Senin, 11 Desember 2017 | 12.40 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Belajar dari Jabbar Ali Panggabean

Belajar dari Jabbar Ali Panggabean

Kamis, 8 Juni 2017 - 19:07 WIB

IMG-5685

Jabbar Ali Panggabean. (ist)

MEDAN, kini.co.id – Menjadi seorang Finalis Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Tingkat Nasional bukannlah suatu hal yang mudah untuk diraih. Perlu usaha dan kerja keras lebih dari biasanya, serta didorong dengan doa yang tiada henti dalam setiap kegigihan. Namun siapa sangka, Mawapres Universitas Sumatera Utara Tahun 2016 ini dulunya pernah mengalami kegagalan ketika hendak masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Hal ini sempat membuat mimpinya tidak berwarna. Beruntungnya, ia mendapatkan beasiswa sertifikasi dalam bidang mesin. Alhasil pria asal Kabupaten Langkat ini berhasil mewarnai mimpinya kembali. Pada tahun 2012, ia kembali mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dan dinyatakan lulus di Jurusan Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara.

Ya, dialah Jabbar Ali Panggabean. Ia merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Angkatan 2012 di Universitas Sumatera Utara (USU). Berhasil menyandang penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Fakultas Teknik Informatika dan Ilmu Komputer, pun menghantarkan Jabbar pada seleksi Mawapres USU.

Berlatarbelakang keluarga sederhana, Jabbar meyakinkan tekadnya untuk menuntut ilmu dengan menjulang prestasi guna menaikkan derajat keluarga. Semua itu ia mulai dari kegigihannya belajar. Tak urung, di awal perjuangannya sebagai mahasiswa perantauan tentu saja seorang Jabbar pernah merasakan masa minim kepercayaan diri.

Sebab yang ia tahu sebelum benar-benar mengerti dunia perkuliahan, bahwa jurusan yang ia tekuni didominasi oleh kalangan orang-orang dengan finansial yang lebih dari cukup. Pada titik itu pula, seorang Jabbar menyadari satu hal yang salah dengan dirinya. Rasa minder harusnya tidak perlu dipelihara dalam urusan pendidikan.

Tanpa menunggu waktu lama, Jabbar memotivasi dirinya sendiri untuk berkembang dengan aktif berorganisasi. Hingga kini, rasa tidak percaya diri justru tergantikan dengan segudang prestasi yang telah ia raih.

Dimulai dari keberaniannya mengikuti seleksi Mawapres pada tahun 2016. Ia terus memupuk rasa optimis dalam dirinya dengan terus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Tidak hanya sekadar aktif berorganisasi, Jabbar pun menjadi candu mengikuti kompetesi- kompetisi yang ada. Telah tercatat, ada sekitar 250 kompetisi yang pernah ia ikuti. Tentunya, tidak semua kompetisi yang ia ikuti menjadikannya sebagai pemenang.

Sebagai bentuk aksi nyata, Jabbar beradaptasi dan terus berkarya. Hal pertama yang ia lakukan adalah meluncurkan sebuah website seputar informasi terkini mengenai perlombaan dan berkaitan dengan kemahasiswaan. Ya, lombalomba.com adalah website informasi yang dikelola oleh Jabbar.

“Website ini saya buat untuk memotivasi setiap anak muda agar terus berkarya dan berinovasi dan sebagai bentuk kontribusi saya kepada kampus sebagai mawapres,” ungkapnya.

Di era digital seperti ini, beragam informasi yang diterima oleh masyarakat. Sehingga kehadiran website lombalomba.com diharapkan dapat berguna sebagai jembatan fasilitas masyarakat umum untuk mengetahui informasi seputar lomba-lomba yang ada di Indonesia.

Hal ini juga menambah keingintahuan anak-anak bangsa dan meminimalisir ketinggalan informasi bagi mereka. Jadi, pengunjung website ini dapat memilih lomba-lomba apa saja yang ia akan ikuti sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Sejak kecil, Jabbar sudah menunjukkan prestasinya di bidang akademik. Terbukti saat duduk di bangku sekolah, ia sering mendapatkan peringkat kelas di sekolah. Maka, tak heran jika semangat belajarnya pun kian menggunung hingga saat ini. Beberapa pencapaian yang diraih oleh Jabbar, antara lain Best Participant Youthpreneur Training Camp 2015, The Best Mobile Apps Concept For IAC 2015, Finalis 5 th Topcoder UI/UX Competititon di GlastonBurry 2016, Best Prototype Karya Inovasi Nasional UCC UNEJ, Gelar Microsoft Technology Associate Microsoft Corporation di USA 2016.

“Setiap orang punya jatah gagal masing-masing. Bahkan seorang Nabi dan Rasul juga punya jatah gagalnya. Apalagi kita manusia biasa. Tapi kita bisa memilih, mau kapan menghabiskan jatah gagal ini. Apakah ketika masih muda atau ketika sudah tua. Dan saya memilih menghabiskannya di usia muda, agar ketika tua nanti saya tinggal menikmati jatah keberhasilan saja”, tutupnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...