Sabtu, 16 Desember 2017 | 00.47 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Komnas Anak Desak Guru Cabul di Humbahas Disuntik Kimia

Komnas Anak Desak Guru Cabul di Humbahas Disuntik Kimia

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 9 Mei 2017 - 15:38 WIB

IMG-5445

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mendesak Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk menerapkan suntik kimia terhadap guru cabul di Desa Pollung Humbahas.

Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan hukuman 15 tahun penjara dan suntik kimia layak diterima guru honorer berinisial FM tersebut jika terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap murid-muridnya.

“Jika terdapat bukti bahwa kejahatan seksual dilakukan dengan cara berulang-ulang terhadap banyak korban, maka tersangka dapat juga dijerat dengan ketentuan UU No. 17 tahun 2016 tetnang perubahan ke II dari Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tambahan Kebiri (kastrasi) dengan cara suntik kimia,” kata Arist, Selasa (9/5/2017).

Ia mengatakan perlindungan anak di Indonesia mengutuk perbuatan guru honorer tersebut dan mendesak dan mendukung Polres Humbahas untuk menjerat dengan ketentuan pasal 81 dan 82 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun pidana penjara.

Ia juga mengapresiasi kinerja Polres Humbahas karena telah menangkap tersangka.

“Kerja cepat Polres Humbanghas adalah sesuai dengan Protap Kapolri dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 05 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak dan UU No. 17 Tahun 2016,” katanya.

Pria gondrong itu menyebut lebih dari 51.42 % kasus kejahatan terhadap anak didominasi dengan kejahatan seksual.

Karena itu Komnas Anak juga segera menemui Bupati Humbanghas untuk menawarkan Program Pencanangan Gerakan Perlindungan Anak Sahuta (sekampung) dengan melibatkan partisipasi masyarakat di masing-masing “huta”.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...
Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:18 WIB

Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi kebut proses perekaman KTP Elektronik hingga akhir Desember 2017 ini.Hal ini menyusul adanya ...
Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:05 WIB

Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri

Ratusan siswa SDN 06 Setia Mekar menjadi target Puskesmas setempat melakukan imunisasi difteri. Hal ini dilakukan sebagai pencagahan dan menekan ...
Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:26 WIB

Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga

Salah seorang maling bonyok di keroyok massa ketika aksinya terpergoki oleh warga di Kontrakan Gang Painah RT 01/01, Kelurahan Pengasinan, ...
Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD
DKI Jakarta - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:22 WIB

Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik dua raperda dari DPRD, dua raperda tersebut adalah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau ...
2 Medali Emas Jadi Target PSTI Kota Bekasi di Porda Jabar
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:03 WIB

2 Medali Emas Jadi Target PSTI Kota Bekasi di Porda Jabar

Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Bekasi targetkan dua medali emas dalam gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat tahun ...