Jumat, 19 Januari 2018 | 22.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Dua Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak Merupakan Jaringan Malaysia

Dua Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak Merupakan Jaringan Malaysia

Minggu, 16 Juli 2017 - 00:14 WIB

IMG-5973

Kapolda Sumut dan Deputi Pemberantasan BNN dalam paparan kasus tewasnya dua gembong narkoba di Sergai, Sabtu (15/7) malam. KiniNews/Arman.

MEDAN, kini.co.id – Dua gembong bandar narkoba jaringan Internasional yang ditangkap petugas BNN Pusat, di Serdangbedagai, Sumatera Utara hingga tewas ditembak ternyata merupakan jaringan dari Malaysia.

Kedua bandar narkoba itu adalah Bambang Julianto, bandar serta penyedia barang. Kemudian, Moh Syafii als Panjul alias Boy, merupakan kurir yang barang dari Malaysia.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jendral Arman Depari mengatakan kedua bandar yang tewas itu membawa barangnya melalui jalur laut dari perairan Malaysia dengan menggunakan kapal tradisional dengan tujuan perairan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara

Arman menyebutkan, dari jaringan narkoba Malaysia ini pihaknya menyita barang bukti sabu seberat 44 kg, satu pucuk senjata api jenis revolver beserta peluru, 4 unit sepeda motor, 3 unit mobil dan barang bukti lainnya.

“Keduanya terpaksa kita tembak karena melawan saat ditangkap. Mereka ditembak pada bagian dada sebelah kiri,” kata Arman didampingi Kapolda Sumut Inspektur Jendral Paulus Waterpauw di Mapolda Sumatera Utara, Sabtu (15/7) malam.

Selain menembak mati kedua bandar narkoba, Arman menyebutkan pihaknya juga menangkap delapan orang yang terlobat dalam jaringan tersebut yakni Suheryanto (pengendali di lapangan), Samsul Bahri (pembawa barang dari Malaysia), Sahidul Saragih (kurir), Heri Agus Marzuki (kurir), Rovvi Syahriandi (kurir), Eddy Sahputra Sirait (kurir), Ayaradi (pembawa barang dari Malaysia) dan Untung (ceker).

“Kasusnya saat ini sedang kita dalami lagi karena patut diduga masih ada anggota jaringan mereka yang belum tertangkap,” tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...
Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:52 WIB

Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan

Naiknya harga beras ditengah-tengah masyarakat saat ini cukup menghebohkan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kota Bekasi. Hebohnya lagi, Kementerian Pertanian ...
Kerap Nonton Video Porno, Oknum Guru Ini Cabuli 3 Siswanya
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:48 WIB

Kerap Nonton Video Porno, Oknum Guru Ini Cabuli 3 Siswanya

Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kombespol Indarto, mengungkapkan bahwa alasan oknum guru di Yayasan Teratai Putih Global School, tega ...
Akhir Bandar Narkoba di Kayuringin
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:45 WIB

Akhir Bandar Narkoba di Kayuringin

Kepolisian Sektor Bekasi Timur meringkus bandar narkoba di Jalan Tunggul V, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Pelaku atas nama ...
Pembenahan Danau Toba pacu optimis target sejuta wisman ke Sumut tercapai
Sumatera Utara - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:41 WIB

Pembenahan Danau Toba pacu optimis target sejuta wisman ke Sumut tercapai

Target kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara sebanyak satu juta orang pada 2019 optimistis tercapai. Optimisme mencuat seiring adanya pembenahan ...
Soal mahar politik, Siswandi-Euis penuhi panggilan Panwaslu
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 15:30 WIB

Soal mahar politik, Siswandi-Euis penuhi panggilan Panwaslu

Brigadir Jenderal (Purn) Siswandi- Euis Fery Fatayaty, pasangan bakal calon yang gagal maju pada Pemilihan Wali Kota Cirebon memenuhi ...