Kamis, 24 Agustus 2017 | 15.29 WIB
KiniNEWS>Regional>Riau>Tersisa 125 Napi Sialang Bungkuk yang Belum Ditangkap

Tersisa 125 Napi Sialang Bungkuk yang Belum Ditangkap

Senin, 15 Mei 2017 - 12:07 WIB

IMG-5481

Napi Sialang Bungkuk, Riau diantar keluarganya (Ant)

Pekanbaru, kini.co.id – Ratusan narapidan Lapas Kelas II B Saialang Bungkuk, Pekanbaru, Provinsi Riau yang kabur beberapa waktu lalu tersisa sekitar 125 orang sat ini masih dalam pengejaran.

Sebelumnya hingga pekan kemarin sudah 323 narapidana yang ditangkap kembali setelah peristiwa kaburnya 448 napi dari rutan tersebut.

“Untuk napi yang sudah tertangkap totalnya 323 orang hingga kemarin malam,” kata Karo Penmas, Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/5).

Dengan demikian, dari total napi yang kabur sebanyak 448 orang, yang masih buron sebanyak 125 orang napi.

“Sisanya 125 orang masih diupayakan untuk dikejar dan ditangkap,” ujarnya.

Polda Riau sebagaimana dilansir Antara mengungkapkan adanya permasalahan yang memicu kaburnya ratusan tahanan Rutan Sialang Bungkuk. Dalam keterangan kepolisian disebutkan bahwa tahanan, khususnya Blok B dan C, berunjuk rasa karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Mereka akhirnya membuat kericuhan dan mendobrak pintu setinggi tiga meter bagian samping kanan rutan, lalu kabur pada Jumat (5/5).

Rutan kelebihan kapasitas penghuni karena yang seharusnya hanya bisa menampung 361 tahanan namun kenyataannya berisi 1.870 orang. Dalam satu sel yang seharusnya hanya berisi 10-15 orang namun diisi oleh 30 orang.

Sementara itu, dari keterangan yang didapat dari para penghuni rutan yang sudah diamankan kembali, pemicu lainnya adalah akibat adanya pungli terhadap napi. Selain itu, napi juga tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Napi juga kerap dianiaya, fasilitas kesehatan yang kurang memadai dan pembatasan waktu beribadah yang terlalu singkat juga jadi pemicu.

Pembatasan jam besuk ditambah dengan adanya pungli bagi pembesuk yang ingin menambah waktu besuk, serta perlakuan petugas rutan yang melanggar ketentuan, masuk dalam daftar penyebab mereka kabur.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Diusir dari Lahan PT KAI, Warga Mengadu ke DPRD Medan
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 15:02 WIB

Diusir dari Lahan PT KAI, Warga Mengadu ke DPRD Medan

Disuruh segera pindah, warga yang tinggal di pinggir rel kereta api mendatangi DPRD Medan.Mereka yang terdiri dari warga warga lingkungan ...
DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:27 WIB

DPD Golkar Sumut Siapkan Lima Bakal Calon Kepala Daerah

Dari delapan daerah yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Sumatera Utara (Sumut), DPD Partai Golkar Sumut ...
Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo
Sumatera Utara - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:02 WIB

Kapolri Akan Temui Korban Erupsi Gunung Sinabung di Karo

Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadiri bakti kesehatan dan sosial dengan memberi bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten ...
Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:59 WIB

Meski Ketuanya Ditempatkan sebagai Wakil, Golkar Sumut Mengaku Tetap Solid

Keputusan DPP Golkar yang menduetkan Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu sebagai pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara dinilai ...
Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:19 WIB

Realisasi Pendapatan Medan Rp4,3 T, Gerindra Minta SKPD Dievaluasi

Realisasi pendapatan daerah Kota Medan dinilai masih belum maksimal. Di beberapa sektor, pendapatan justru jauh dari target.Untuk itu Fraksi Gerindra ...
Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan
Sumatera Utara - Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:03 WIB

Pendapatan Reklame Jauh dari Target, PKS: Penghinaan Bagi Kota Medan

Persoalan reklame terus menjadi sorotan. Pasalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor reklame masih sangat memprihatinkan.Dari target Rp89,9 ...