Senin, 11 Desember 2017 | 07.23 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Pertumbuhan Ekonomi Jabar Melambat Akibat Faktor Ekspor Tertekan

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Melambat Akibat Faktor Ekspor Tertekan

Reporter : Yudi | Senin, 7 Agustus 2017 - 16:20 WIB

IMG-6248

Pekerja mengangkut limbah padat yang berasal dari 30 perusahaan tekstil di Bandung, Jawa Barat, ditampung oleh PT SUPERBTEX setiap hari. Limbah padat itu kemudian disortir menurut jenis bahan baku dandiolah menjadi bahan baku utama yang bernilai ekonomis. KiniNews/IST

BANDUNG, kini.co.id – Badan Pusat statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal dua ini melambat yang tumbuh mencapai 5,29 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 6,06 persen.

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Jabar tersebut didorong adanya kendala ekspor yang masih berada dalam tekanan.

Dikatakannya dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 11,84 persen. Dari sisi Pengeluaran oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,51 persen dan ekspor barang dan jasa tumbuh 9,10 persen.

Selanjutnya pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi sebesar minus 18,53 persen.

“Jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan II-2017 (y-on-y), industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 2,04 persen,” terangnta di Bandung, Senin (7/8).

Lanjutnya, hal itu diikuti oleh komponen PMTB sebesar 0,67 persen. Sementara itu hanya komponen Perubahan Inventori yang memberikan andil negatif sebesar 0,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Dengan demikian diprediksikan ekonomi Jabar masih cenderung stagnan pada kuartal dua ini, yang tampak pada indeks tendensi konsumen stagnan di angka 102,19. Dengan kata lain konsumen masih optimistis, namun angkanya di bawah kuartal dua. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...
PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 17:07 WIB

PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar

Ahmad Heryawan mengatakan target anggota legislatif dari partainya dalam Pemilu 2019 mendatang adalah bisa menguasai 51 kursi di DPRD Jawa ...