Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.33 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Jargon Sumut PATEN Kembali Dikritisi Politisi PKS

Jargon Sumut PATEN Kembali Dikritisi Politisi PKS

Jumat, 28 Juli 2017 - 16:54 WIB

IMG-6163

Kacu Sumut Paten. (Ist)

Medan, kini.co.id – Jargon Sumatera Utara PATEN yang dinilai sepihak hanya digunakan oleh Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi kembali mendapat kritikan keras dari Salman Al-Farisi, poltisi PKS di Medan, Sumatera Utara.

Anggota DPRD Medan itu dalam status akun media sosialnya menggugah kritikannya kepada Tengkur Erry Nuradi yang dianggap melakukan kampanye terselubung lewat jargon PATEN pada kacu jama’ah calon haji asal Medan baru-baru ini.

“Kacu jamaah haji Sumut. Sejak kapan Provinsi berubah nama jadi Sumut Paten? Baru tau kita,” kata Salman dalam statusnya kemarin.

Tak hanya menyoal perubahan nama provinsi, Salman juga menyertakan tagar yang jelas menuding bahwa Kacu tersebut menjadi ajang kampanye.

“#HajiAjangKampanyeTerselubung,” tulis Salman.
Status Salman tersebut pun telah dibagikan sejumlah warganet lainnya

“Paten kali bah jalan pada berlubang lubang,” tulis sebuah akun facebook Relawan Campursari.

“Paten kan bisa juga patentengan,” tulis Abdul Azis.

Menanggapi jargon Sumut PATEN, Wakil Sekretaris DPW Nasdem Sumut, Natanail Ketaren menampik tudingan Salman Al-Farisi tersebut.

Ia menyebutkan jika jargon Sumut PATEN bukanlah kampanye terselubung namun merupakan motivasi bagi segenap jajaran masyarakat dan aparat di Sumut untuk bersama mewujudkannya.

“Ya walaupun slogan tersebut juga akronim dari nama Gubsu yaitu Pak Tengku Erry Nuriadi, namun semestinya bang Salman juga harus bercemin saat Gatot PN masih menjadi Gubernur. Dalam setiap kesempatan dan tempat selalu kampaye Slogan GANTENG dengan foto Gatot PN yang narsis juga,” ungkapnya saat dihubungi di Medan, Jumat (28/7).

Natanael juga menyebut status yang diunggah Salman Al-Farisi adalah lelucuan yang harus dikritisi.

“Lucu saja denger pernyataan Salman tersebut,” ujar Natanael.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...