Senin, 22 Oktober 2018 | 04.54 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Ngeri, Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak

Ngeri, Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 7 Juni 2017 - 13:57 WIB

IMG-5674

Ilustrasi

MEDAN, kini.co.id – Kasus kejahatan seksual dengan cara sodomi yang menimpa 4 orang anak remaja laki-laki yang dilakukan oleh seorang pria beristri di Medan Johor termasuk kejahatan yanv mengerikan.

Ditambah lagi kasus kekerasan seksual yang dilakukan didalam angkutan umum terhadap seorang siswi di kota Medan, menambah catatan hitam kekerasan seksual di ibukota Provinsi Sumut tersebut.

Sehingga Komnas Perlindungan Anak menyatakan Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak.

“Tidaklah berlebihan jika Kota Medan masuk dalam katagori kota yang sangat menakutkan dan sangat membutuhkan penegakan hukum yang berkeadilan dari para aparatus penegak hukum dan keterlibatan masyarakat di kota Medan,” ucap Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu (7/6/2017).

Pria berambut gondrong itu mengatakan dari kronologis tindak pidana kejahatan seksual yang terjadi dalam angkutan umum baru-baru ini, patut diduga dan diwaspadai dilakukan sekelompok orang secara berencana dan sistimatis.

“Oleh sebab itu, kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga dan momentum bagi masyarakat khususnya anak-anak untuk berhati-hati menggunakan angkutan umum,” ucapnya.

Lebih dari itu, Arist sangat berharap dengan kehadiran Irjen Polisi Paulus Waterpauw sebagai Kapolda Sumatera Utara menggantikan Irjen Polisi Richo Amelza Dhaniel meningkatkan penegakan hukum bagi para predator dan monster keketasan seksual terhadap anak dan pelanggaran-pelanggaran hak anak di Sumatera Utara.

“Sudah saatnya mendorong aparatur penegak hukum, Polisi Jaksa maupun Hakim untuk menerap UU No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No. 23 Tahun 2002 Perlindungan Anak dengan sanksi pidana pokok minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun ditambah dengan hukuman pemberatan fisik maupun kebiri (kastrasi) melalui suntik kimia bagi para predator atau monster kekerasan seksual,” ucapnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...
Sulawesi - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:27 WIB

Miris, Anak Korban Gempa Palu Dicabuli, Baru 1 Pelaku Tertangkap

Duka bocah di bawah umur berinisial H semakin mendalam. Setelah menjadi korban gempa Palu, kini bocah 7 tahun itu ...
Sumatera Utara - Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:44 WIB

Pedas! Harga Cabai di Medan Hampir Rp50 Ribu per Kilogram

Kaum ibu di Kota Medan kembali meringis seiring harga cabai dan sejumlah bahan pangan merangkak naik.Saat ini, harga cabai merah ...
Sumatera Utara - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:31 WIB

13 Orang Tewas 10 Hilang Akibat Banjir Bandang Mandailing Natal

9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor yang terjadi pada, Jumat (12/10/2018).Sembilan kecamatan ...