Jumat, 21 Juli 2017 | 09.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Dua Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak Merupakan Jaringan Malaysia

Dua Bandar Narkoba yang Tewas Ditembak Merupakan Jaringan Malaysia

Reporter : Arman | Minggu, 16 Juli 2017 - 00:14 WIB

IMG-5973

Kapolda Sumut dan Deputi Pemberantasan BNN dalam paparan kasus tewasnya dua gembong narkoba di Sergai, Sabtu (15/7) malam. KiniNews/Arman.

MEDAN, kini.co.id – Dua gembong bandar narkoba jaringan Internasional yang ditangkap petugas BNN Pusat, di Serdangbedagai, Sumatera Utara hingga tewas ditembak ternyata merupakan jaringan dari Malaysia.

Kedua bandar narkoba itu adalah Bambang Julianto, bandar serta penyedia barang. Kemudian, Moh Syafii als Panjul alias Boy, merupakan kurir yang barang dari Malaysia.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jendral Arman Depari mengatakan kedua bandar yang tewas itu membawa barangnya melalui jalur laut dari perairan Malaysia dengan menggunakan kapal tradisional dengan tujuan perairan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara

Arman menyebutkan, dari jaringan narkoba Malaysia ini pihaknya menyita barang bukti sabu seberat 44 kg, satu pucuk senjata api jenis revolver beserta peluru, 4 unit sepeda motor, 3 unit mobil dan barang bukti lainnya.

“Keduanya terpaksa kita tembak karena melawan saat ditangkap. Mereka ditembak pada bagian dada sebelah kiri,” kata Arman didampingi Kapolda Sumut Inspektur Jendral Paulus Waterpauw di Mapolda Sumatera Utara, Sabtu (15/7) malam.

Selain menembak mati kedua bandar narkoba, Arman menyebutkan pihaknya juga menangkap delapan orang yang terlobat dalam jaringan tersebut yakni Suheryanto (pengendali di lapangan), Samsul Bahri (pembawa barang dari Malaysia), Sahidul Saragih (kurir), Heri Agus Marzuki (kurir), Rovvi Syahriandi (kurir), Eddy Sahputra Sirait (kurir), Ayaradi (pembawa barang dari Malaysia) dan Untung (ceker).

“Kasusnya saat ini sedang kita dalami lagi karena patut diduga masih ada anggota jaringan mereka yang belum tertangkap,” tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
KPU Jatim Akui Kesulitan Mendata Pemilih Disabilitas
Jawa Timur - Kamis, 20 Juli 2017 - 21:42 WIB

KPU Jatim Akui Kesulitan Mendata Pemilih Disabilitas

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mengakui kesulitan mendata berapa jumlah penyandang disabilitas di wilayah Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, keberadaan ...
Enam Ranperda Sumut Disahkan DPRD
Sumatera Utara - Kamis, 20 Juli 2017 - 21:13 WIB

Enam Ranperda Sumut Disahkan DPRD

Ketua DPRD Sumatera Utara, Wagirin bersama Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengesahkan enam rancangan peraturan daerah (ranperda) menjadi peraturan ...
Pilkada Jatim, Azawar Anas Jadi Kuda Hitam
Jawa Timur - Kamis, 20 Juli 2017 - 19:57 WIB

Pilkada Jatim, Azawar Anas Jadi Kuda Hitam

Bupati Banyuwangi Azwar Anas disebut bisa menjadi kuda hitam atau penentu dalam helatan Pilkada Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. Politisi ...
Ridwan Kamil Apresiasi Hadirnya Al-Quran Digital Disetiap Masjid
Jawa Barat - Kamis, 20 Juli 2017 - 19:04 WIB

Ridwan Kamil Apresiasi Hadirnya Al-Quran Digital Disetiap Masjid

Pemerintah Kota Bandung memberikan apresiasi dengan hadirnya Al Qur'an Digital di sejumlah masjid di Bandung atas inisiasi PT. Telkom, sebagai ...
Dedy Mulyadi Ancam Ekspansi Ojek Online Jika..
Jawa Barat - Kamis, 20 Juli 2017 - 15:25 WIB

Dedy Mulyadi Ancam Ekspansi Ojek Online Jika..

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan akan menghentikan ekspansi perusahaan ojek online yang menyasar ke wilayahnya jika pihak perusahaan ojek online ...
Bau Busuk dari Danau Batur, Ini Penyebabnya
Bali - Kamis, 20 Juli 2017 - 14:03 WIB

Bau Busuk dari Danau Batur, Ini Penyebabnya

Aroma busuk menyebar dari Danau Batur, Kintamani. Hal itu akibat matinya ribuan ikan yang dibududayakan para petani di sekitar danau.Ikan-ikan ...