Minggu, 22 Oktober 2017 | 22.38 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Disdik Bekasi: Sosialisasi PPDB Online Terhambat Kebijakan Walikota

Disdik Bekasi: Sosialisasi PPDB Online Terhambat Kebijakan Walikota

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 11 Mei 2017 - 01:38 WIB

IMG-5463

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi (Ist)

Bekasi, kini.co.id – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, mengaku belum bias melakukan sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2017. Karena belum adanya kebijakan yang diterapkan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

“Belum ada kebijakan, dan saat ini PPDB online 2017 masih dalam tahap penyempurnaan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Cucu Syamsudin, Rabu (10/5).

Cucu menjelaskan, hambatan sosialisasi PPDB online 2017 itu, dipicu karena adanya pengambilalihan SMA dan SMK se-Kota Bekasi dari pemerintah Kota Bekasi oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.

Padahal, PPDB online sendiri akan berlangsung pada Juli 2017
mendatang, peserta didik baru itu di dominasi dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta.

“Kita prediksi pada bulan Juni nanti, kita sudah bisa sosilasisi PPDB online 2017. Saya sampaikan web pendaftaran PPDB online juga masih sama seperti yang dulu,” kata dia.

Sistem PPDB online 2017 nanti, kata Cucu akan sama seperti
tahun 2016 silam, melalui jalur Zonasi dan Afirmasi. Yang membedakan, pemerintah Kota Bekasi tidak melayani pendaftaran SMA dan SMK, negeri maupun swasta.

PPDB online tahun 2016 lalu, lanjut Cucu, juga akan menjadi pelajaran bagi pemerintah Kota Bekasi khususnya Dinas Pendidikan. Dimana masih banyak bangku yang tidak terisi oleh siswa.

“Tapi sampai saat ini memang masih kita godok, dan pastinya PPDB onlien 2017 ini tidak beda jauh dengan apa yang telah diterapkan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat,” tuturnya.

Ia berharap, PPDB online 2017 kali ini tidak ada partai politik
yang menunggangi hak siswa. Alasannya, tahun 2016 silam, PPDB banyak digiring oleh para partai politik.

“Pemangku kepentingan diharapkan tidak menggangu kenyamanan dan mengambil hak siswa lainnya, jangan sampai ada titipan siswa dari pemangku kepentingan. Karena ini adalah untuk semua masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Maka ia berharap, agar PPDB online 2017 nanti dapat berjalan tertib dan tanpa ada yang menghalang-halangi program pemerintah itu. Dimana tahun 2016 lalu, banyak ditemukan konflik akibat ketidakpahaman para orangtua siswa.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Erry berharap dana desa tepat sasaran
Sumatera Utara - Minggu, 22 Oktober 2017 - 22:10 WIB

Erry berharap dana desa tepat sasaran

Peningkatan dana desa yang sangat signifikan dari tahun ketahun harus diimbangi dengan kemampuan kapasitas para aparatur di desa. Kehadiran para ...
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...