Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.58 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Ngeri, Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak

Ngeri, Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 7 Juni 2017 - 13:57 WIB

IMG-5674

Ilustrasi

MEDAN, kini.co.id – Kasus kejahatan seksual dengan cara sodomi yang menimpa 4 orang anak remaja laki-laki yang dilakukan oleh seorang pria beristri di Medan Johor termasuk kejahatan yanv mengerikan.

Ditambah lagi kasus kekerasan seksual yang dilakukan didalam angkutan umum terhadap seorang siswi di kota Medan, menambah catatan hitam kekerasan seksual di ibukota Provinsi Sumut tersebut.

Sehingga Komnas Perlindungan Anak menyatakan Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak.

“Tidaklah berlebihan jika Kota Medan masuk dalam katagori kota yang sangat menakutkan dan sangat membutuhkan penegakan hukum yang berkeadilan dari para aparatus penegak hukum dan keterlibatan masyarakat di kota Medan,” ucap Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu (7/6/2017).

Pria berambut gondrong itu mengatakan dari kronologis tindak pidana kejahatan seksual yang terjadi dalam angkutan umum baru-baru ini, patut diduga dan diwaspadai dilakukan sekelompok orang secara berencana dan sistimatis.

“Oleh sebab itu, kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga dan momentum bagi masyarakat khususnya anak-anak untuk berhati-hati menggunakan angkutan umum,” ucapnya.

Lebih dari itu, Arist sangat berharap dengan kehadiran Irjen Polisi Paulus Waterpauw sebagai Kapolda Sumatera Utara menggantikan Irjen Polisi Richo Amelza Dhaniel meningkatkan penegakan hukum bagi para predator dan monster keketasan seksual terhadap anak dan pelanggaran-pelanggaran hak anak di Sumatera Utara.

“Sudah saatnya mendorong aparatur penegak hukum, Polisi Jaksa maupun Hakim untuk menerap UU No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No. 23 Tahun 2002 Perlindungan Anak dengan sanksi pidana pokok minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun ditambah dengan hukuman pemberatan fisik maupun kebiri (kastrasi) melalui suntik kimia bagi para predator atau monster kekerasan seksual,” ucapnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...