Senin, 11 Desember 2017 | 20.29 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Jumlah Perkara di Pengadilan Negeri Bekasi Meningkat

Jumlah Perkara di Pengadilan Negeri Bekasi Meningkat

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 30 Mei 2017 - 22:49 WIB

IMG-5633

Pengadilan Negeri Bekasi (Ist)

Bekasi, kini.co.id – Jumlah penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi selama bulan ramadan mengalami peningkatan.

Berdasarkan data PN Kota Bekasi dari Januari sampai Mei 2017, pelanggaran lalu lintas menempati urutan pertama dengan jumlah 4 ribu perkara.

Sementara kasus perdata hanya mencapai 10 persen perkara.

Juru Bicara PN Kota Bekasi, Suwarsa Hidayat, menjelaskan, indikasi adanya peningkatan penanganan persidangan pada bulan ramadan berdasarkan jumlah persidangan pada hari biasa.

Jumlah pada 2017 ini, mengalami peningkatan dibanding 2016 dengan rincian, 7 ribu pidana dan 700 perdata.

“Saat ramadan penanganan persidanganan tetap mengalami peningkatan, karena berdasarkan jadwal persidangan di hari biasa (sebelum puasa),” ujar dia, Selasa (30/5).

Suwarsa memaparkan, ribuan penanganan persidangan tersebut hanya ditangani oleh 35 hakim.

Menurutnya, jumlah tersebut tidak sebanding dengan perkara yang masuk dalam meja persidangan.

Karena itu, dari jumlah hakim yang tersedia, PN Kota Bekasi berharap proses persidangan selama bulan ramadan juga tidak mengalami penundaan dengan berbagai alasan apapun.

“Karena persidangan tidak bisa ditunda meskipun tengah menjalani puasa. Kalau untuk pidana, sidanganya ditunda juga kan tidak bagus walaupun lagi puasa,” papar dia.

PN Kota Bekasi juga mengubah jumlah waktu persidangan sesuai dengan intruksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkorasi (Kemenpan RB).

Tercatat, jika hari biasa PN Kota Bekasi membuka jadwal persidangan dimulai 08.00 hingga 17.00 WIB.

Sementara saat bulan ramadan mengalami pengurangan waktu, yakni dimulai sejak 08.30 sampai 15.00 WIB.

Suwarsa mengatakan jumlah waktu persidangan tersebut sudah disosialisasikan kepada masyarakat yang akan melakukan persidangan.

Begitu juga dengan mereka yang masuk dalam kategori pidana.

Menurutnya, pengurangan jumlah waktu ini tidak mengurangi penanganan yang dilakukan hakim.

“Tidaklah, hakim tetap seperti biasanya,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 20:26 WIB

Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dias Perpustakaan dan Arsip bekerjasama dengan Forum Masyarakat Literasi akan menggelar pemecahan rekor Museum Rekor ...
Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 19:35 WIB

Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Tengku Erry menerima penghargaan atas upayanya ...
Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 18:39 WIB
Labura

Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah

Bupati Labura Kharuddin Syah mengajak masyarakat untuk meneladani Rasulullah SAW.Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 ...
Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 17:05 WIB

Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa siswi SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah ...
Syarat Mendapatkan Dana UMi untuk UMKM
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 17:03 WIB

Syarat Mendapatkan Dana UMi untuk UMKM

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan sektor yang menyokong pertumbuhan ekonomi suatu daerah.Namun seringkali pelaku UMKM terbentur dengan persoalan modal ...
Pembunuh siswi SMA di Bekasi ditangkap
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 16:59 WIB

Pembunuh siswi SMA di Bekasi ditangkap

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, meringkus pelaku pembunuhan siswi SMA, Mashita Octavian (18) yang terjadi di gerbang Perumahan Alinda, Bekasi ...