Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.32 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 28 Juli 2017 - 00:11 WIB

IMG-6150

Penumpang Trans-Jabodetabek. IST

BEKASI, kini.co.id – Operasional bus Trans-Jabodetabek jurusan Bundaran HI-Summarecon Bekasi masih sepi peminat. Padahal, tiap perjalanan bus tersebut sudah dilengkapi dengan voorijder yang berfungsi untuk memecah kemacetan sepanjang perjalanan.

Risa Martiana, warga Perumnas I, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mengaku belum mengetahui adanya operasional bus umum menggunakan voorijder.

Padahal, bus tersebut tentunya akan lebih cepat mengantarkan sampai depan kantornya yang terletak di daerah Sudirman, Jakarta Selatan.

“Wah saya baru tahu, kalau ada tentu saya antusias menggunakan bus tiap ke kantor,” ujar Risa, Kamis (27/7).

Risa menjelaskan, tiap hari Ia biasa berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Bekasi. Ini Ia lakukan agar cepat sampai tempat tujuan.

Terkadang, Risa mengaku lebih memilih menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) agar lebih cepat sampai.

Transportasi bus, kata Risa, sudah lama Ia tinggalkan. Perjalanan dari Bekasi menuju Jakarta yang harus melewati tol Jakarta-Cikampek dan Tol Lingkar dalam Kota membuat perjalanan yang Ia tempuh semakin lama.

“Kalau naik kereta maksimal 1,5 jam sudah sampai di stasiun Sudirman, kalau naik bus butuh waktu 2-3 jam lebih dari Bekasi. Kalau dibantu voorijder tentu lebih cepat,” kata dia.

Sayangnya, Ia menuding pemerintah terkait kurang menyosialisasikan hal tersebut. Sehingga pada hari pertama kendaraan bus tersebut dioperasikan masih banyak warga yang tidak mengetahui.

Seperti yang diketahui, sebanyak 30 unit bus Trans-Jabodetabek mulai beroperasi di Kota Bekasi mulai Kamis (27/7).

Angkutan massal milik Perum PPD melayani trayek Summarecon Bekasi-Bundaran HI mulai pukul 06.00 pagi. Bahkan, pemberangkatan pagi hari ini digratiskan hingga pukul 08.00 pagi.

Berdasarkan pengamatan, belasan armada Trans-Jabodetabek tampak berjejer di kawasan Summarecon Bekasi tepatnya di belakang halte Trans-Jakarta.

Tak ada satu pun penumpang ketika singgah di sana selama 20 menit.

Kepala Divisi Humas Perum PPD, Arga Narendra menyampaikan, Transjabodetabek kali ini berbeda dengan yang diluncurkan sebelum-sebelumnya.

Transportasi antar wilayah ini diyakini mampu memangkas lama waktu perjalanan hingga 70 persen.

“Kita lengkapi dengan voorijder agar bisa memangkas lama perjalanan. Saat uji coba pertama waktu tempuh berkurang 50 persen, target kami 70 persen,” kata Arga.

Menurut Arga, Trans-Jabodetabek berbeda dengan Trans-Jakarta dari Bekasi, meskipun sama-sama berangkat dari Summarecon Bekasi. Transjabodetabek, kata dia, setelah keluar tol menggunakan jalur arteri.

“Kalau Transjakarta masuk ke jalurnya sendiri,” ujarnya.

Arga mengatakan, tahap uji coba sekaligus sosialisasi bagi pengguna angkutan umum. Karena itu, belum banyak penumpang yang menggunakan moda transportasi tersebut.

Adapun, pemberangkatan tadi pagi jumlah penumpang yang berangkat dari Summarecon sebanyak 20 orang.

“Penumpang tidak hanya dari sini, di halte-halte juga menaikkan penumpang,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengungkapkan, pihaknya meminta agar Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) segera merealisasikan pembangunan High Occupancy Vehicle (HOV) atau jalur khusus transportasi Bekasi-Jakarta. Agar perjalanan Trans-Jabodetabek dari Bekasi tidak terhambat arus lalu lintas.

“Saat ini belum ada persetujuan dengan pengelola jalan tol, harusnya ada di sissi kiri disediakan khusus agar masyarakat antusias naik kendaraan umum,” ungkap Yayan.

Untuk jalur arteri, kata dia, di Kota Bekasi memang tidak berubah. Pertimbangannya, lebar bahu jalan tidak sesuai untuk dibuat jalur khusus.

Namun, pihaknya berupaya mengerahkan personil di sepanjang jalan arteri agar arus lalu lintas tidak mengganggu perjalanan.

“Tapi selama uji coba, bus hanya sampai Bekasi Barat, kalau nanti memungkinkan akan diperpanjang,” tandas Yayan. []

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...