Minggu, 22 Oktober 2017 | 22.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Arist Merdeka Minta Penganiaya Bocah di Madina Dihukum 20 Tahun

Arist Merdeka Minta Penganiaya Bocah di Madina Dihukum 20 Tahun

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 2 Mei 2017 - 17:24 WIB

IMG-5386

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengecam tindakan seorang nenek di Madina yang tega menyiksa cucunya Melodi (3) hingga tewas.

Arist mengatakan perbuatan nenek yang bernama Sriwaty (43) warga Desa Ampung Padang, Muara Soma Kecamatan Batang Natal Madina, Sumut itu tergolong brutal, sadis dan tak diterima akal sehat.

“Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen dibidang promosi, pemenuhan dan perlindungan Anak di Indonesia mengutuk perbuatan dan atau tindakan Nenek korban,” ucap Arist, Selasa (2/5/2017).

Ia mendesak penyidik Polri Polresta Mandailing Natal menjerat pelaku dengan ketentuan padal 80 UU No. 23 Tahun 2002 yang telah diubah kedalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sebagai nenek yang seyogianya memberikan perlindungan, sambungnya, maka pelaku juga bisa ditambahkan hukuman pemberatan sepertiga dari pidana pokok dengan ancaman pidana 15 sampai maksimal 20 tahun.

Sementara Sekretaris LPA Madina, Idris Nasution mengaku berkoordinasi dengan Kapolres Madina agar menghukum pelaku dengan setimpal.

“Kita tetap berkoordinasi dengan kepolisian dalam hal ini Kapolres Madina agar pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” ucapnya.

Sebelumnya seorang bocah bernama Melodi (3) meregang nyawa setelah mendapat siksaan di sekujur tubuhnya.

Ia diduga dianiaya oleh neneknya sendiri. Diduga neneknya geram dan memukuli korban ketika anak itu menangis.

Kapolres Madina, AKBP Rudy Rifani mengatakan saat ini pihaknya telah menahan nenek Melody, Sriwaty (43) warga Desa Ampung Padang, Muara Soma Kecamatan Batang Natal Madina, Sumut.

“Ini dugaan kita pelaku adalah neneknya. Namun kita masih menunggu hasil forensik. Pelaku sudah kita tahan, dan orangtuanya masih dicari,” katanya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Erry berharap dana desa tepat sasaran
Sumatera Utara - Minggu, 22 Oktober 2017 - 22:10 WIB

Erry berharap dana desa tepat sasaran

Peningkatan dana desa yang sangat signifikan dari tahun ketahun harus diimbangi dengan kemampuan kapasitas para aparatur di desa. Kehadiran para ...
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...