Minggu, 25 Februari 2018 | 14.51 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Ramadhan Pohan Ngaku Tak Pernah Tandatangai Cek

Ramadhan Pohan Ngaku Tak Pernah Tandatangai Cek

Reporter : Nur Fatimah | Sabtu, 10 Juni 2017 - 22:52 WIB

IMG-5699

Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan Ramadhan Pohan di PN Medan. (Ist)

Medan, kini.co.id – Mantan Calon Walikota Medan, Ramadhan Pohan kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penipuan Rp15,3 di PN Medan, kemarin.

Dalam sidang itu ia memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Savita Linda Panjaitan.

Ramadhan yang juga terdakwa dalam kasus tersebut menyangkal telah menandatangi 2 cek senilai Rp10,8 miliar dan Rp4,5 miliar.

Cek itu disebut-sebut digunakan untuk kepentingan kampanye Ramadhan Pohan saat mencalonkan diri jadi Wali Kota Medan periode tahun 2015 – 2020.

“Saya tidak ada menandatangi cek. Saya hanya ada menandatangi kertas kosong sebagai bentuk komitmen saya dalam visi dan misi politik,” ujar Ramadhan saat menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU), Sabarita.

Dalam sidang tersebut, Ramadhan menunjukkan print out (bukti cetak) percakapan pesan seluler antara Ramadhan dengan Kepala Cabang Bank Mandiri bernama Citra Panjaitan.

Dalam percakapan yang terjadi setelah Pilkada Medan tersebut, Ramadhan diinfo Chitra bahwa ada cel Ramadhan dikliringkan RH Simanjuntak.

Ramadhan kaget karena sejak teken buka rekening di Pasar Petisah dengan Chitra sebulan sebelum Pilkada, Mandiri belum serahkan buku rekening dan buku cek miliknya. Belakangan diketahui, kedua buku itu diserahkan Kacab Mandiri sendiri ke Linda, tanpa Surat Kuasa Ramadhan sebagai nasabah.

Ketika bertemu Ny RH Simanjuntak yang dikenalkan Linda, Ramadhan sampaikan visi misi. Ramadhan merasa akan dibantu, tanpa ada perjanjian utang maupun bunga.

“Ada percakapan antara terdakwa (Linda) dengan R.H Simanjuntak (penggugat). Tapi uang itu tidak diberikan,” ujar Ramadhan.

Ramadhan kemudian menunjukkan 2 bukti pembiayaan kampanye yang diklaim dibiayai oleh terdakwa Linda.

Menurut Ramadhan, uang yang digunakan Linda untuk menyewa posko bersumber dari uang Ramadhan dan Eddie Kusuma (mantan calon Wakil Walikota Medan). Sedangkan untuk Marikena dan Jambur dibiayai anggota partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu.

Ia pun menyerahkan kwitansi penyerahan uang Rp145 juta ke suami Linda, yakni Charles Saragih.

“Ini saya ada bukti kwitansi penyerahan uang untuk sewa posko. Dan bukti surat dari pemilik hotel bahwa itu gratis,” jelas Ramadhan dihadapan hakim ketua, Erintuah.

Anehnya, terdakwa Savita Linda malah mengambil kwitansi itu dan membawanya ke meja penasihat hukum. Sontak hakim meminta kembali kwitansi tersebut.

Linda juga menunjukkan kwitansi pembayaran hotel Rp450 juta kepada manajer hotel

Linda membeberkan pembukuan ke mana saja pengeluaran uangnya. Tapi beberapa dibantah Ramadhan sembari menyebut acara makan di Marikena dan Jambur dibiayai Burhanudin Sitepu.

Ramadhan menyebut sejumlah nama dan pihak yang banyak membantu sukarela pembiayaan kegiatan kampanye REDI Pilwako Medan 2015.

Sedangkan semua keterangan pengeluaran tertulis Linda selama kampanye tidak pernah diinfokan ke paslon Ramadhan-Eddie.

Keterangan Linda dimentahkan Ramadhan sambil menyebut posisi Linda simpatisan, relawan yang menjanjikan donasi, bukan pengelola keuangan paslon REDI. Bendahara paslon REDI sendiri adalah Dr Feri Soemardi.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Resmi Dilantik, PAC BMI Rawalumbu Siap Jadi Organisasi yang Kritis
Jawa Barat - Minggu, 25 Februari 2018 - 10:26 WIB

Resmi Dilantik, PAC BMI Rawalumbu Siap Jadi Organisasi yang Kritis

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi siap menjadi organisasi yang kritis terhadap segala macam ...
Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut ditangkap Satgas Anti Money PoliticĀ 
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 22:37 WIB

Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut ditangkap Satgas Anti Money PoliticĀ 

Satgas Anti-Politik Uang Bareksrim Polri dikabarkan mengamankan Komisioner KPU, Ade Sudrajad dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri pada ...
10 ribu ton beras impor asal Thailand masuk ke Sumut
Sumatera Utara - Sabtu, 24 Februari 2018 - 18:01 WIB

10 ribu ton beras impor asal Thailand masuk ke Sumut

Sebanyak 10 ribu ton beras impor jatah Sumatera Utara, sudah memasuki Pelabuhan Belawan dan langsung dibongkar untuk disimpan di gudang ...
Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya
Jawa Tengah - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:15 WIB

Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan kereta luar biasa (KLB) relasi Purwokerto-Kroya untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta. Hal ini disampaikan ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh

Jalur kereta utara atau Cirebon, Jawa Barat, ke Tegal, Jawa Tengah hingga saat ini belum bisa dilewati, dikarenakan air masih ...
Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 23:43 WIB

Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan

Belasan rumah di Blok Cinangka RT 01/02 Desa Cengal, Kecamatan Maka, Kabupaten Majelengka, retak-retak dan terancam ambruk akibat pergerakan tanah ...