Minggu, 25 Juni 2017 | 03.55 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Poros Tengah Enggan Koalisi dengan PDIP

Pilkada 2018

Poros Tengah Enggan Koalisi dengan PDIP

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 30 Mei 2017 - 18:45 WIB

IMG-5628

Ilustrasi bendera PDIP (Ist)

Bekasi, kini.co.id – Meski menjadi partai pemenang pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu di Bekasi, PDI Perjuangan nampaknya enggan dilirik partai lain untuk berkoalisi pada Pilkada 2018 mendatang.
Partai menengah sepertinya lebih memilih untuk merapat dengan Partai Golkar utuk mengusung calon petahana, Rahmat Effendi.

Hal itu seperti diutarakan, Ketua Hanura Kota Bekasi, Syaherallayali yang menyebutkan lebih realistis dalam menentukan koalisi pada Pilkada mendatang.

“Kita realistis saja, lebih baik merapat dengan yang memiliki peluang menang lebih besar. Pak Rahmat Effendi memiliki popularitas dan elektabilitas yang sangat tinggi,” kata dia, Selasa (30/5).

Rall sapaan akrab Syaherallayali menegaskan tidak akan mengambil resiko dalam menentukan pilihan koalisi.

“Kita (Hanura) masih menjadi pengusung koalisi PAS, pada Pilkada nanti, dimungkinkan kami lebih memilih merapat ke Pak Rahmat Effendi dibandingkan calon lain,” tuturnya.

Senada dengan Rall, Sekretaris Partai Demokrat Kota Bekasi, Sodikin, menegaskan saat ini elektabilitas Rahmat Effendi sudah menyasar ke berbagai elemen.

“Peluang petahana, Rahmat Effendi lebih besar dibandingkan calon lain. Selain, sudah berbuat untuk membangun Kota Bekasi, secara survei juga lebih unggul,” tutur dia.

Lanjutnya, Partai Demokrat Kota Bekasi akan belajar dari Pilkada lalu, kemungkinan besar pada Pilkada mendatang, Partai berlambang mercy itu turut merapat ke petahana dengan bersama mengusung Rahmat Effendi.

“Kita cari yang lebih berpeluang yang mana, pengambilan keputusan politik, harus realistis dan memiliki hitungan matang, hanya saja kita tetap mengikuti instruksi dari DPP,” ujarnya.

Dikabarkan, Partai menengah seperti PPP, Demokrat, Hanura, PKB lebih memilih merapat ke Golkar yang mengusung petahana, ketimbang PDIP partai pemenang pemilu memiliki kursi terbanyak di legislatif dengan 12 kursi.

“Hal itu wajar saja, mengingat, survey Rahmat Effendi sangat tinggi. Elektabilitas sudah mencapai 55 persen, Popularitas lebih dari 70 persen. Sedangkan, calon dari PDIP belum ada yang mumpuni. Kecuali Mochtar Mohammad, tapi terkendala status mantan narapidana, sementara Ketua DPC PDIP kota Bekasi, Anim Imamudin belum cukup dikenal di publik,” tambah Pengamat sekaligus konsultan politik , Jiwang Jiputro.

Justru, kata Jiwang, lawan yang seimbang justru datang dari koalisi merah putih, yang diusung oleh PKS dan Gerindra.

“Jika koalisi ini benar terwujud pada pilkada, justru akan menjadi lawan berat Rahmat Effendi,” tandas dia.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...