Selasa, 12 Desember 2017 | 05.47 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Survey: Rekrutmen CPNS Jadi Sektor Terkorup di Sumut

Survey: Rekrutmen CPNS Jadi Sektor Terkorup di Sumut

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 28 Juli 2017 - 09:52 WIB

IMG-6157

PNS. (Ilustrasi)

Medan, kini.co.id – Perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan anggota kepolisian memang selalu rawan dengan tindak korupsi.
Bahkan suap-menyuap terkadang dilakukan secara terang-terangan demi memperoleh kursi sebagai abdi negara.

Bahkan Survey Anti Korupsi Polling Centre- Indonesia Corruption Watch (ICW) membuktikan sektor mendaftar kerja jadi PNS dinilai sebagai sektor terkorup.

Hal itu karena 56 persen masyarakat menyatakan bahwa mereka pernah diminta uang secara ilegal oleh pihak tertentu ketika menggunakan jasa atau interaksi dalam sektor ini.

“Begitu juga dengan kepolisian dimana terdapat 50 persen masyarakat yang pernah berhubungan dengan Kepolisian (10 persen dari total responden Sumatera) menyatakan pernah diminta uang atau hadian secara tidak resmi,” terang peneliti ICW, Febri Hendri dalam diskusi Hasil Survey Mengenai Presepsi Korupsi di Indonesiaā€¯ yang digelar di Medan, Kamis (27/7/2017).

Ia mengatakan hasil terbilang ini wajar mengingat rekrutmen CPNS merupakan sektor yang banyak berhubungan dengan masyarakat. Selain itu, dipengaruhi warisan persepsi korupsi dalam setiap proses rekrutmen CPNS tahun sebelumnya.

“Warisan persepsi ini diduga berkontribusi terhadap persepsi buruk terhadap sektor rekrutmen CPNS meski telah ada perbaikan sistem rekrutmen seperti penggunaan CAT (Computer Assisted Test) dalam salah satu tahapan rekrutmen tersebut,” ungkapnya dalam acara yang digelar Sentra Advokasi Untuk Hak Pendidikan Rakyat (Sahdar) bekerjasama dengan Polling Center, Indonesia Business Links (IBL), Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Sebagai informasi, survey anti korupsi ini dilaksanakan dalam periode April dan Mei 2017 di 34 provinsi, 177 Kabupaten/Kota, 212 Desa/Kelurahan seluruh Indonesia dengan total responden sebesar 2.235

Adapun metode survey yang digunakan adalah menggunakan teknik sampling Multistage Random Sampling dengan PPS (Probability Proportional to Size) dimana jumlah sampel tiap provinsi disesuaikan secara proporsional dengan jumlah penduduknya.

Dengan jumlah sampel sebesar ini dan tingkat kepercayaan 95 persen maka diprediksi MoE (Margin of Error) mencapai kurang lebih 2,1 persen.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:46 WIB

Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana

Hasil survei Lembaga Survei Bekasi Institute menempatkan politisi PAN, Lucky Hakim pada posisi kedua setelah Rahmat Effendi dan diatas politisi ...
Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:42 WIB

Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul

Ada tiga nama yang bakal dipilih masyarakat Kota Bekasi apabila pemilihan kepala daerah dilakukan sekarang. Ketiga nama itu, yakni Rahmat ...
Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 20:26 WIB

Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dias Perpustakaan dan Arsip bekerjasama dengan Forum Masyarakat Literasi akan menggelar pemecahan rekor Museum Rekor ...
Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 19:35 WIB

Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Tengku Erry menerima penghargaan atas upayanya ...
Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 18:39 WIB
Labura

Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah

Bupati Labura Kharuddin Syah mengajak masyarakat untuk meneladani Rasulullah SAW.Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 ...
Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 17:05 WIB

Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa siswi SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah ...