Selasa, 20 Februari 2018 | 12.41 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Pungli PPDB, Ombudsman Jabar Terima Puluhan Aduan

Pungli PPDB, Ombudsman Jabar Terima Puluhan Aduan

Reporter : Yudi | Rabu, 9 Agustus 2017 - 00:00 WIB

IMG-6260

Ketua Ombudsman Perwakilan Jabar Haneda Sri Lastoto memaparkan hasil pengaduan soal PPDB di Jabar dalam Workshop Deseminasi Hasil Rapid Assesment dan Hasil Pemantauan tentang PPDB 2017 Jabar di Hotel Nexa Kota Bandung, Selasa (8/8). KiniNews/Dadan Januar.

BANDUNG, kini.co.id – Permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Barat menjadi fokus perhatian Ombudsman.

Berdasarkan data pengaduan yang masuk ke perwakilan Ombudsman Jawa Barat terdapat 37 aduan terkait pungutan liar (pungli) terkait PPDB.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Purwakarta, misalnya ada jual beli kuota akademik oleh oknum ormas yang nilainya sampai Rp10 juta per orang.

Kemudian di Kabupaten Subang, jual beli kuota akademik oleh oknum nilainya mencapai Rp5 juta sampai Rp15 juta.

Ketua Ombudsman Perwakilan Jabar Haneda Sri Lastoto mengatakan, sejumlah permasalahan yang terjadi, di antaranya diakibatkan kesalahan sistemik dan administratif yang mendasar yang dilakukan pihak penyelenggara.

Selain itu, terjadi pula pelanggaran dengan modus operandi yang terus berulang setiap tahunnya yang dilakukan oknum masyarakat dan oknum sekolah.

“Harus ada komitmen bersama untuk perbaikan pelayanan publik dalam pendidikan,” tegas Haneda dalam acara Workshop Deseminasi Hasil Rapid Assesment dan Hasil Pemantauan tentang PPDB 2017 Jabar di Hotel Nexa Kota Bandung, Selasa (8/8).

Haneda menejelaskan kasus yang kembali ditemukan pihaknya, yakni calo jual beli kursi di sekolah, pengurangan kuota siswa rawan meneruskan pendidikan (RMP), hingga pelaksanaan PPDB jalur perjanjian yang menyalahi aturan.

Ia menekankan, hal yang paling menjadi sorotan pihaknya, yakni petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan yang dinilainya terlambat.

Kondisi tersebut berdampak pada aturan pemerintah daerah yang tidak matang dan terkesan dipaksakan.

Pihaknya kata Haneda juga menyoroti praktik jual beli kursi yang ditemukan di sejumlah daerah, terutama di sekolah-sekolah negeri favorit. Kasus tersebut, di antaranya ditemukan di Purwakarta, Kota Bandung, dan Kabupaten Subang.

Menurut Haneda, calo jual beli kursi sekolah ini diketahui oknum ormas, LSM, hingga pihak sekolah yang memanfaatkan keinginan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah pavorit demi mendapatkan keuntungan ekonomi.

Modus pungli lainnya yang dilakukan pihak sekolah terhadap orang tua siswa, yakni dengan modus penjualan seragam dan buku. Sumbangan ini dikatakan pungli karena tidak sesuai dengan prosedur pemungutan sumbangan.

Ombudsman, kata Haneda telah melaporkan temuan pihaknya itu kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk segera ditindaklanjuti.

Ia juga bekerja sama dengan Tim Saber Pungli terkait pungutan yang tidak sesuai prosedur untuk diselidiki lebih lanjut. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas
Sumatera Utara - Selasa, 20 Februari 2018 - 12:27 WIB

Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas

Warga Tanah Karo, Sumut dikejutkan dengan dentuman keras erupsi Gunung Sinabung, Senin (19/2/2018) kemarin.Bahkan sebuah video anak-anak sekolah yang ketakutan ...
Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 21:07 WIB

Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub

Deddy Mizwar sesumbar mampu memenangkan Pilgub Jabar 2018. Calon Gubernur Jawa Barat, yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi, tersebut menargetkan mampu ...
Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan
Sumatera Utara - Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 WIB

Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan

Walikota Medan Dzulmi Eldin mengajak pelaku usaha di Kota Medan agar ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota dengan turut menghias taman ...
Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:08 WIB

Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) akan mengintensifkan kampanye di kota dan kabupaten ...
Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:07 WIB

Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bekasi R. Ruddy Gandakusumah, berkujung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan ...
Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:00 WIB

Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin

Pengendara motor dan mobil di Jalan Cemerlang, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi nyaris tertimpa reklame ambruk, Senin (19/2/2018). Beruntung ...