Selasa, 12 Desember 2017 | 05.47 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 28 Juli 2017 - 00:11 WIB

IMG-6150

Penumpang Trans-Jabodetabek. IST

BEKASI, kini.co.id – Operasional bus Trans-Jabodetabek jurusan Bundaran HI-Summarecon Bekasi masih sepi peminat. Padahal, tiap perjalanan bus tersebut sudah dilengkapi dengan voorijder yang berfungsi untuk memecah kemacetan sepanjang perjalanan.

Risa Martiana, warga Perumnas I, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mengaku belum mengetahui adanya operasional bus umum menggunakan voorijder.

Padahal, bus tersebut tentunya akan lebih cepat mengantarkan sampai depan kantornya yang terletak di daerah Sudirman, Jakarta Selatan.

“Wah saya baru tahu, kalau ada tentu saya antusias menggunakan bus tiap ke kantor,” ujar Risa, Kamis (27/7).

Risa menjelaskan, tiap hari Ia biasa berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Bekasi. Ini Ia lakukan agar cepat sampai tempat tujuan.

Terkadang, Risa mengaku lebih memilih menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) agar lebih cepat sampai.

Transportasi bus, kata Risa, sudah lama Ia tinggalkan. Perjalanan dari Bekasi menuju Jakarta yang harus melewati tol Jakarta-Cikampek dan Tol Lingkar dalam Kota membuat perjalanan yang Ia tempuh semakin lama.

“Kalau naik kereta maksimal 1,5 jam sudah sampai di stasiun Sudirman, kalau naik bus butuh waktu 2-3 jam lebih dari Bekasi. Kalau dibantu voorijder tentu lebih cepat,” kata dia.

Sayangnya, Ia menuding pemerintah terkait kurang menyosialisasikan hal tersebut. Sehingga pada hari pertama kendaraan bus tersebut dioperasikan masih banyak warga yang tidak mengetahui.

Seperti yang diketahui, sebanyak 30 unit bus Trans-Jabodetabek mulai beroperasi di Kota Bekasi mulai Kamis (27/7).

Angkutan massal milik Perum PPD melayani trayek Summarecon Bekasi-Bundaran HI mulai pukul 06.00 pagi. Bahkan, pemberangkatan pagi hari ini digratiskan hingga pukul 08.00 pagi.

Berdasarkan pengamatan, belasan armada Trans-Jabodetabek tampak berjejer di kawasan Summarecon Bekasi tepatnya di belakang halte Trans-Jakarta.

Tak ada satu pun penumpang ketika singgah di sana selama 20 menit.

Kepala Divisi Humas Perum PPD, Arga Narendra menyampaikan, Transjabodetabek kali ini berbeda dengan yang diluncurkan sebelum-sebelumnya.

Transportasi antar wilayah ini diyakini mampu memangkas lama waktu perjalanan hingga 70 persen.

“Kita lengkapi dengan voorijder agar bisa memangkas lama perjalanan. Saat uji coba pertama waktu tempuh berkurang 50 persen, target kami 70 persen,” kata Arga.

Menurut Arga, Trans-Jabodetabek berbeda dengan Trans-Jakarta dari Bekasi, meskipun sama-sama berangkat dari Summarecon Bekasi. Transjabodetabek, kata dia, setelah keluar tol menggunakan jalur arteri.

“Kalau Transjakarta masuk ke jalurnya sendiri,” ujarnya.

Arga mengatakan, tahap uji coba sekaligus sosialisasi bagi pengguna angkutan umum. Karena itu, belum banyak penumpang yang menggunakan moda transportasi tersebut.

Adapun, pemberangkatan tadi pagi jumlah penumpang yang berangkat dari Summarecon sebanyak 20 orang.

“Penumpang tidak hanya dari sini, di halte-halte juga menaikkan penumpang,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengungkapkan, pihaknya meminta agar Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) segera merealisasikan pembangunan High Occupancy Vehicle (HOV) atau jalur khusus transportasi Bekasi-Jakarta. Agar perjalanan Trans-Jabodetabek dari Bekasi tidak terhambat arus lalu lintas.

“Saat ini belum ada persetujuan dengan pengelola jalan tol, harusnya ada di sissi kiri disediakan khusus agar masyarakat antusias naik kendaraan umum,” ungkap Yayan.

Untuk jalur arteri, kata dia, di Kota Bekasi memang tidak berubah. Pertimbangannya, lebar bahu jalan tidak sesuai untuk dibuat jalur khusus.

Namun, pihaknya berupaya mengerahkan personil di sepanjang jalan arteri agar arus lalu lintas tidak mengganggu perjalanan.

“Tapi selama uji coba, bus hanya sampai Bekasi Barat, kalau nanti memungkinkan akan diperpanjang,” tandas Yayan. []

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:46 WIB

Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana

Hasil survei Lembaga Survei Bekasi Institute menempatkan politisi PAN, Lucky Hakim pada posisi kedua setelah Rahmat Effendi dan diatas politisi ...
Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:42 WIB

Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul

Ada tiga nama yang bakal dipilih masyarakat Kota Bekasi apabila pemilihan kepala daerah dilakukan sekarang. Ketiga nama itu, yakni Rahmat ...
Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 20:26 WIB

Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dias Perpustakaan dan Arsip bekerjasama dengan Forum Masyarakat Literasi akan menggelar pemecahan rekor Museum Rekor ...
Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 19:35 WIB

Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Tengku Erry menerima penghargaan atas upayanya ...
Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 18:39 WIB
Labura

Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah

Bupati Labura Kharuddin Syah mengajak masyarakat untuk meneladani Rasulullah SAW.Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 ...
Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 17:05 WIB

Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa siswi SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah ...