Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.49 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Politisi Hanura Medan Tulis Pesan untuk Istri Ahok

Politisi Hanura Medan Tulis Pesan untuk Istri Ahok

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 12 Mei 2017 - 01:15 WIB

IMG-5467

Tulisan Politisi Hanura Medan, Ratna Sitepu kepada Veronika Tan. (facebook)

MEDAN, kini.co.id – Sekertaris Fraksi Hanura DPRD Kota Medan, Hj. Ratna Sitepu diam-diam memperhatikan perjalanan karir istri terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Veronika Tan.

Ratna menuliskan di akun Facebook pribadinya tertanggal, 11 Mei pukul 11.07 WIB. Veronika pun disapa dengan kata ‘Kakak’ dengan alasan berasal dari kota Medan.

Berikut isi tulisan Ratna Sitepu kepada Veronika Tan, ;
Saya cukup banyak menyimak perjalanan ibu ini. Kl bisa di bilang cukup kepo sejak sang suami di tetapkan sbg Plt.Gubernur DKI Jakarta dan lebih kepo lagi ketika proses Pilkada Jakarta berlangsung.

Dear, Veronika Tan.
Bu, atau lbh pas saya panggil ‘kakak’ saja ya? Bukan hanya karena kita sebaya, tapi juga saya ingat kakak lahir dan besar di Medan sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta melanjutkan kuliah dan bertemu sang ayank bebeb disana.

Kak Vero, kita pernah sekali bertemu di Jakarta, kalau tak salah di acara Munas Hanura yang saya juga hadir bersama kawan-kawan se-partai. Kita bersalaman waktu itu. Lumayan beberapa detik bisa merasakan kulit halusmu bersentuhan dengan genggaman saya yang cukup kuat. Kau meringis sedikit kesakitan. Saya bilang saya dari Medan dan kau pun tersenyum manis dan menjawab halus,

” oohh, pantas.. orang Medan rupanya..saya pun lahir di Medan,Kak..”
” Kak..” saya suka sebutan itu. Panggilan akrab khas Medan, sebutan yang menurut saya lebih akrab dibanding ” Bu(Ibu) ”

Sama seperti kwn2 media yg sering berteriak menyapa saya di gedung dewan yang megah itu.
” woooi kakak dewan..!! ” daripada sebutan Bu Dewan yang seakan ada jarak disana.
Back to the top.

Kak Vero yang saya lihat waktu itu selalu tersenyum manis, berdiri di samping Pak Ahok, oh ya,, sekitar selangkah di belakang pak Ahok kalau tak salah. Tersenyum dan tak banyak bicara, juga ketika suamimu di wawancara, kau hanya menatap tanpa kehilangan senyum manis, Membuat saya menarik kesimpulan, bahwa kau bukan tipe perempuan yang minta di kedepankan atau perlu pengakuan karena toh Masyarakat Jakarta dan kita-kita tahu bahwa engkau istri pak Gubernur.

Ketika hampir semua mem-bully suamimu, kulihat dan kubaca di media, kau selalu berdiri tegar mendampingi, irit bicara, cenderung tak menjawab dengan ucapan yang bisa memprovokasi.

Pun ketika proses pencoblosan dimana orang-orang turun ke TPS dengan seragam kotak-kotak ala ‘jokowi’, kau datang dgn pakaian sederhana dan ketika di tanya kenapa tak pakai kotak-kotak? Kau jawab
” Aahh.. setelah pemilihan ini, semua kan selesai? Pilih sesuai dengan hati nurani yang paling dalam. Selamat merayakan demokrasi, selamat merayakan keberagaman..” Sungguh, menurut saya itu jawaban sangat sederhana. Pun ketika ditanya bagaimana menjalani proses hukum? Kau jawab,
” Kami sekeluarga harus kuat dan akan siap menjalaninya, semua titipan Tuhan..”
Saya bisa bayangkan, mungkin setiap malam menjelanh tidur, kau berbicara dan berdiskusi dengan suami, langkap-langkah apa yang akan dan harus kalian lakukan jika vonis hukum tidak sesuai denga harapan.

