Selasa, 20 Februari 2018 | 18.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Reporter : Trias Agustian | Jumat, 28 Juli 2017 - 00:11 WIB

IMG-6150

Penumpang Trans-Jabodetabek. IST

BEKASI, kini.co.id – Operasional bus Trans-Jabodetabek jurusan Bundaran HI-Summarecon Bekasi masih sepi peminat. Padahal, tiap perjalanan bus tersebut sudah dilengkapi dengan voorijder yang berfungsi untuk memecah kemacetan sepanjang perjalanan.

Risa Martiana, warga Perumnas I, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mengaku belum mengetahui adanya operasional bus umum menggunakan voorijder.

Padahal, bus tersebut tentunya akan lebih cepat mengantarkan sampai depan kantornya yang terletak di daerah Sudirman, Jakarta Selatan.

“Wah saya baru tahu, kalau ada tentu saya antusias menggunakan bus tiap ke kantor,” ujar Risa, Kamis (27/7).

Risa menjelaskan, tiap hari Ia biasa berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Bekasi. Ini Ia lakukan agar cepat sampai tempat tujuan.

Terkadang, Risa mengaku lebih memilih menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) agar lebih cepat sampai.

Transportasi bus, kata Risa, sudah lama Ia tinggalkan. Perjalanan dari Bekasi menuju Jakarta yang harus melewati tol Jakarta-Cikampek dan Tol Lingkar dalam Kota membuat perjalanan yang Ia tempuh semakin lama.

“Kalau naik kereta maksimal 1,5 jam sudah sampai di stasiun Sudirman, kalau naik bus butuh waktu 2-3 jam lebih dari Bekasi. Kalau dibantu voorijder tentu lebih cepat,” kata dia.

Sayangnya, Ia menuding pemerintah terkait kurang menyosialisasikan hal tersebut. Sehingga pada hari pertama kendaraan bus tersebut dioperasikan masih banyak warga yang tidak mengetahui.

Seperti yang diketahui, sebanyak 30 unit bus Trans-Jabodetabek mulai beroperasi di Kota Bekasi mulai Kamis (27/7).

Angkutan massal milik Perum PPD melayani trayek Summarecon Bekasi-Bundaran HI mulai pukul 06.00 pagi. Bahkan, pemberangkatan pagi hari ini digratiskan hingga pukul 08.00 pagi.

Berdasarkan pengamatan, belasan armada Trans-Jabodetabek tampak berjejer di kawasan Summarecon Bekasi tepatnya di belakang halte Trans-Jakarta.

Tak ada satu pun penumpang ketika singgah di sana selama 20 menit.

Kepala Divisi Humas Perum PPD, Arga Narendra menyampaikan, Transjabodetabek kali ini berbeda dengan yang diluncurkan sebelum-sebelumnya.

Transportasi antar wilayah ini diyakini mampu memangkas lama waktu perjalanan hingga 70 persen.

“Kita lengkapi dengan voorijder agar bisa memangkas lama perjalanan. Saat uji coba pertama waktu tempuh berkurang 50 persen, target kami 70 persen,” kata Arga.

Menurut Arga, Trans-Jabodetabek berbeda dengan Trans-Jakarta dari Bekasi, meskipun sama-sama berangkat dari Summarecon Bekasi. Transjabodetabek, kata dia, setelah keluar tol menggunakan jalur arteri.

“Kalau Transjakarta masuk ke jalurnya sendiri,” ujarnya.

Arga mengatakan, tahap uji coba sekaligus sosialisasi bagi pengguna angkutan umum. Karena itu, belum banyak penumpang yang menggunakan moda transportasi tersebut.

Adapun, pemberangkatan tadi pagi jumlah penumpang yang berangkat dari Summarecon sebanyak 20 orang.

“Penumpang tidak hanya dari sini, di halte-halte juga menaikkan penumpang,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengungkapkan, pihaknya meminta agar Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) segera merealisasikan pembangunan High Occupancy Vehicle (HOV) atau jalur khusus transportasi Bekasi-Jakarta. Agar perjalanan Trans-Jabodetabek dari Bekasi tidak terhambat arus lalu lintas.

“Saat ini belum ada persetujuan dengan pengelola jalan tol, harusnya ada di sissi kiri disediakan khusus agar masyarakat antusias naik kendaraan umum,” ungkap Yayan.

Untuk jalur arteri, kata dia, di Kota Bekasi memang tidak berubah. Pertimbangannya, lebar bahu jalan tidak sesuai untuk dibuat jalur khusus.

Namun, pihaknya berupaya mengerahkan personil di sepanjang jalan arteri agar arus lalu lintas tidak mengganggu perjalanan.

“Tapi selama uji coba, bus hanya sampai Bekasi Barat, kalau nanti memungkinkan akan diperpanjang,” tandas Yayan. []

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas
Sumatera Utara - Selasa, 20 Februari 2018 - 12:27 WIB

Sinabung Meletus Lagi, Warga Tetap Beraktivitas

Warga Tanah Karo, Sumut dikejutkan dengan dentuman keras erupsi Gunung Sinabung, Senin (19/2/2018) kemarin.Bahkan sebuah video anak-anak sekolah yang ketakutan ...
Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 21:07 WIB

Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub

Deddy Mizwar sesumbar mampu memenangkan Pilgub Jabar 2018. Calon Gubernur Jawa Barat, yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi, tersebut menargetkan mampu ...
Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan
Sumatera Utara - Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 WIB

Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan

Walikota Medan Dzulmi Eldin mengajak pelaku usaha di Kota Medan agar ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota dengan turut menghias taman ...
Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:08 WIB

Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) akan mengintensifkan kampanye di kota dan kabupaten ...
Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:07 WIB

Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bekasi R. Ruddy Gandakusumah, berkujung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan ...
Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:00 WIB

Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin

Pengendara motor dan mobil di Jalan Cemerlang, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi nyaris tertimpa reklame ambruk, Senin (19/2/2018). Beruntung ...