Senin, 11 Desember 2017 | 07.18 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Jargon Sumut PATEN Kembali Dikritisi Politisi PKS

Jargon Sumut PATEN Kembali Dikritisi Politisi PKS

Jumat, 28 Juli 2017 - 16:54 WIB

IMG-6163

Kacu Sumut Paten. (Ist)

Medan, kini.co.id – Jargon Sumatera Utara PATEN yang dinilai sepihak hanya digunakan oleh Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi kembali mendapat kritikan keras dari Salman Al-Farisi, poltisi PKS di Medan, Sumatera Utara.

Anggota DPRD Medan itu dalam status akun media sosialnya menggugah kritikannya kepada Tengkur Erry Nuradi yang dianggap melakukan kampanye terselubung lewat jargon PATEN pada kacu jama’ah calon haji asal Medan baru-baru ini.

“Kacu jamaah haji Sumut. Sejak kapan Provinsi berubah nama jadi Sumut Paten? Baru tau kita,” kata Salman dalam statusnya kemarin.

Tak hanya menyoal perubahan nama provinsi, Salman juga menyertakan tagar yang jelas menuding bahwa Kacu tersebut menjadi ajang kampanye.

“#HajiAjangKampanyeTerselubung,” tulis Salman.
Status Salman tersebut pun telah dibagikan sejumlah warganet lainnya

“Paten kali bah jalan pada berlubang lubang,” tulis sebuah akun facebook Relawan Campursari.

“Paten kan bisa juga patentengan,” tulis Abdul Azis.

Menanggapi jargon Sumut PATEN, Wakil Sekretaris DPW Nasdem Sumut, Natanail Ketaren menampik tudingan Salman Al-Farisi tersebut.

Ia menyebutkan jika jargon Sumut PATEN bukanlah kampanye terselubung namun merupakan motivasi bagi segenap jajaran masyarakat dan aparat di Sumut untuk bersama mewujudkannya.

“Ya walaupun slogan tersebut juga akronim dari nama Gubsu yaitu Pak Tengku Erry Nuriadi, namun semestinya bang Salman juga harus bercemin saat Gatot PN masih menjadi Gubernur. Dalam setiap kesempatan dan tempat selalu kampaye Slogan GANTENG dengan foto Gatot PN yang narsis juga,” ungkapnya saat dihubungi di Medan, Jumat (28/7).

Natanael juga menyebut status yang diunggah Salman Al-Farisi adalah lelucuan yang harus dikritisi.

“Lucu saja denger pernyataan Salman tersebut,” ujar Natanael.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...
PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 17:07 WIB

PKS targetkan 51 kursi di DPRD Jabar

Ahmad Heryawan mengatakan target anggota legislatif dari partainya dalam Pemilu 2019 mendatang adalah bisa menguasai 51 kursi di DPRD Jawa ...