Kamis, 24 Agustus 2017 | 13.54 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Dua Bandar Narkoba Terpaksa Ditembak Mati

Dua Bandar Narkoba Terpaksa Ditembak Mati

Minggu, 4 Juni 2017 - 19:53 WIB

IMG-5660

Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel dalam paparan persnya di RS Bhayangkara, Medan, Minggu (4/6). (kininews/arman)

Medan, kini.co.id – Jajaran Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara terpaksa menembak mati dua dari tiga bandar narkoba saat hendak ditangkap di Jl. Tol Tanjung Mulia, Sabtu (03/06) kemarin.

Para pelaku yang mengendarai jenis mobil sedan honda jazz sempat dikejar di kawasan Besitang, Langkat namun mereka berusaha kabur memasuki jalan tol Tanjung Mulia.

Petugas akhirnya berhasil menghentikan para pelaku, namun ketiganya memberikan perlawan dengan menggunakan senjata api, petugas pun memberikan tindakan tegas dengan menembak mati dua orang pelaku.

Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan para pelaku terpaksa diambil tindakan tegas dan terukur karena sudah mengancam jiwa dari petugas.

“Tindakan tegas terhadap pengedar narkoba yang melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian selalu kami lakukan,” kata Irjen Rycko dalam keterangan persnya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Minggu (4/6).

Pihaknya, tambah Kapolda berkomitmen jelas dan tegas terkait pemberantasan jaringan narkoba di Sumut dengan melakukan upaya pemberantasan narkoba secara komprehensif, baik menggunakan cara-cara soft power, upaya-upaya pemberdayaan mengikutsertakan masyarakat, sampai upaya-upaya penindakan tegas kepada bandar-bandar narkoba.

“Kasus terakhir ini merupakan tindakan tegas yang dilakukan terhadap bandar Narkoba yang ke-12 dan ke-13 yang di tembak di tempat oleh personil,” tegasnya.

Dari pengungkapan tersebut sebanyak 5 kilogram narkotika jenis sabu diamankan beserta barangbukti lainnya, yakni satu pucuk senjata api, satu unit mobil honda Jazz warna hitam nopol BK 38 DI serta satu tersangka yang masih hidup, Ridwan (43), warga Dusun Ingin Jaya, Desa Uram Jalan, Banda Alam, Aceh.

Untuk dua tersangka yang tewas yakni Mahdi Alias Panglima Mahdi (43), warga Dusun Kuta Peutek Desa Gureb Blang, Idi Rayeuk, Aceh, dan Zahri S (39), warga Desa Kambam, Muara Batu, Aceh. Keduanya masih disemayamkan di RS Bhayangkara, Medan.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:27 WIB

DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah

Dari delapan daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Sumatera Utara (Sumut), DPD Partai Golkar Sumut ...
Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo

Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadiri bakti kesehatan dan sosial dengan memberi bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten ...
Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:59 WIB

Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid

Keputusan DPP Golkar yang menduetkan Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu sebagai pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara dinilai ...
Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:19 WIB

Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi

Realisasi pendapatan daerah Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Di beberapa sektor, pendapatan justru jauh dari target.Untuk itu Fraksi Gerindra ...
Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:03 WIB

Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan

Persoalan reklame terus menjadi sorotan. Pasalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor reklame masih sangat memprihatinkan.Dari target Rp89,9 ...
Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:40 WIB

Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup

Keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan menjadi perhatian anggota legislatif.Hal ini mengingat semakin menyempitnya RTH seiring berdirinya bangunan ...