Sabtu, 21 Oktober 2017 | 17.05 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Jam Operasional Transjakarta Berubah Selama Ramadhan

Jam Operasional Transjakarta Berubah Selama Ramadhan

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 24 Mei 2017 - 13:57 WIB

IMG-5576

Koridor Transjakarta Sarina (kininews/dok)

Jakarta, kini.co.id – Selama bulan Ramadhan banyak kantor, baik swasta maupun pemerintahan, mengubah jam kerja karyawannya. Untuk itu, PT Transjakarta ikut juga ikut menyesuaikan operasional busway sesuai jam kantor pulang.

Direktur PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, perubahan jam operasi bus transjakarta itu dilakukan karena mayoritas pelanggan melaksanakan ibadah puasa.

“Pelanggan kami mayoritas melaksanakan ibadah puasa. Sehingga operasinal jam juga kami ubah menyeusiakan kebutuhan pelanggan,” kata Budi di Jakarta, Rabu (24/5).

Selain perubahan jam operasional, kata Budi pihaknya juga akan memperbanyak jumlah bus pada jam-jam sibuk, dengan jumlah bus yang dioperasikan 20 persen, yang kemudian akan dilakukan penambahan secara bertahap setiap 30 menit.

Sementara itu, Direktur Pelayanan dan Pengembangan Bisnis PT Transjakarta Welfizon Zulfa menambahkan, pada hari normal di pagi hari, jam sibuk biasanya terjadi pada pukul 6.00-9.00 WIB.

Namun, saat Ramadhan berubah menjadi pukul 5.00-8.00 WIB. Sementara pada sore hari jam sibuk akan terjadi pada pukul 16.00-19.00 WIB dan saat Ramadhan berubah menjadi pukul 15.00-18.00 WIB.

“Biasanya khan jam sibuk akan mengalami perubahan. Menjadi lebih cepat dari pada hari biasanya,” kata Welfizon.

Dengan adanya perubahan ini, tambah Welfizon jumlah bus yang dioperasikan, yakni sebanyak 1.100 unit setiap hari.

Sementara, waktu operasional bus Transjakarta reguler akan dikurangi satu jam dari semula pukul 5.00-23.00 WIB menjadi 5.00-22.00 WIB.
“Operasional akan dilanjutkan dengan Angkutan Malam Hari (Amari). Jadi tetap 24 jam operasionalnya,” pungkasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...