Rabu, 13 Desember 2017 | 18.15 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Oknum Polres Nias Diduga Lecehkan Siswi SMK Harus Dipecat dan Dipenjara

Oknum Polres Nias Diduga Lecehkan Siswi SMK Harus Dipecat dan Dipenjara

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 4 Mei 2017 - 17:57 WIB

IMG-5405

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) meminta kepolisian tidak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada dua oknum Polres Nias dan 1 orang wiraswasta yang diduga melakukan pencabulan terhadap seorang siswi SMK di Nias.

Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan Bripka DWS (35) Bripda AFW (23) ARWH (32) layak dijerat pasal 81 dan padal 82 UU No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan Anak dan UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perubahan ke II Undang-undang No. 23 Tahun 2002 junto ketentuan pasal 358 dan pasal 55 dan 56 KUH Pidana dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun.

“Bukan saja untuk dipecat atau dikeluarkan dari kedinasannya sebagai anggota Polri, namun juga pelaku dapat diancam dengan pidana penjara,” ucapnya, Kamis (4/5/2017).

Ia meminta polisi tak ragu untuk menjatuhkan hukuman berat pada para pelaku meski mereka mengaku tidam melakukan penetrasi kepada korban.

“Untuk diketahui, jika hasil visum Forensik tidak menemukan kejahatan seksual dalam bentuk penetrasi, dan perkosaan, perbuatan pelaku dengan cara mencium, meraba-raba, mencolek, memasukkan jari ke vagina dan dengan menggesek dengan atau tidak dengan alat kelamin dengan bujuk rayu, perbuatan ini sudah memenuhi unsur pidana kejahatan seksual, apalagi dilakukan secara paksa dengan menggunakan cara memeras,” jelasnya.

Untuk mengawal proses penegakan hukum ini, Arist meminta Pokja Perlindungan Anak Nias dan Quick Investigator Tim Komnas Anak di Nias untuk terus memberikan dampingan hukum dan psikologis kepada korban dan keluarga korban.

Ia juga meminta segera LPA Sumut dan LPA Korla Medan untuk mengawal kasus pemeriksaan dua oknum Polisi di Poldasu.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:56 WIB

Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan

Ratusan angkot di Medan menggelar aksi mogok massal hari ini, Rabu (13/12/2017).Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai protes maraknya keberadaan angkutan ...
OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:21 WIB

OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM

Penyaluran dana di sektor usaha mikro dan kecil saat ini tengah menghadapi persaingan ketat. Terlebih pemerintah menganjurkan bank untuk jor-joran ...
OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:26 WIB

OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank di Sumut terlihat cukup baik.Pasalnya, saat ini realisasi penyaluran KUR di Sumut mencapai ...
Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:00 WIB

Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar

Dalam rangka protes terhadap angkutan online, angkot di Medan ramai-ramai melakukan aksi mogok narik.Mereka menolak mengangkut penumpang pada Rabu (13/12/2017).Akibatnya, ...
PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 08:41 WIB
Labura

PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut

Kontingen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berhasil menyabet beberapa penghargaan dalam ajang Temu Karya Relawan yang di ...
Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 22:34 WIB

Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menginstruksikan kepada seluruh aparatur Pemprov responsif terhadap segala bentuk potensi bencana, salah satunya ...