Minggu, 22 Oktober 2017 | 15.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Partisipasi Pemilih Rendah Jadi Tantangan KPUD Kota Bekasi

Pilkada 2018

Partisipasi Pemilih Rendah Jadi Tantangan KPUD Kota Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 3 Mei 2017 - 13:44 WIB

Bekasi, kini.co.id – Rendahnya partisipasi warga Kota Bekasi dalam Pilkada akan menjadi tantangan tersendiri bagai KPUD Kota Bekasi menghadapi Pilkada 2018 mendatang.

Terlebih pada Pilkada 2018, Kota Bekasi bukan hanya menghadapi pemilihan Walikota dan Wakil Kota saja, namun akan berbarengan dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenrur Jawa Barat.

Ketua KPUD Kota Bekasi, Ucu Asmarasandi mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Bekasi paling rendah di Jawa Barat pada tahun 2012 lalu hanya mencapai 49,46 persen.

Sedangkan partisipasi pemilih pada pemilihan Gubernur lebih rendah lagi yakni hanya diangka 48 persen. Dengan catatan tersebut Kota Bekasi merupakan Kota kedua se-Indonesia setelah Kepulauan Riau yang tingkat partsipasi pemilihnya rendah.

“Ini merupakan tantangan bagi kita bagaimana mendongkrak partisipasi pemilih, dengan target nasional ditargetkan diangka 70 persen, “ ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (3/5).

Ucu mengaku optimistis mampu meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2018 medatang dengan menyasar 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

“Pilgub maupun Piwalkot di Pilkada kali ini berbeda dengan lima tahun lalu. Dan kita akan kerja maksimal untuk menghapus suara golput,” kata dia.

Ditambah lagi, pemerinta pusat menjadikan Pilkada serentak sebagai hari libur nasional. Karena itu, kesempatan warga Kota Bekasi untuk menggunakan hak pilihnya cukup besar.

“Sebenarnya ini sangat memudahkan agar partisipasi pemilih bertambah karena dijadikan hari libur, tidak terbentur masuk kerja. Sebab, mayoritas warga Kota Bekasi merupakan pekerja,” ujar dia.

Ditempat yang sama, staff KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia, Nurul Sumarheni, mengatakan, tahapan Pilkada masih empat bulan lagi, namun lembaganya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

“Sejak dini kita sudah memberikan sosialisai ke sekolah dan pelosok. Agar warga tahu Kota Bekasi akan menggelar pilkada,” ujarnya.

Menurut Nurul, lembaganya memproyeksikan jumlah pemilih tetap mencapai 1,8 juta. Syarat mutlak mendapatkan hak pilih adalah harus mempunyai kartu tanda penduduk elektronik.

“Kami meminta yang belum merekam data segera melakukan perekaman,” tuturnya.

Nurul mengatakan lembaganya memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Menurut dia, masyarakat saat ini nyaris tak mau lepas dari media sosial sebagai lumbung informasi.

“Terutama pemilih pemula, yang jumlahnya 10 persen dari DPT,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...