Mungkin hal yang sama seperti yang akan saya dan istri-istri lain lakukan trhdp suaminy. Memberi semangat, memeluk hangat, dan pasti menahan airmata kuat, karena kita sadar kekuatan kita (istri) adalah kekuatan mereka (suami).

Kak Vero, kemarin saya baca kalau kakak sedang mengupayakan penangguhan penahanan untuk suami.

Yup, saya sangat apresiasi hal tersebut. Karena saya yakin, jikalau saya berada di posisi kakak, saya akan lakukan hal yang sama!

Tak banyak yang saya bisa katakan selain,, Tetaplah kuat Kak, karena ketiga buah hatimu masih sangat membutuhkanmu.

Karena terkadang ada satu masa, kita perempuan harus mampu menjadi ayah sekaligus ibu ( saya sudah rasakan dan lakukan loh kak.. dengan kekuatan Iman, Insya Allah semua akan mampu kita jalankan)

So Kak Vero, saya yakin semua sudah benar. Jangan tanya soal Adil, karena bicara soal Adil, bagaikan 2 sisi mata pisau. Yang satu tumpul, yang satu tajam. Satu merasa sudah cukup adil, satu merasa sangat teraniaya. Jika dibalik pun, satu akan merasa cukup teraniaya dan satu sisi merasa sangat adil.

Saya tak ikut-ikutan mencaci maki kakak dan keluarga. karena secara politis, Pesta demokrasi sudah selesai, secara Hukum, semua sudah mendapat ketetapan.

Walaupun menjadi wakil rakyat berangkat dari sebuah Partai Politik, Saya mengakui bahwa saya bukan Politisi sejati kak Vero…

Saya hanya sedang belajar menjadi Negarawan. Karena Politisi hanya mencari sesuatu untuk kepentingan jiwa raganya dari Negara (mungkin karena itu banyak politisi yang terlibat korupsi y kak? )sedangkan Negarawan sejati memberikan jiwa raganya untuk kepentingan Negara.

Anak cucu saya akan tumbuh berkembang di Negara ini,Kak.. maka saya berharap dan berdoa, mereka akan menjadi generasi yang mampu mencintai serta membela Agama dan Negaranya.

Dan kak Vero, Jika semua sudah selesai, kenapa saya masih ikut-ikutan? kalau saya ikut menista, apa bedanya saya dengan mereka yang dicap sebagai penista…?
Tidaklah kak, sebagai perempuan yang diajarkan ilmu agama dan tata krama, setiap langkah saya akan selalu berpegang teguh kepada kalimat ” Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Pengasih.. Penyayang.. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…”

Life must go on!
Salam.
Hj. Ratna Sitepu SH
( Sekertaris Fraksi Hanura DPRD Kota Medan )

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang ...
PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:26 WIB

PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar

Meski DPD DI-Perjuangan Jawa Barat menyatakan koalisi dengan Partai Golkar di 12 Kabupaten/Kota untuk menghadapi pilkada serentak.Namun langkah itu belum ...
Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September
DKI Jakarta - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:54 WIB

Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September

Bagi Anda pengendara sepeda yang kerap melintas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Bundaran Senayan harap melalui ...
Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:46 WIB

Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Labuhan Batu Utara dijamu di kediaman Wakil Bupati Labura, Tanjung Sari Aek Kanopan, (17/8).Pasukan tersebut ...
Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 11:29 WIB

Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas

Sosok Rahmad Pardamean Hasibuan tak asing lagi di mata warga Padang Lawas, Sumut.Meski kalah pada Pilkada yang lalu, Rahmad tak ...
Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk
Kalimantan - Kamis, 17 Agustus 2017 - 22:01 WIB

Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk

Sebuah jembatan beton di Desa Bangkit Baru - Desa Tanifah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola patah dibagian tengah. Akibat patahnya ...