Minggu, 25 Februari 2018 | 14.50 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Bilal Mayit, Pekerjaan Mulia yang Jarang Diminati

Bilal Mayit, Pekerjaan Mulia yang Jarang Diminati

Kamis, 8 Juni 2017 - 17:17 WIB

IMG-5681

Bupati Labura, Kharuddin Syah memberikan tali asih kepada Bilal Mayit, kenaziran masjid serta para guru agama di Labura (Humas Pemkab Labura)

Labura, kini.co.id – Keberadaan Bilal Mayit sangat dibutuhkan dalam menjalankan fardu kifayah terhadap jenazah, namun saat ini profesi tersebut semakin jarang diminati masyarakat.

Hal ini dibuktikan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Bisa dibilang tak hanya di Labura, hampir setiap pelosok Kabupaten/Kota keberadaan Bilal Mayit hanya dalam hitungan ratusan sementara kebutuhan dalam mengurus jenazah sesuai dengan tuntutan Islam semakin dibutuhkan.

Bupati Labura, Kharuddin Syah mengatakan profesi Bilal Mayit, kenaziran Masjid dan guru Agama sangat jarang diminati kebanyakan orang.

Padahal, pekerjaan tersebut sangat mulia selain membutuhkan keikhlasan juga memang membutuhkan keahlian khusus terutama memahami tata aturan sesuai dengan agama Islam.

“Pekerjaan bapak ibu ini sangat jarang diminati orang, dan sangat mulia, makanya Pemkab Labura memberikan perhatian lebih terhadap bapak ibu,” kata Bupati Labura, Kharuddin saat memberikan tali asih kepada Bilal Mayit, kenaziran masjid serta para guru agama di Labura, Kamis (8/6).

Pemberian tali asih yang difasilitasi Bagian Kesra Kabupaten Labura ini selanjutnya akan di gelar di setiap Kecamatan diseluruh wilayah Labura.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Tohar Bayoangin mengatakan profesi Bilal Mayit, kenziran masjid dan guru agama di Sumatera Utara diakui kurang diminati masyarakat.

Kurangnya minat masyarakat, kata Tohar terhadap profesi tersebut karena tidak ada anggaran khusus untuk memberikan tunjangan bulanan.

Padahal profesi tersebut sangat mulia, sehingga yang bisa dilakukan pihaknya hanya memberikan santunan.

“Bilal mayit itu harus ikhlas karena idak ada imbalan atau gaji dan hanya mengharapkan balasan pahala dari Allah SWT, makanya sangat jarang, sangat mulia tapi harus ikhlas ” kata Tohar saat dihubungi.

Untuk memberikan perhatian kepada bilal mayit dan guru agama pihaknya setiap tahun memberikan pelatihan sebanyak empat kali. Namun karena terbatasnya anggaran dalam satu kali pelatihan hanya mengundang 60 peserta.

Namun demikian ia berharap setiap tahun muncul bilal-bilal mayit baru dan guru agama yang siap mengabdi kepada masyarakat.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Resmi Dilantik, PAC BMI Rawalumbu Siap Jadi Organisasi yang Kritis
Jawa Barat - Minggu, 25 Februari 2018 - 10:26 WIB

Resmi Dilantik, PAC BMI Rawalumbu Siap Jadi Organisasi yang Kritis

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi siap menjadi organisasi yang kritis terhadap segala macam ...
Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut ditangkap Satgas Anti Money Politic 
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 22:37 WIB

Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut ditangkap Satgas Anti Money Politic 

Satgas Anti-Politik Uang Bareksrim Polri dikabarkan mengamankan Komisioner KPU, Ade Sudrajad dan Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri pada ...
10 ribu ton beras impor asal Thailand masuk ke Sumut
Sumatera Utara - Sabtu, 24 Februari 2018 - 18:01 WIB

10 ribu ton beras impor asal Thailand masuk ke Sumut

Sebanyak 10 ribu ton beras impor jatah Sumatera Utara, sudah memasuki Pelabuhan Belawan dan langsung dibongkar untuk disimpan di gudang ...
Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya
Jawa Tengah - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:15 WIB

Jalur Cirebon lumpuh, KAI operasikan kereta luar biasa Purwokerto-Kroya

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan kereta luar biasa (KLB) relasi Purwokerto-Kroya untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta. Hal ini disampaikan ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh
Jawa Barat - Sabtu, 24 Februari 2018 - 11:00 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal masih lumpuh

Jalur kereta utara atau Cirebon, Jawa Barat, ke Tegal, Jawa Tengah hingga saat ini belum bisa dilewati, dikarenakan air masih ...
Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan
Jawa Barat - Jumat, 23 Februari 2018 - 23:43 WIB

Pergerakan tanah di Majalengka, belasan rumah terancam ambruk warga diungsikan

Belasan rumah di Blok Cinangka RT 01/02 Desa Cengal, Kecamatan Maka, Kabupaten Majelengka, retak-retak dan terancam ambruk akibat pergerakan tanah ...