Minggu, 22 Oktober 2017 | 15.24 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Ingat ! Tiada Alasan Perusahaan tak Bayar THR

Ingat ! Tiada Alasan Perusahaan tak Bayar THR

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 7 Juni 2017 - 15:06 WIB

IMG-5675

Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga. (KiniNews/Nur Fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Kewajiban memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan masih diingkari sejumlah perusahaan di Medan. Padahal massa sebulan bekerja, perusahaan telah berhak mengeluarkan tunjangannya.

Eksesnya, banyak karyawan mengeluh akibat tidak dipenuhinya hak normatif dengan alasan mereka belum bekerja selama setahun di perusahaan.

Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga mengatakan untuk THR sudah ada peraturan baru yakni Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.6 Tahun 2016.

“Iya ini memang selalu terjadi setiap tahun ya. Saya tegaskan tidak ada alasan perusahaan tidak memberikan THR kepada karyawannya hanya karena belum bekerja setahun. Sebulan bekerja sudah wajib diberikan THR,” katanya kepada Kini.co.id, Rabu (7/6/2017).

Ia menjelaskan dalam Permen Ketenagakerjaan No 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) itu disebutkan pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan berhak mendapatkan THR yang besarannya dihitung secara proposional sesuai dengan masa kerja.

“Jadi gak ada itu alasan seperti itu. Harus diberikan hak normatifnya. Berani memperkerjakan orang ya harus berani bertanggungjawab lah. Yang sebulan saja harus dapat apalagi yang sudah setahun atau lebih,” ungkapnya lagi.

Ia meminta Dinas Tenaga Kerja Medan mengawasi dan memberi tindakan tegas terhadap perusahaan yang ketahuan tidak memberikan hak karyawannya.

“Beri sanksi tegas saja, cabut izinnya. Jika ada perusahaan seperti itu, kita juga bisa memberi rekomendasi pencabutan izin usahanya,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Ia meminta karyawan yang mengeluh soal THR untuk mendatangi Disnaker atau dapat juga mengadu ke Komisi B DPRD Medan. Diketahui, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.6 Tahun 2016 sudah mulai diberlakukan sejak 8 Maret 2016.

“Idul Fitri cuma satu kali setahun dan dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Secara kemanusiaan terlalu parah jika perusahaan terus mencari selah untuk tak membayar THR. Artinya, tak ada alasan perushaan tak bayar THR kepada karyawannya,” ucap Ihwan.

Pada peraturan sebelumnya yakni Permenaker No 4 Tahun 1994 dinyatakan pembagian THR minimal 3 bulan masa kerja. Namun dalam Permenaker No 6 Tahun 2016 sebulan bekerja sudah berhak mendapatkan THR keagamaan.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...