Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.42 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Sumut Tempati urutan Ketiga Kasus Trafficing

Sumut Tempati urutan Ketiga Kasus Trafficing

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 8 Agustus 2017 - 23:37 WIB

IMG-6258

Ilustrasi Trafficing. Istimewa

MEDAN, kini.co.id – Kasus perdagangan orang di Sumatera Utara yang terus meningkat dari tahun ke tahun mengantarkan masuk peringkat ketiga di Indonesia.

Urutan pertama masih ditempati Jawa Barat disusul kemudian Jawa Timur, NTT, Kupang dan Papua.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Nurlela, mengakui tingginya angka kasus perdagangan anak di Sumut memang tinggi.

“Penyebab utama dari kasus perdagangan orang ini adalah tingginya angka pengangguran,” ujar Nurlela kepada wartawan di Medan, Selasa (8/8).

Nurlela menjelaskan tingginya kasus perdagangan orang di Sumut ini bisa dilihat dari jumlah kasus yang ada di Sumut hingga April 2017 mencapai 33 orang.

Namun demikian, angka ini terus ditekan pihaknya dengan melakukan koordinasi ke Bareskrim, LSM dan pihak terkait lainnya.

“Indonesia merupakan negara sumber perdagangan, transit dan tujuan dari perdagangan orang terhadap perempuan dan anak, terutama untuk tujuan prostitusi dan ekpolitasi terhadap anak,” ungkapnya.

Berdasarkan data Pemprov Sumut, kasus perdagangan anak cenderung mengalami peningkatan pada kurun waktu 3 tahun terakhir dari 410 kasus pada tahun 2010 meningkat menjadi 480 kasus di tahun 2011 dan menjadi 673 kasus pada tahun 2012.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kantor Jamkrindo Unit Madina Diresmikan
Sumatera Utara - Rabu, 18 Oktober 2017 - 21:41 WIB

Kantor Jamkrindo Unit Madina Diresmikan

Kantor Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) unit pelayanan Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (18/10) resmi dibuka secara simbolis oleh Pelaksana teknis (Plt) ...
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...