Kamis, 24 Agustus 2017 | 10.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Ngeri, Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak

Ngeri, Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 7 Juni 2017 - 13:57 WIB

IMG-5674

Ilustrasi

MEDAN, kini.co.id – Kasus kejahatan seksual dengan cara sodomi yang menimpa 4 orang anak remaja laki-laki yang dilakukan oleh seorang pria beristri di Medan Johor termasuk kejahatan yanv mengerikan.

Ditambah lagi kasus kekerasan seksual yang dilakukan didalam angkutan umum terhadap seorang siswi di kota Medan, menambah catatan hitam kekerasan seksual di ibukota Provinsi Sumut tersebut.

Sehingga Komnas Perlindungan Anak menyatakan Medan Darurat Kejahatan Seksual Anak.

“Tidaklah berlebihan jika Kota Medan masuk dalam katagori kota yang sangat menakutkan dan sangat membutuhkan penegakan hukum yang berkeadilan dari para aparatus penegak hukum dan keterlibatan masyarakat di kota Medan,” ucap Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, Rabu (7/6/2017).

Pria berambut gondrong itu mengatakan dari kronologis tindak pidana kejahatan seksual yang terjadi dalam angkutan umum baru-baru ini, patut diduga dan diwaspadai dilakukan sekelompok orang secara berencana dan sistimatis.

“Oleh sebab itu, kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga dan momentum bagi masyarakat khususnya anak-anak untuk berhati-hati menggunakan angkutan umum,” ucapnya.

Lebih dari itu, Arist sangat berharap dengan kehadiran Irjen Polisi Paulus Waterpauw sebagai Kapolda Sumatera Utara menggantikan Irjen Polisi Richo Amelza Dhaniel meningkatkan penegakan hukum bagi para predator dan monster keketasan seksual terhadap anak dan pelanggaran-pelanggaran hak anak di Sumatera Utara.

“Sudah saatnya mendorong aparatur penegak hukum, Polisi Jaksa maupun Hakim untuk menerap UU No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No. 23 Tahun 2002 Perlindungan Anak dengan sanksi pidana pokok minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun ditambah dengan hukuman pemberatan fisik maupun kebiri (kastrasi) melalui suntik kimia bagi para predator atau monster kekerasan seksual,” ucapnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:27 WIB

DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah

Dari delapan daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Sumatera Utara (Sumut), DPD Partai Golkar Sumut ...
Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo

Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadiri bakti kesehatan dan sosial dengan memberi bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten ...
Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:59 WIB

Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid

Keputusan DPP Golkar yang menduetkan Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu sebagai pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara dinilai ...
Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:19 WIB

Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi

Realisasi pendapatan daerah Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Di beberapa sektor, pendapatan justru jauh dari target.Untuk itu Fraksi Gerindra ...
Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:03 WIB

Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan

Persoalan reklame terus menjadi sorotan. Pasalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor reklame masih sangat memprihatinkan.Dari target Rp89,9 ...
Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:40 WIB

Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup

Keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan menjadi perhatian anggota legislatif.Hal ini mengingat semakin menyempitnya RTH seiring berdirinya bangunan ...