Sabtu, 16 Desember 2017 | 00.43 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Laskar Santri Nusantara Sumut Tolak Rencana Full Day School

Laskar Santri Nusantara Sumut Tolak Rencana Full Day School

Reporter : Nur Fatimah | Senin, 12 Juni 2017 - 11:19 WIB

IMG-5707

Ilustrasi santri (ist)

Medan, kini.co.id – Laskar Santri Nusantara Provinsi Sumut (LSN Sumut) menyesalkan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir tentang anjuran agar pelajar sehari penuh berada di sekolah atau Full Day School

“Saya mendapat banyak masukan dari kawan LSN daerah bahwa pernyataan Pak Muhadjir tentang full day school ini sangat tidak efektif untuk diterapkan di semua wilayah Indonesia, terutama di daerah melihat dari kondisi khusunya di Sumatera Utara banyak pesantren dan Madrasah lainnya,” tegas Ketua Laskar Santri Nusantara Sumatera Utara Julfian Harahap kepada Kini.co.id, Senin (12/7).

Julfian juga mengatakan ada beberapa alasan penolakan terhadap pernyataan Mendikbud terkait Kegiatan Belajar Mengajar selama 8 jam perhari dan 5 hari seminggu tersebut.

“Ini akan mengganggu kegiatan keilmuan bagi santri yang mukim di pondok pesantren. Akan mengganggu kegiatan mengaji bagi santri TPQ/ Madin/ Majlis Ilmu di perkampungan maupun perkotaan,” jelas mahasiswa USU tersebut.

Selain itu full day school dinilai akan menambah beban ekonomi bagi orangtua, transport, konsumsi, akomodasi.
Menurutnya, masuk 5 hari/minggu, 8 jam/hari, bukanlah suatu jaminan kemajuan dan akhlak yang baik bagi pendidikan sebuah bangsa dan negara.

“Kita berharap pak muhajir selaku mendikbud dapat mendengar aafirasi santri walaupun beliau bukan berasal dari santri. Pembelajaran yang sukses adalah waktunya hemat hasilnya hebat,” katanya.

Sebelumnya penolakan juga datang dari berbagai kalangan termasuk petisi-petisi di media sosial. Namun Muhadjir menganggap itu sebagai masukan bagi dunia pendidikan.

“Pertama, tidak ada studi atau riset maupun statistik yang ditunjukkan oleh Menteri Muhadjir yang membuktikan bahwa benar anak Indonesia akan lebih baik dengan kebijakan full day schooling,” tulis Gita Putri Damayana, seorang peneliti di Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK).

“Kedua, kebijakan ini sangat bias di kota besar, mengabaikan anak-anak Indonesia yang dalam kesehariannya sepulang sekolah membantu orangtuanya sebagai bertani, melaut dan berdagang. Ketiga, agar Mendikbud berhenti menjadikan anak Indonesia sebagai percobaan. Dari mulai gonta-ganti kurikulum hingga kebijakan full day school seakan coba-coba mana yang efektif untuk satu generasi.” Demikian Gita Putri Damayana.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...
Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:18 WIB

Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi kebut proses perekaman KTP Elektronik hingga akhir Desember 2017 ini.Hal ini menyusul adanya ...
Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:05 WIB

Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri

Ratusan siswa SDN 06 Setia Mekar menjadi target Puskesmas setempat melakukan imunisasi difteri. Hal ini dilakukan sebagai pencagahan dan menekan ...
Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:26 WIB

Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga

Salah seorang maling bonyok di keroyok massa ketika aksinya terpergoki oleh warga di Kontrakan Gang Painah RT 01/01, Kelurahan Pengasinan, ...
Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD
DKI Jakarta - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:22 WIB

Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik dua raperda dari DPRD, dua raperda tersebut adalah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau ...
2 Medali Emas Jadi Target PSTI Kota Bekasi di Porda Jabar
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:03 WIB

2 Medali Emas Jadi Target PSTI Kota Bekasi di Porda Jabar

Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Bekasi targetkan dua medali emas dalam gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat tahun ...