Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08.39 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Komnas Anak Desak Guru Cabul di Humbahas Disuntik Kimia

Komnas Anak Desak Guru Cabul di Humbahas Disuntik Kimia

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 9 Mei 2017 - 15:38 WIB

IMG-5445

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mendesak Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk menerapkan suntik kimia terhadap guru cabul di Desa Pollung Humbahas.

Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan hukuman 15 tahun penjara dan suntik kimia layak diterima guru honorer berinisial FM tersebut jika terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap murid-muridnya.

“Jika terdapat bukti bahwa kejahatan seksual dilakukan dengan cara berulang-ulang terhadap banyak korban, maka tersangka dapat juga dijerat dengan ketentuan UU No. 17 tahun 2016 tetnang perubahan ke II dari Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tambahan Kebiri (kastrasi) dengan cara suntik kimia,” kata Arist, Selasa (9/5/2017).

Ia mengatakan perlindungan anak di Indonesia mengutuk perbuatan guru honorer tersebut dan mendesak dan mendukung Polres Humbahas untuk menjerat dengan ketentuan pasal 81 dan 82 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun pidana penjara.

Ia juga mengapresiasi kinerja Polres Humbahas karena telah menangkap tersangka.

“Kerja cepat Polres Humbanghas adalah sesuai dengan Protap Kapolri dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 05 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak dan UU No. 17 Tahun 2016,” katanya.

Pria gondrong itu menyebut lebih dari 51.42 % kasus kejahatan terhadap anak didominasi dengan kejahatan seksual.

Karena itu Komnas Anak juga segera menemui Bupati Humbanghas untuk menawarkan Program Pencanangan Gerakan Perlindungan Anak Sahuta (sekampung) dengan melibatkan partisipasi masyarakat di masing-masing “huta”.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang ...
PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:26 WIB

PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar

Meski DPD DI-Perjuangan Jawa Barat menyatakan koalisi dengan Partai Golkar di 12 Kabupaten/Kota untuk menghadapi pilkada serentak.Namun langkah itu belum ...
Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September
DKI Jakarta - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:54 WIB

Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September

Bagi Anda pengendara sepeda yang kerap melintas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Bundaran Senayan harap melalui ...
Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:46 WIB

Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Labuhan Batu Utara dijamu di kediaman Wakil Bupati Labura, Tanjung Sari Aek Kanopan, (17/8).Pasukan tersebut ...
Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 11:29 WIB

Ini Alasan Rahmad Hasibuan Maju di Pilkada Palas

Sosok Rahmad Pardamean Hasibuan tak asing lagi di mata warga Padang Lawas, Sumut.Meski kalah pada Pilkada yang lalu, Rahmad tak ...
Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk
Kalimantan - Kamis, 17 Agustus 2017 - 22:01 WIB

Jembatan Beton Belasan Miliar Ini Ambruk

Sebuah jembatan beton di Desa Bangkit Baru - Desa Tanifah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola patah dibagian tengah. Akibat patahnya ...