Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.53 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Laskar Santri Nusantara Sumut Tolak Rencana Full Day School

Laskar Santri Nusantara Sumut Tolak Rencana Full Day School

Reporter : Nur Fatimah | Senin, 12 Juni 2017 - 11:19 WIB

IMG-5707

Ilustrasi santri (ist)

Medan, kini.co.id – Laskar Santri Nusantara Provinsi Sumut (LSN Sumut) menyesalkan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir tentang anjuran agar pelajar sehari penuh berada di sekolah atau Full Day School

“Saya mendapat banyak masukan dari kawan LSN daerah bahwa pernyataan Pak Muhadjir tentang full day school ini sangat tidak efektif untuk diterapkan di semua wilayah Indonesia, terutama di daerah melihat dari kondisi khusunya di Sumatera Utara banyak pesantren dan Madrasah lainnya,” tegas Ketua Laskar Santri Nusantara Sumatera Utara Julfian Harahap kepada Kini.co.id, Senin (12/7).

Julfian juga mengatakan ada beberapa alasan penolakan terhadap pernyataan Mendikbud terkait Kegiatan Belajar Mengajar selama 8 jam perhari dan 5 hari seminggu tersebut.

“Ini akan mengganggu kegiatan keilmuan bagi santri yang mukim di pondok pesantren. Akan mengganggu kegiatan mengaji bagi santri TPQ/ Madin/ Majlis Ilmu di perkampungan maupun perkotaan,” jelas mahasiswa USU tersebut.

Selain itu full day school dinilai akan menambah beban ekonomi bagi orangtua, transport, konsumsi, akomodasi.
Menurutnya, masuk 5 hari/minggu, 8 jam/hari, bukanlah suatu jaminan kemajuan dan akhlak yang baik bagi pendidikan sebuah bangsa dan negara.

“Kita berharap pak muhajir selaku mendikbud dapat mendengar aafirasi santri walaupun beliau bukan berasal dari santri. Pembelajaran yang sukses adalah waktunya hemat hasilnya hebat,” katanya.

Sebelumnya penolakan juga datang dari berbagai kalangan termasuk petisi-petisi di media sosial. Namun Muhadjir menganggap itu sebagai masukan bagi dunia pendidikan.

“Pertama, tidak ada studi atau riset maupun statistik yang ditunjukkan oleh Menteri Muhadjir yang membuktikan bahwa benar anak Indonesia akan lebih baik dengan kebijakan full day schooling,” tulis Gita Putri Damayana, seorang peneliti di Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK).

“Kedua, kebijakan ini sangat bias di kota besar, mengabaikan anak-anak Indonesia yang dalam kesehariannya sepulang sekolah membantu orangtuanya sebagai bertani, melaut dan berdagang. Ketiga, agar Mendikbud berhenti menjadikan anak Indonesia sebagai percobaan. Dari mulai gonta-ganti kurikulum hingga kebijakan full day school seakan coba-coba mana yang efektif untuk satu generasi.” Demikian Gita Putri Damayana.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang ...
PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:26 WIB

PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar

Meski DPD DI-Perjuangan Jawa Barat menyatakan koalisi dengan Partai Golkar di 12 Kabupaten/Kota untuk menghadapi pilkada serentak.Namun langkah itu belum ...
Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September
DKI Jakarta - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:54 WIB

Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September

Bagi Anda pengendara sepeda yang kerap melintas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Bundaran Senayan harap melalui ...
Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:46 WIB

Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Labuhan Batu Utara dijamu di kediaman Wakil Bupati Labura, Tanjung Sari Aek Kanopan, (17/8).Pasukan tersebut ...
Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 11:29 WIB

Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas

Sosok Rahmad Pardamean Hasibuan tak asing lagi di mata warga Padang Lawas, Sumut.Meski kalah pada Pilkada yang lalu, Rahmad tak ...
Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk
Kalimantan - Kamis, 17 Agustus 2017 - 22:01 WIB

Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk

Sebuah jembatan beton di Desa Bangkit Baru - Desa Tanifah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola patah dibagian tengah. Akibat patahnya ...