Kamis, 24 Agustus 2017 | 13.45 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Poros Tengah Enggan Koalisi dengan PDIP

Pilkada 2018

Poros Tengah Enggan Koalisi dengan PDIP

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 30 Mei 2017 - 18:45 WIB

IMG-5628

Ilustrasi bendera PDIP (Ist)

Bekasi, kini.co.id – Meski menjadi partai pemenang pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu di Bekasi, PDI Perjuangan nampaknya enggan dilirik partai lain untuk berkoalisi pada Pilkada 2018 mendatang.
Partai menengah sepertinya lebih memilih untuk merapat dengan Partai Golkar utuk mengusung calon petahana, Rahmat Effendi.

Hal itu seperti diutarakan, Ketua Hanura Kota Bekasi, Syaherallayali yang menyebutkan lebih realistis dalam menentukan koalisi pada Pilkada mendatang.

“Kita realistis saja, lebih baik merapat dengan yang memiliki peluang menang lebih besar. Pak Rahmat Effendi memiliki popularitas dan elektabilitas yang sangat tinggi,” kata dia, Selasa (30/5).

Rall sapaan akrab Syaherallayali menegaskan tidak akan mengambil resiko dalam menentukan pilihan koalisi.

“Kita (Hanura) masih menjadi pengusung koalisi PAS, pada Pilkada nanti, dimungkinkan kami lebih memilih merapat ke Pak Rahmat Effendi dibandingkan calon lain,” tuturnya.

Senada dengan Rall, Sekretaris Partai Demokrat Kota Bekasi, Sodikin, menegaskan saat ini elektabilitas Rahmat Effendi sudah menyasar ke berbagai elemen.

“Peluang petahana, Rahmat Effendi lebih besar dibandingkan calon lain. Selain, sudah berbuat untuk membangun Kota Bekasi, secara survei juga lebih unggul,” tutur dia.

Lanjutnya, Partai Demokrat Kota Bekasi akan belajar dari Pilkada lalu, kemungkinan besar pada Pilkada mendatang, Partai berlambang mercy itu turut merapat ke petahana dengan bersama mengusung Rahmat Effendi.

“Kita cari yang lebih berpeluang yang mana, pengambilan keputusan politik, harus realistis dan memiliki hitungan matang, hanya saja kita tetap mengikuti instruksi dari DPP,” ujarnya.

Dikabarkan, Partai menengah seperti PPP, Demokrat, Hanura, PKB lebih memilih merapat ke Golkar yang mengusung petahana, ketimbang PDIP partai pemenang pemilu memiliki kursi terbanyak di legislatif dengan 12 kursi.

“Hal itu wajar saja, mengingat, survey Rahmat Effendi sangat tinggi. Elektabilitas sudah mencapai 55 persen, Popularitas lebih dari 70 persen. Sedangkan, calon dari PDIP belum ada yang mumpuni. Kecuali Mochtar Mohammad, tapi terkendala status mantan narapidana, sementara Ketua DPC PDIP kota Bekasi, Anim Imamudin belum cukup dikenal di publik,” tambah Pengamat sekaligus konsultan politik , Jiwang Jiputro.

Justru, kata Jiwang, lawan yang seimbang justru datang dari koalisi merah putih, yang diusung oleh PKS dan Gerindra.

“Jika koalisi ini benar terwujud pada pilkada, justru akan menjadi lawan berat Rahmat Effendi,” tandas dia.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:27 WIB

DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah

Dari delapan daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Sumatera Utara (Sumut), DPD Partai Golkar Sumut ...
Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo

Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadiri bakti kesehatan dan sosial dengan memberi bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten ...
Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:59 WIB

Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid

Keputusan DPP Golkar yang menduetkan Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu sebagai pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara dinilai ...
Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:19 WIB

Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi

Realisasi pendapatan daerah Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Di beberapa sektor, pendapatan justru jauh dari target.Untuk itu Fraksi Gerindra ...
Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:03 WIB

Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan

Persoalan reklame terus menjadi sorotan. Pasalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor reklame masih sangat memprihatinkan.Dari target Rp89,9 ...
Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:40 WIB

Nunggak Uang Sewa, Pusat Kuliner Merdeka Walk Medan Diminta Tutup

Keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Medan menjadi perhatian anggota legislatif.Hal ini mengingat semakin menyempitnya RTH seiring berdirinya bangunan ...