, masih ada saja yang coba-coba melakukannya walaupun harga diri ...
Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang ...
PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:26 WIB

PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar

Meski DPD DI-Perjuangan Jawa Barat menyatakan koalisi dengan Partai Golkar di 12 Kabupaten/Kota untuk menghadapi pilkada serentak.Namun langkah itu belum ...
Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September
DKI Jakarta - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:54 WIB

Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September

Bagi Anda pengendara sepeda yang kerap melintas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Bundaran Senayan harap melalui ...
Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:46 WIB

Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Labuhan Batu Utara dijamu di kediaman Wakil Bupati Labura, Tanjung Sari Aek Kanopan, (17/8).Pasukan tersebut ...