Saturday, 21 July 2018 | 16.45 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Operasional Trans-Jabodetabek Minim Sosialisasi

Reporter : Ardiansyah | Friday, 28 July 2017 - 00:11 WIB

IMG-6150

Penumpang Trans-Jabodetabek. IST

BEKASI, kini.co.id – Operasional bus Trans-Jabodetabek jurusan Bundaran HI-Summarecon Bekasi masih sepi peminat. Padahal, tiap perjalanan bus tersebut sudah dilengkapi dengan voorijder yang berfungsi untuk memecah kemacetan sepanjang perjalanan.

Risa Martiana, warga Perumnas I, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mengaku belum mengetahui adanya operasional bus umum menggunakan voorijder.

Padahal, bus tersebut tentunya akan lebih cepat mengantarkan sampai depan kantornya yang terletak di daerah Sudirman, Jakarta Selatan.

“Wah saya baru tahu, kalau ada tentu saya antusias menggunakan bus tiap ke kantor,” ujar Risa, Kamis (27/7).

Risa menjelaskan, tiap hari Ia biasa berangkat ke kantor menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Bekasi. Ini Ia lakukan agar cepat sampai tempat tujuan.

Terkadang, Risa mengaku lebih memilih menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) agar lebih cepat sampai.

Transportasi bus, kata Risa, sudah lama Ia tinggalkan. Perjalanan dari Bekasi menuju Jakarta yang harus melewati tol Jakarta-Cikampek dan Tol Lingkar dalam Kota membuat perjalanan yang Ia tempuh semakin lama.

“Kalau naik kereta maksimal 1,5 jam sudah sampai di stasiun Sudirman, kalau naik bus butuh waktu 2-3 jam lebih dari Bekasi. Kalau dibantu voorijder tentu lebih cepat,” kata dia.

Sayangnya, Ia menuding pemerintah terkait kurang menyosialisasikan hal tersebut. Sehingga pada hari pertama kendaraan bus tersebut dioperasikan masih banyak warga yang tidak mengetahui.

Seperti yang diketahui, sebanyak 30 unit bus Trans-Jabodetabek mulai beroperasi di Kota Bekasi mulai Kamis (27/7).

Angkutan massal milik Perum PPD melayani trayek Summarecon Bekasi-Bundaran HI mulai pukul 06.00 pagi. Bahkan, pemberangkatan pagi hari ini digratiskan hingga pukul 08.00 pagi.

Berdasarkan pengamatan, belasan armada Trans-Jabodetabek tampak berjejer di kawasan Summarecon Bekasi tepatnya di belakang halte Trans-Jakarta.

Tak ada satu pun penumpang ketika singgah di sana selama 20 menit.

Kepala Divisi Humas Perum PPD, Arga Narendra menyampaikan, Transjabodetabek kali ini berbeda dengan yang diluncurkan sebelum-sebelumnya.

Transportasi antar wilayah ini diyakini mampu memangkas lama waktu perjalanan hingga 70 persen.

“Kita lengkapi dengan voorijder agar bisa memangkas lama perjalanan. Saat uji coba pertama waktu tempuh berkurang 50 persen, target kami 70 persen,” kata Arga.

Menurut Arga, Trans-Jabodetabek berbeda dengan Trans-Jakarta dari Bekasi, meskipun sama-sama berangkat dari Summarecon Bekasi. Transjabodetabek, kata dia, setelah keluar tol menggunakan jalur arteri.

“Kalau Transjakarta masuk ke jalurnya sendiri,” ujarnya.

Arga mengatakan, tahap uji coba sekaligus sosialisasi bagi pengguna angkutan umum. Karena itu, belum banyak penumpang yang menggunakan moda transportasi tersebut.

Adapun, pemberangkatan tadi pagi jumlah penumpang yang berangkat dari Summarecon sebanyak 20 orang.

“Penumpang tidak hanya dari sini, di halte-halte juga menaikkan penumpang,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengungkapkan, pihaknya meminta agar Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) segera merealisasikan pembangunan High Occupancy Vehicle (HOV) atau jalur khusus transportasi Bekasi-Jakarta. Agar perjalanan Trans-Jabodetabek dari Bekasi tidak terhambat arus lalu lintas.

“Saat ini belum ada persetujuan dengan pengelola jalan tol, harusnya ada di sissi kiri disediakan khusus agar masyarakat antusias naik kendaraan umum,” ungkap Yayan.

Untuk jalur arteri, kata dia, di Kota Bekasi memang tidak berubah. Pertimbangannya, lebar bahu jalan tidak sesuai untuk dibuat jalur khusus.

Namun, pihaknya berupaya mengerahkan personil di sepanjang jalan arteri agar arus lalu lintas tidak mengganggu perjalanan.

“Tapi selama uji coba, bus hanya sampai Bekasi Barat, kalau nanti memungkinkan akan diperpanjang,” tandas Yayan. []

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...