Jumat, 20 Oktober 2017 | 17.35 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Komnas Anak Desak Guru Cabul di Humbahas Disuntik Kimia

Komnas Anak Desak Guru Cabul di Humbahas Disuntik Kimia

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 9 Mei 2017 - 15:38 WIB

IMG-5445

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mendesak Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk menerapkan suntik kimia terhadap guru cabul di Desa Pollung Humbahas.

Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan hukuman 15 tahun penjara dan suntik kimia layak diterima guru honorer berinisial FM tersebut jika terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap murid-muridnya.

“Jika terdapat bukti bahwa kejahatan seksual dilakukan dengan cara berulang-ulang terhadap banyak korban, maka tersangka dapat juga dijerat dengan ketentuan UU No. 17 tahun 2016 tetnang perubahan ke II dari Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tambahan Kebiri (kastrasi) dengan cara suntik kimia,” kata Arist, Selasa (9/5/2017).

Ia mengatakan perlindungan anak di Indonesia mengutuk perbuatan guru honorer tersebut dan mendesak dan mendukung Polres Humbahas untuk menjerat dengan ketentuan pasal 81 dan 82 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun pidana penjara.

Ia juga mengapresiasi kinerja Polres Humbahas karena telah menangkap tersangka.

“Kerja cepat Polres Humbanghas adalah sesuai dengan Protap Kapolri dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 05 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak dan UU No. 17 Tahun 2016,” katanya.

Pria gondrong itu menyebut lebih dari 51.42 % kasus kejahatan terhadap anak didominasi dengan kejahatan seksual.

Karena itu Komnas Anak juga segera menemui Bupati Humbanghas untuk menawarkan Program Pencanangan Gerakan Perlindungan Anak Sahuta (sekampung) dengan melibatkan partisipasi masyarakat di masing-masing “huta”.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...
Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh
Aceh - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:49 WIB

Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh

Tabrakan maut antara dua bus "Simpati Star" di jalan negara Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Drang, Kecamatan Muara Batu, ...
Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:02 WIB

Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kharuddin Syah mengatakan menabung dengan emas merupakan keputusan yang bijak. Karena menabung emas lebih terjamin dibanding ...
Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:09 WIB

Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana memberi dana beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi dari kalangan yang tidak mampu pada 2018 mendatang.Dana ...
Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:03 WIB

Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik

Rupanya, beberapa tahun belakangan ini titik banjir di Kota Bekasi masih tidak berkurang.Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota ...
Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI
DKI Jakarta - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:56 WIB

Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus menggencarkan penindakan terhadap kendaraan roda empat yang memarkirkan sembarangan atau parkir liar di sepanjang ...