Selasa, 12 Desember 2017 | 05.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>RS USU Berhasil Lakukan Implantasi Koklea

RS USU Berhasil Lakukan Implantasi Koklea

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 26 April 2017 - 11:48 WIB

IMG-5343

RS USU Berhasil Lakukan Implantasi Koklea. (humasrsusu)

MEDAN, kini.co.id – Teknologi untuk mengatasi gangguan pendengaran semakin maju. Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dalam mengimplementasikan visinya sebagai pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi Kedokteran di wilayah Indonesia Barat tahun 2025, maka pada 23 April 2017 RS USU berhasil melakukan implantasi koklea atau rumah siput yang pertama pada penderita tuli bisu. Implantasi dilakukan selama 2 jam terhadap pasien perempuan berusia 2,5 tahun.

‚ÄúPasien yang mengalami ketulian sejak lahir ini akan dapat mendengar dengan baik,sehingga bisa berbicara secara normal,” kata Ketua Tim Implan Koklea RS.USU, Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K) didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS. USU, Dr. dr. Nazaruddin Umar, Sp.An.KNA di RS USU Jalan Dr T Mansyur, Rabu (26/4).

Implantasi koklea, ungkap Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K) adalah prosedur penanaman alat bantu dengar yang dilakukan melalui tindakan operasi pada tulang temporal. Operasi ini diperuntukkan bagi penderita tuli bisu yang tidak tertolong dengan pemakaian alat bantu dengar biasa. Kerusakan pendengaran yang terjadi pada organ telinga luar (daun telinga) dan telinga tengah (gendang telinga) masih dapat ditolong dengan alat bantu dengar. Sedangkan kerusakan pada organ telinga dalam (koklea), hanya dapat ditolong dengan implantasi koklea.

“Koklea merupakan organ pendengaran yang berfungsi mengirim pesan ke syaraf pendengaran dan otak. Suara ditangkap daun telinga kemudian dikirim ke tulang pendengaran dan bergerak menuju koklea. Operasi koklea atau rumah siput merupakan tindakan menanam elektroda untuk organ pendengaran yang berisi saraf-saraf pendengaran yang terletak di telinga dalam. Elektroda inilah yang yang menggantikan fungsi koklea sebagai organ pendengaran,” jelas Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K).

Operasi implan koklea sebaiknya dilakukan pada usia 1-2 tahun, agar hasil pendengarannya lebih baik. Karena alat ditanam, maka gendang telinga tetap utuh dan tidak menimbulkan reaksi atau efek samping yang mengganggu.

Di Indonesia berdasarkan data yang ada,penderita tuli bisu atau gangguan pendengaran sejak lahir berkisar 1-3 dari 1.000 kelahiran bayi. Sehingga ada 5.000 bayi lahir tuli setiap tahun di Indonesia. Akibat bayi yang tidak bisa mendengar, maka bayi tersebut tidak bisa bicara atau bisu. Dengan operasi ini, bayi akan bisa mendengar sehingga akan bisa bicara dengan baik dan dapat sekolah di sekolah biasa.

Implantasi koklea ini melalui beberapa tahapan, seperti seleksi calon pasien, yaitu penentuan terhadap pasien apakah layak dioperasi atau tidak. Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan menyeluruh meliputi aspek medis, psikologis, dan sosial pasien. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menilai fungsi pendengaran, pemeriksaan radiology, laboratorium serta konsultasi dengan disiplin ilmu lain.

Pasien yang sudah dioperasi memerlukan waktu sekitar 2 hari untuk pemulihan, setelah itu dilakukan rehabilitasi berupa latihan mendengar dan berbicara, demikian Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K).

Pelaksaan operasi ini juga merupakan salah satu dari wujud tekad Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Runtung SH.MHum bahwa, sarana dan prasarana di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara tak kalah mumpuni. Bahkan menurutnya, banyak para ahli yang berasal dari lingkungan USU. Hal itu disampaikan Rektor pada peresmian RS USU Senin (9/1) kemarin.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:46 WIB

Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana

Hasil survei Lembaga Survei Bekasi Institute menempatkan politisi PAN, Lucky Hakim pada posisi kedua setelah Rahmat Effendi dan diatas politisi ...
Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:42 WIB

Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul

Ada tiga nama yang bakal dipilih masyarakat Kota Bekasi apabila pemilihan kepala daerah dilakukan sekarang. Ketiga nama itu, yakni Rahmat ...
Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 20:26 WIB

Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dias Perpustakaan dan Arsip bekerjasama dengan Forum Masyarakat Literasi akan menggelar pemecahan rekor Museum Rekor ...
Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 19:35 WIB

Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Tengku Erry menerima penghargaan atas upayanya ...
Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 18:39 WIB
Labura

Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah

Bupati Labura Kharuddin Syah mengajak masyarakat untuk meneladani Rasulullah SAW.Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 ...
Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 17:05 WIB

Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa siswi SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah ...