Jumat, 20 Oktober 2017 | 17.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Politisi Hanura Medan Tulis Pesan untuk Istri Ahok

Politisi Hanura Medan Tulis Pesan untuk Istri Ahok

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 12 Mei 2017 - 01:15 WIB

IMG-5467

Tulisan Politisi Hanura Medan, Ratna Sitepu kepada Veronika Tan. (facebook)

MEDAN, kini.co.id – Sekertaris Fraksi Hanura DPRD Kota Medan, Hj. Ratna Sitepu diam-diam memperhatikan perjalanan karir istri terdakwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Veronika Tan.

Ratna menuliskan di akun Facebook pribadinya tertanggal, 11 Mei pukul 11.07 WIB. Veronika pun disapa dengan kata ‘Kakak’ dengan alasan berasal dari kota Medan.

Berikut isi tulisan Ratna Sitepu kepada Veronika Tan, ;
Saya cukup banyak menyimak perjalanan ibu ini. Kl bisa di bilang cukup kepo sejak sang suami di tetapkan sbg Plt.Gubernur DKI Jakarta dan lebih kepo lagi ketika proses Pilkada Jakarta berlangsung.

Dear, Veronika Tan.
Bu, atau lbh pas saya panggil ‘kakak’ saja ya? Bukan hanya karena kita sebaya, tapi juga saya ingat kakak lahir dan besar di Medan sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta melanjutkan kuliah dan bertemu sang ayank bebeb disana.

Kak Vero, kita pernah sekali bertemu di Jakarta, kalau tak salah di acara Munas Hanura yang saya juga hadir bersama kawan-kawan se-partai. Kita bersalaman waktu itu. Lumayan beberapa detik bisa merasakan kulit halusmu bersentuhan dengan genggaman saya yang cukup kuat. Kau meringis sedikit kesakitan. Saya bilang saya dari Medan dan kau pun tersenyum manis dan menjawab halus,

” oohh, pantas.. orang Medan rupanya..saya pun lahir di Medan,Kak..”
” Kak..” saya suka sebutan itu. Panggilan akrab khas Medan, sebutan yang menurut saya lebih akrab dibanding ” Bu(Ibu) ”

Sama seperti kwn2 media yg sering berteriak menyapa saya di gedung dewan yang megah itu.
” woooi kakak dewan..!! ” daripada sebutan Bu Dewan yang seakan ada jarak disana.
Back to the top.

Kak Vero yang saya lihat waktu itu selalu tersenyum manis, berdiri di samping Pak Ahok, oh ya,, sekitar selangkah di belakang pak Ahok kalau tak salah. Tersenyum dan tak banyak bicara, juga ketika suamimu di wawancara, kau hanya menatap tanpa kehilangan senyum manis, Membuat saya menarik kesimpulan, bahwa kau bukan tipe perempuan yang minta di kedepankan atau perlu pengakuan karena toh Masyarakat Jakarta dan kita-kita tahu bahwa engkau istri pak Gubernur.

Ketika hampir semua mem-bully suamimu, kulihat dan kubaca di media, kau selalu berdiri tegar mendampingi, irit bicara, cenderung tak menjawab dengan ucapan yang bisa memprovokasi.

Pun ketika proses pencoblosan dimana orang-orang turun ke TPS dengan seragam kotak-kotak ala ‘jokowi’, kau datang dgn pakaian sederhana dan ketika di tanya kenapa tak pakai kotak-kotak? Kau jawab
” Aahh.. setelah pemilihan ini, semua kan selesai? Pilih sesuai dengan hati nurani yang paling dalam. Selamat merayakan demokrasi, selamat merayakan keberagaman..” Sungguh, menurut saya itu jawaban sangat sederhana. Pun ketika ditanya bagaimana menjalani proses hukum? Kau jawab,
” Kami sekeluarga harus kuat dan akan siap menjalaninya, semua titipan Tuhan..”
Saya bisa bayangkan, mungkin setiap malam menjelanh tidur, kau berbicara dan berdiskusi dengan suami, langkap-langkah apa yang akan dan harus kalian lakukan jika vonis hukum tidak sesuai denga harapan.

Mungkin hal yang sama seperti yang akan saya dan istri-istri lain lakukan trhdp suaminy. Memberi semangat, memeluk hangat, dan pasti menahan airmata kuat, karena kita sadar kekuatan kita (istri) adalah kekuatan mereka (suami).

Kak Vero, kemarin saya baca kalau kakak sedang mengupayakan penangguhan penahanan untuk suami.

Yup, saya sangat apresiasi hal tersebut. Karena saya yakin, jikalau saya berada di posisi kakak, saya akan lakukan hal yang sama!

Tak banyak yang saya bisa katakan selain,, Tetaplah kuat Kak, karena ketiga buah hatimu masih sangat membutuhkanmu.

Karena terkadang ada satu masa, kita perempuan harus mampu menjadi ayah sekaligus ibu ( saya sudah rasakan dan lakukan loh kak.. dengan kekuatan Iman, Insya Allah semua akan mampu kita jalankan)

So Kak Vero, saya yakin semua sudah benar. Jangan tanya soal Adil, karena bicara soal Adil, bagaikan 2 sisi mata pisau. Yang satu tumpul, yang satu tajam. Satu merasa sudah cukup adil, satu merasa sangat teraniaya. Jika dibalik pun, satu akan merasa cukup teraniaya dan satu sisi merasa sangat adil.

Saya tak ikut-ikutan mencaci maki kakak dan keluarga. karena secara politis, Pesta demokrasi sudah selesai, secara Hukum, semua sudah mendapat ketetapan.

Walaupun menjadi wakil rakyat berangkat dari sebuah Partai Politik, Saya mengakui bahwa saya bukan Politisi sejati kak Vero…

Saya hanya sedang belajar menjadi Negarawan. Karena Politisi hanya mencari sesuatu untuk kepentingan jiwa raganya dari Negara (mungkin karena itu banyak politisi yang terlibat korupsi y kak? )sedangkan Negarawan sejati memberikan jiwa raganya untuk kepentingan Negara.

Anak cucu saya akan tumbuh berkembang di Negara ini,Kak.. maka saya berharap dan berdoa, mereka akan menjadi generasi yang mampu mencintai serta membela Agama dan Negaranya.

Dan kak Vero, Jika semua sudah selesai, kenapa saya masih ikut-ikutan? kalau saya ikut menista, apa bedanya saya dengan mereka yang dicap sebagai penista…?
Tidaklah kak, sebagai perempuan yang diajarkan ilmu agama dan tata krama, setiap langkah saya akan selalu berpegang teguh kepada kalimat ” Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Pengasih.. Penyayang.. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…”

Life must go on!
Salam.
Hj. Ratna Sitepu SH
( Sekertaris Fraksi Hanura DPRD Kota Medan )

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...
Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh
Aceh - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:49 WIB

Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh

Tabrakan maut antara dua bus "Simpati Star" di jalan negara Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Drang, Kecamatan Muara Batu, ...
Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:02 WIB

Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kharuddin Syah mengatakan menabung dengan emas merupakan keputusan yang bijak. Karena menabung emas lebih terjamin dibanding ...
Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:09 WIB

Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana memberi dana beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi dari kalangan yang tidak mampu pada 2018 mendatang.Dana ...
Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:03 WIB

Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik

Rupanya, beberapa tahun belakangan ini titik banjir di Kota Bekasi masih tidak berkurang.Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota ...
Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI
DKI Jakarta - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:56 WIB

Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus menggencarkan penindakan terhadap kendaraan roda empat yang memarkirkan sembarangan atau parkir liar di sepanjang ...