Senin, 11 Desember 2017 | 12.48 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Polri Diminta Usut Oknum FPI yang Intimidasi Anak di Cipinang Muara

Polri Diminta Usut Oknum FPI yang Intimidasi Anak di Cipinang Muara

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 2 Juni 2017 - 10:46 WIB

IMG-5649

Video intimidasi yang diduga dilakukan FPI kepada seorang anak. (ist)

MEDAN, kini.co.id – Sebuah video berisi interogasi anak oleh sekelompok orang yang diduga FPI dan pendukung Habib Rizieq menjadi viral.

Pasalnya dalam video itu, seorang anak berinisial PAM berusia 15 tahun sedang dikerumuni oleh belasan orang dan diminta untuk tidak lagi mengina FPI dan Habib Rizieq.

Namun dalam persekusi itu sejumlah orang dewasa melakukan intimidasi. Sesekali anak tersebut ditempeleng dan ditampar.

Terkait itu, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan perlakuan oknum FPI itu melanggar UU No. 33 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Ketentuan Pasal 59 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak demi kepentingan terbaik anak (the best intetest of the child).

Untuk itu pihaknya meminta Polri mengusut persekusi yang dilakukan terhadap anak di bawah umur tersebut.

“Komnas Anak meminta Kapolri segera mengusut kasus Persekusi yang menimpa anak PMA (15),” katanya sesuai keterangan pers yang diterima Kini.co.id, Jumat (2/6/2017).

Komnas Anak, lanjutnya, juga meminta pimpinan FPI menghentikan tindakan Persekusi terhadap masyarakat khususnya terhadap anak.

“Demi kepentingan terbaik anak dan rasa nyaman bagi PMA, jika diperlukan Komnas Perlindungan Anak segera akan memberikan pendampingan hukum dan terapy psikososial bagi PMA dan Quick investigator Komnas Anak Segera menemui PMA dan keluarganya juga kepada pimpinan FPI dan Ketua RW Cipinang Muara,” jelasnya lagi.

Sebelumnya diketahui dalam sebuah video yang menyebar lewat jejaring sosial seorang anak di Cipinang Muara Jakarta Timur dipaksa menuliskan pernyataan dalam kertas bermaterai untuk tidak lagi menghina FPI dan Habib Rizieq.

“Bilang sama temen-temen lu, lu nasehatin bilangin biar nasibnya gak sama dengan lu. Lu masih untung gak diapa-apain,” ucap seorang pria dewasa dalam video tersebut.

Anak tersebut sesekali mendapat kekerasan fisik berupa tamparan dan pukulan pada kepalanya dalan interogasi yang tanpa didampingi orangtua terlebih pihak Kepolisian.

Sehingga Komnas Anak menilai ini sebagai tindakan berlebihan dan mengandung kekerasan terhadap anak.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 09:10 WIB

Ivan Iskandar Batubara siap dampingi Tengku Erry di Pilgub Sumut

Mengikuti jejak Sandiaga Salahudin Uno yang melepas jabatan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan berkiprah di politik, hal itu ...
Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 06:48 WIB

Pelanggaran HAM di Sumut masih tinggi

Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) di Sumatera Utara masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Berdasarkan catatan Komisi Orang Hilang dan ...
Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 00:02 WIB

Banyak dikeluhkan, penggagas festival durian Sindangwangi 2017 bungkam

Pihak penggagas dan panitia festival durian Sindangwangi 2017 masih belum memberikan jawaban terkait banyaknya keluhan pengunjung yang sudah membeli tiket ...
PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018
Sumatera Utara - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:42 WIB

PAN usung Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencalonkan mantan Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018.Dukungan ...
Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 20:26 WIB

Panitia Festival Durian Sindangwangi 2017 bakal diperkarakan

Banyaknya keluhan masyarakat terkait kekecewaannya saat mengunjungi Festival Durian Sindangwangi 2017 di Pasar Ikan, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten ...
KLHK segel limbah medis di TPS  Cirebon
Jawa Barat - Minggu, 10 Desember 2017 - 19:27 WIB

KLHK segel limbah medis di TPS Cirebon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel tempat pembuangan sementara (TPS) yang berisikan limbah medis di Cirebon, Jawa Barat. "Saat ini ...