Minggu, 25 Juni 2017 | 03.50 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Partisipasi Pemilih Rendah Jadi Tantangan KPUD Kota Bekasi

Pilkada 2018

Partisipasi Pemilih Rendah Jadi Tantangan KPUD Kota Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 3 Mei 2017 - 13:44 WIB

Bekasi, kini.co.id – Rendahnya partisipasi warga Kota Bekasi dalam Pilkada akan menjadi tantangan tersendiri bagai KPUD Kota Bekasi menghadapi Pilkada 2018 mendatang.

Terlebih pada Pilkada 2018, Kota Bekasi bukan hanya menghadapi pemilihan Walikota dan Wakil Kota saja, namun akan berbarengan dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenrur Jawa Barat.

Ketua KPUD Kota Bekasi, Ucu Asmarasandi mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Bekasi paling rendah di Jawa Barat pada tahun 2012 lalu hanya mencapai 49,46 persen.

Sedangkan partisipasi pemilih pada pemilihan Gubernur lebih rendah lagi yakni hanya diangka 48 persen. Dengan catatan tersebut Kota Bekasi merupakan Kota kedua se-Indonesia setelah Kepulauan Riau yang tingkat partsipasi pemilihnya rendah.

“Ini merupakan tantangan bagi kita bagaimana mendongkrak partisipasi pemilih, dengan target nasional ditargetkan diangka 70 persen, “ ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (3/5).

Ucu mengaku optimistis mampu meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2018 medatang dengan menyasar 12 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

“Pilgub maupun Piwalkot di Pilkada kali ini berbeda dengan lima tahun lalu. Dan kita akan kerja maksimal untuk menghapus suara golput,” kata dia.

Ditambah lagi, pemerinta pusat menjadikan Pilkada serentak sebagai hari libur nasional. Karena itu, kesempatan warga Kota Bekasi untuk menggunakan hak pilihnya cukup besar.

“Sebenarnya ini sangat memudahkan agar partisipasi pemilih bertambah karena dijadikan hari libur, tidak terbentur masuk kerja. Sebab, mayoritas warga Kota Bekasi merupakan pekerja,” ujar dia.

Ditempat yang sama, staff KPU Kota Bekasi Divisi Sosialisasi dan Sumber Daya Manusia, Nurul Sumarheni, mengatakan, tahapan Pilkada masih empat bulan lagi, namun lembaganya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

“Sejak dini kita sudah memberikan sosialisai ke sekolah dan pelosok. Agar warga tahu Kota Bekasi akan menggelar pilkada,” ujarnya.

Menurut Nurul, lembaganya memproyeksikan jumlah pemilih tetap mencapai 1,8 juta. Syarat mutlak mendapatkan hak pilih adalah harus mempunyai kartu tanda penduduk elektronik.

“Kami meminta yang belum merekam data segera melakukan perekaman,” tuturnya.

Nurul mengatakan lembaganya memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Menurut dia, masyarakat saat ini nyaris tak mau lepas dari media sosial sebagai lumbung informasi.

“Terutama pemilih pemula, yang jumlahnya 10 persen dari DPT,” tegasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...