Minggu, 22 Oktober 2017 | 15.21 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Banyak Masalah, Pansus Jaminan Kesehatan Nasional Perlu Dibentuk

Banyak Masalah, Pansus Jaminan Kesehatan Nasional Perlu Dibentuk

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 2 Mei 2017 - 16:02 WIB

IMG-5384

RDP Komisi B dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan BPJS. (kininews/nurfatimah)

MEDAN, kini.co.id – Persoalan layanan kesehatan masih selalu menjadi momok bagi warga Medan terutama yang kurang mampu. Banyaknya masalah di kepesertaan dan dana kapitasi menjadi sorotan kalangan legislatif. Namun masalah terkait itu kerap mengemuka dan tak terselesaikan.

Untuk menyelesaikannya, DPRD Medan menganggap perlu dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Untuk mendalami permasalahan ini, kita sebaiknya membentuk pansus sehingga permasalahan ini bisa kita dituntaskan,” ucap Anggota DPRD Medan HT. Bahrumsyah dalam RDP Komisi B dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan BPJS terkait evaluasi program triwulan 1 dan 2 serta kuota BPJS bagi masyarakat miskin dan terlantar, Selasa (02/05/2017).

Menurutnya, ada dua persoalan penting yang pelu dituntaskan diantaranya soal dana kapitasi sebesar Rp6.000 bagi puskesmas dari setiap peserta, kemudian persoalan data kepesertaan yang juga sarat masalah.

“Dua permasalahan ini akan akan kita dalami dalam pansus nantinya,” jelasnya.

Sementara, Ketua Komisi B DPRD Medan Sahat Maruli Tua Tarigan mendukung dibentuknya Pansus Jaminan Kesehatan Nasional salah satunya terkait masalah data kepesertaan.

“Kemarin ada warga yang melapor giji buruk, kemudian diadvokasi dapat BPJS tetapi setelah itu mereka diharuskan membayar Rp25.000 setiap bulannya, mereka mengeluh sebab mereka buka orang mampu, yang mereka inginkan adalah BPJS gratis,” jelasnya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?
DKI Jakarta - Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai ...
Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Gema Paluta Minta KPUD Tak Pungli Calon PPK dan PPS

Pilkada serentak 2018 telah di depan mata. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan juga penyelenggara Pemilu baik di pusat ...
Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 06:55 WIB

Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam

Bentrokan antara satpam dan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU menyisakan luka dan amarah membara di kalangan mahasiswa dan alumni.Hingga ...
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...