Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.29 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Tak Kuat, Istri Zoya Enggan Lihat Makam Suami Dibongkar

Tak Kuat, Istri Zoya Enggan Lihat Makam Suami Dibongkar

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 9 Agustus 2017 - 12:05 WIB

IMG-6267

Warga menunggu makam Zoya dibongkar. (KiniNews/Ardiansyah)

Bekasi, kini.co.id – Rasa sedih dan perih masih membekas di hati Siti Zubaidah, istri Muhammad Al Zahra (Zoya).

Meskipun ia sudah memaafkan pelaku, ia masih tidak kuat untuk melihat makam suaminya dibongkar.

“Gak ingin aja mas, takut gak kuat, takut ada apa-apa sama kandunganya,” kata Pandi, mertua korban, Rabu (9/8/2017).

Senada, kuasa hukum keluarga Joya, Abdul Chalim Sobri membenarkan, jika pembongkaran tersebut membuat keluarga korban trauma.

“Kadang autopsi itu menjadi suatu dilema buat kita. Satu sisi karena (autopsi) untuk penegakan hukum, satu sisi kita harus menghormati nilai nilai ibadah orang,” ucapnya.

Alasan kedua, kata dia, karena keluarga masih syok, di agamanya perempuan tidak harus datang ke makam.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Indentification (DIV) Bibdokes Polda Metro Jaya bersama Forensik RS Polri, berencana melakukan autopsi terhadap jenazah M Alzahra alias (30), ayah dua anak yang tewas dibakar massa karena dituduh mencuri amplifier.

Proses autopsi itu dilaksanakan di tempat pemakaman umun (TPU) Kedondong, BTN Buni Asih, Kampung Kongsi, Cikarang Utara, dengan diawali pembongkaran makam, Rabu (9/8/2017).

Sementara di lokasi makam, warga sekitar terus berdatangan. Warga yang mayoritas kaum ibu itu, mengaku penasaran dengan langkah Polres Metro Bekasi yang membongkar pusara Alzahra setelah sepekan dimakamkan.

Bahkan, warga rela duduk menunggu berjam-jam, dari jadwal yang di agendakan pada pukul 08.00 Wib.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...