Selasa, 27 Juni 2017 | 07.02 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Arist Merdeka Minta Penganiaya Bocah di Madina Dihukum 20 Tahun

Arist Merdeka Minta Penganiaya Bocah di Madina Dihukum 20 Tahun

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 2 Mei 2017 - 17:24 WIB

IMG-5386

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengecam tindakan seorang nenek di Madina yang tega menyiksa cucunya Melodi (3) hingga tewas.

Arist mengatakan perbuatan nenek yang bernama Sriwaty (43) warga Desa Ampung Padang, Muara Soma Kecamatan Batang Natal Madina, Sumut itu tergolong brutal, sadis dan tak diterima akal sehat.

“Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen dibidang promosi, pemenuhan dan perlindungan Anak di Indonesia mengutuk perbuatan dan atau tindakan Nenek korban,” ucap Arist, Selasa (2/5/2017).

Ia mendesak penyidik Polri Polresta Mandailing Natal menjerat pelaku dengan ketentuan padal 80 UU No. 23 Tahun 2002 yang telah diubah kedalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sebagai nenek yang seyogianya memberikan perlindungan, sambungnya, maka pelaku juga bisa ditambahkan hukuman pemberatan sepertiga dari pidana pokok dengan ancaman pidana 15 sampai maksimal 20 tahun.

Sementara Sekretaris LPA Madina, Idris Nasution mengaku berkoordinasi dengan Kapolres Madina agar menghukum pelaku dengan setimpal.

“Kita tetap berkoordinasi dengan kepolisian dalam hal ini Kapolres Madina agar pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” ucapnya.

Sebelumnya seorang bocah bernama Melodi (3) meregang nyawa setelah mendapat siksaan di sekujur tubuhnya.

Ia diduga dianiaya oleh neneknya sendiri. Diduga neneknya geram dan memukuli korban ketika anak itu menangis.

Kapolres Madina, AKBP Rudy Rifani mengatakan saat ini pihaknya telah menahan nenek Melody, Sriwaty (43) warga Desa Ampung Padang, Muara Soma Kecamatan Batang Natal Madina, Sumut.

“Ini dugaan kita pelaku adalah neneknya. Namun kita masih menunggu hasil forensik. Pelaku sudah kita tahan, dan orangtuanya masih dicari,” katanya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tokoh Gereja Bersama Ratusan Jemaat Doakan Aipda Anumerta Martua
Sumatera Utara - Senin, 26 Juni 2017 - 23:22 WIB

Tokoh Gereja Bersama Ratusan Jemaat Doakan Aipda Anumerta Martua

Ratusan jemaat dari berbagai gereja dan tokoh gereja dan pemuda berkumpul di Halaman KS Tubun Mapolda Sumut, Jl Sisingamangaraja ...
Pemudik di Bandara Hasanuddin Meningkat 20 Persen
Sulawesi - Senin, 26 Juni 2017 - 22:50 WIB

Pemudik di Bandara Hasanuddin Meningkat 20 Persen

Jumlah penumpang selama mudik Lebaran 2017 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar-Maros, Sulawesi Selatan mengalami peningkatan 20 persen sejak H-10 ...
Tunjangan Komunikasi Intensif DPRD Naik 7 Kali Lipat
Jawa Barat - Senin, 26 Juni 2017 - 18:25 WIB

Tunjangan Komunikasi Intensif DPRD Naik 7 Kali Lipat

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 2017 tertanggal 2 Juni 2017, tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota ...
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...