Rabu, 18 Oktober 2017 | 20.02 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Bikin Alat Ini, Siswa Medan Juara Olimpiade Internasional

Bikin Alat Ini, Siswa Medan Juara Olimpiade Internasional

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 2 Mei 2017 - 12:20 WIB

IMG-5380

Fira Fatmasiefa Kelas II SMA dan Bramasto Rahman Prasojo. (kininews/ist)

MEDAN, kini.co.id

Ilmu pengetahuan harus mengandung nilai sosial yang tinggi agar bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itulah yang diterapkan siswa Chandra Kusuma School yang menjuarai International Conference of Young Scientis (ICYS) 2017 di Jerman baru-baru ini.

Mereka melakukan penelitian terkait ‘Braille Learning Algorithm’. Riset tersebut berkaitan dengan membuat sebuah alat untuk tuna netra belajar braille secara mandiri.

Penelitian oleh Fira Fatmasiefa Kelas II SMA dan Bramasto Rahman Prasojo Kelas III SMP itu nyatanya mencuri hati juri karena dinilai memiliki nilai sosial yang lebih tinggi dari peserta lain.

“Para juri menilai penelitian yang kami angkat memiliki aspek sosial yang tinggi dibanding peserta lainnya. Apalagi, riset kami juga belum ada yang membuatnya. Sebab, sangat jarang riset di bidang komputer sains dapat memberikan dampak besar kepada masyarakat,” ucap Fira ketika diwawancarai.

Ternyata tak semua penyandang tunanetra bisa membaca pola braille. Sebab yang bukana buta karena bawaan akan kesulitan membacanya karena jari-jarinya tidak sensitif dengan huruf braille.

Dari situlah ide membuat Braille Learning Algorithm muncul.

Kepala Chandra Kusuma School, Miss Rita menuturkan, penelitian yang dilakukan Fira dan Bramasto bukan hanya segi teknologi serta pemikiran yang menjadi nilai lebih. Melainkan, dampak positif kepada orang-orang yang membutuhkan.

“Sekolah tidak pernah memaksakan kepada anak-anak agar meraih juara. Dengan ikut ajang internasional saja, kami sudah cukup bangga karena telah mengharumkan nama sekolah dan juga Indonesia,” tutur Rita.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...