Minggu, 22 Oktober 2017 | 22.34 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Jumlah Perkara di Pengadilan Negeri Bekasi Meningkat

Jumlah Perkara di Pengadilan Negeri Bekasi Meningkat

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 30 Mei 2017 - 22:49 WIB

IMG-5633

Pengadilan Negeri Bekasi (Ist)

Bekasi, kini.co.id – Jumlah penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi selama bulan ramadan mengalami peningkatan.

Berdasarkan data PN Kota Bekasi dari Januari sampai Mei 2017, pelanggaran lalu lintas menempati urutan pertama dengan jumlah 4 ribu perkara.

Sementara kasus perdata hanya mencapai 10 persen perkara.

Juru Bicara PN Kota Bekasi, Suwarsa Hidayat, menjelaskan, indikasi adanya peningkatan penanganan persidangan pada bulan ramadan berdasarkan jumlah persidangan pada hari biasa.

Jumlah pada 2017 ini, mengalami peningkatan dibanding 2016 dengan rincian, 7 ribu pidana dan 700 perdata.

“Saat ramadan penanganan persidanganan tetap mengalami peningkatan, karena berdasarkan jadwal persidangan di hari biasa (sebelum puasa),” ujar dia, Selasa (30/5).

Suwarsa memaparkan, ribuan penanganan persidangan tersebut hanya ditangani oleh 35 hakim.

Menurutnya, jumlah tersebut tidak sebanding dengan perkara yang masuk dalam meja persidangan.

Karena itu, dari jumlah hakim yang tersedia, PN Kota Bekasi berharap proses persidangan selama bulan ramadan juga tidak mengalami penundaan dengan berbagai alasan apapun.

“Karena persidangan tidak bisa ditunda meskipun tengah menjalani puasa. Kalau untuk pidana, sidanganya ditunda juga kan tidak bagus walaupun lagi puasa,” papar dia.

PN Kota Bekasi juga mengubah jumlah waktu persidangan sesuai dengan intruksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkorasi (Kemenpan RB).

Tercatat, jika hari biasa PN Kota Bekasi membuka jadwal persidangan dimulai 08.00 hingga 17.00 WIB.

Sementara saat bulan ramadan mengalami pengurangan waktu, yakni dimulai sejak 08.30 sampai 15.00 WIB.

Suwarsa mengatakan jumlah waktu persidangan tersebut sudah disosialisasikan kepada masyarakat yang akan melakukan persidangan.

Begitu juga dengan mereka yang masuk dalam kategori pidana.

Menurutnya, pengurangan jumlah waktu ini tidak mengurangi penanganan yang dilakukan hakim.

“Tidaklah, hakim tetap seperti biasanya,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Erry berharap dana desa tepat sasaran
Sumatera Utara - Minggu, 22 Oktober 2017 - 22:10 WIB

Erry berharap dana desa tepat sasaran

Peningkatan dana desa yang sangat signifikan dari tahun ketahun harus diimbangi dengan kemampuan kapasitas para aparatur di desa. Kehadiran para ...
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...