Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.40 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Pertumbuhan Ekonomi Jabar Melambat Akibat Faktor Ekspor Tertekan

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Melambat Akibat Faktor Ekspor Tertekan

Reporter : Yudi | Senin, 7 Agustus 2017 - 16:20 WIB

IMG-6248

Pekerja mengangkut limbah padat yang berasal dari 30 perusahaan tekstil di Bandung, Jawa Barat, ditampung oleh PT SUPERBTEX setiap hari. Limbah padat itu kemudian disortir menurut jenis bahan baku dandiolah menjadi bahan baku utama yang bernilai ekonomis. KiniNews/IST

BANDUNG, kini.co.id – Badan Pusat statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal dua ini melambat yang tumbuh mencapai 5,29 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 6,06 persen.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Jabar tersebut didorong adanya kendala ekspor yang masih berada dalam tekanan.

Dikatakannya dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 11,84 persen. Dari sisi Pengeluaran oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,51 persen dan ekspor barang dan jasa tumbuh 9,10 persen.

Selanjutnya pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi sebesar minus 18,53 persen.

“Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II-2017 (y-on-y), industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 2,04 persen,” terangnta di Bandung, Senin (7/8).

Lanjutnya, hal itu diikuti oleh komponen PMTB sebesar 0,67 persen. Sementara itu hanya komponen Perubahan Inventori yang memberikan andil negatif sebesar 0,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Dengan demikian diprediksikan ekonomi Jabar masih cenderung stagnan pada kuartal dua ini, yang tampak pada indeks tendensi konsumen stagnan di angka 102,19. Dengan kata lain konsumen masih optimistis, namun angkanya di bawah kuartal dua. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...