Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17.20 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Ramadhan Pohan Ngaku Tak Pernah Tandatangai Cek

Ramadhan Pohan Ngaku Tak Pernah Tandatangai Cek

Reporter : Nur Fatimah | Sabtu, 10 Juni 2017 - 22:52 WIB

IMG-5699

Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan Ramadhan Pohan di PN Medan. (Ist)

Medan, kini.co.id – Mantan Calon Walikota Medan, Ramadhan Pohan kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penipuan Rp15,3 di PN Medan, kemarin.

Dalam sidang itu ia memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Savita Linda Panjaitan.

Ramadhan yang juga terdakwa dalam kasus tersebut menyangkal telah menandatangi 2 cek senilai Rp10,8 miliar dan Rp4,5 miliar.

Cek itu disebut-sebut digunakan untuk kepentingan kampanye Ramadhan Pohan saat mencalonkan diri jadi Wali Kota Medan periode tahun 2015 – 2020.

“Saya tidak ada menandatangi cek. Saya hanya ada menandatangi kertas kosong sebagai bentuk komitmen saya dalam visi dan misi politik,” ujar Ramadhan saat menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum (JPU), Sabarita.

Dalam sidang tersebut, Ramadhan menunjukkan print out (bukti cetak) percakapan pesan seluler antara Ramadhan dengan Kepala Cabang Bank Mandiri bernama Citra Panjaitan.

Dalam percakapan yang terjadi setelah Pilkada Medan tersebut, Ramadhan diinfo Chitra bahwa ada cel Ramadhan dikliringkan RH Simanjuntak.

Ramadhan kaget karena sejak teken buka rekening di Pasar Petisah dengan Chitra sebulan sebelum Pilkada, Mandiri belum serahkan buku rekening dan buku cek miliknya. Belakangan diketahui, kedua buku itu diserahkan Kacab Mandiri sendiri ke Linda, tanpa Surat Kuasa Ramadhan sebagai nasabah.

Ketika bertemu Ny RH Simanjuntak yang dikenalkan Linda, Ramadhan sampaikan visi misi. Ramadhan merasa akan dibantu, tanpa ada perjanjian utang maupun bunga.

“Ada percakapan antara terdakwa (Linda) dengan R.H Simanjuntak (penggugat). Tapi uang itu tidak diberikan,” ujar Ramadhan.

Ramadhan kemudian menunjukkan 2 bukti pembiayaan kampanye yang diklaim dibiayai oleh terdakwa Linda.

Menurut Ramadhan, uang yang digunakan Linda untuk menyewa posko bersumber dari uang Ramadhan dan Eddie Kusuma (mantan calon Wakil Walikota Medan). Sedangkan untuk Marikena dan Jambur dibiayai anggota partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu.

Ia pun menyerahkan kwitansi penyerahan uang Rp145 juta ke suami Linda, yakni Charles Saragih.

“Ini saya ada bukti kwitansi penyerahan uang untuk sewa posko. Dan bukti surat dari pemilik hotel bahwa itu gratis,” jelas Ramadhan dihadapan hakim ketua, Erintuah.

Anehnya, terdakwa Savita Linda malah mengambil kwitansi itu dan membawanya ke meja penasihat hukum. Sontak hakim meminta kembali kwitansi tersebut.

Linda juga menunjukkan kwitansi pembayaran hotel Rp450 juta kepada manajer hotel

Linda membeberkan pembukuan ke mana saja pengeluaran uangnya. Tapi beberapa dibantah Ramadhan sembari menyebut acara makan di Marikena dan Jambur dibiayai Burhanudin Sitepu.

Ramadhan menyebut sejumlah nama dan pihak yang banyak membantu sukarela pembiayaan kegiatan kampanye REDI Pilwako Medan 2015.

Sedangkan semua keterangan pengeluaran tertulis Linda selama kampanye tidak pernah diinfokan ke paslon Ramadhan-Eddie.

Keterangan Linda dimentahkan Ramadhan sambil menyebut posisi Linda simpatisan, relawan yang menjanjikan donasi, bukan pengelola keuangan paslon REDI. Bendahara paslon REDI sendiri adalah Dr Feri Soemardi.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...