Selasa, 22 Agustus 2017 | 23.57 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>RS USU Berhasil Lakukan Implantasi Koklea

RS USU Berhasil Lakukan Implantasi Koklea

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 26 April 2017 - 11:48 WIB

IMG-5343

RS USU Berhasil Lakukan Implantasi Koklea. (humasrsusu)

MEDAN, kini.co.id – Teknologi untuk mengatasi gangguan pendengaran semakin maju. Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dalam mengimplementasikan visinya sebagai pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi Kedokteran di wilayah Indonesia Barat tahun 2025, maka pada 23 April 2017 RS USU berhasil melakukan implantasi koklea atau rumah siput yang pertama pada penderita tuli bisu. Implantasi dilakukan selama 2 jam terhadap pasien perempuan berusia 2,5 tahun.

‚ÄúPasien yang mengalami ketulian sejak lahir ini akan dapat mendengar dengan baik,sehingga bisa berbicara secara normal,” kata Ketua Tim Implan Koklea RS.USU, Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K) didampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS. USU, Dr. dr. Nazaruddin Umar, Sp.An.KNA di RS USU Jalan Dr T Mansyur, Rabu (26/4).

Implantasi koklea, ungkap Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K) adalah prosedur penanaman alat bantu dengar yang dilakukan melalui tindakan operasi pada tulang temporal. Operasi ini diperuntukkan bagi penderita tuli bisu yang tidak tertolong dengan pemakaian alat bantu dengar biasa. Kerusakan pendengaran yang terjadi pada organ telinga luar (daun telinga) dan telinga tengah (gendang telinga) masih dapat ditolong dengan alat bantu dengar. Sedangkan kerusakan pada organ telinga dalam (koklea), hanya dapat ditolong dengan implantasi koklea.

“Koklea merupakan organ pendengaran yang berfungsi mengirim pesan ke syaraf pendengaran dan otak. Suara ditangkap daun telinga kemudian dikirim ke tulang pendengaran dan bergerak menuju koklea. Operasi koklea atau rumah siput merupakan tindakan menanam elektroda untuk organ pendengaran yang berisi saraf-saraf pendengaran yang terletak di telinga dalam. Elektroda inilah yang yang menggantikan fungsi koklea sebagai organ pendengaran,” jelas Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K).

Operasi implan koklea sebaiknya dilakukan pada usia 1-2 tahun, agar hasil pendengarannya lebih baik. Karena alat ditanam, maka gendang telinga tetap utuh dan tidak menimbulkan reaksi atau efek samping yang mengganggu.

Di Indonesia berdasarkan data yang ada,penderita tuli bisu atau gangguan pendengaran sejak lahir berkisar 1-3 dari 1.000 kelahiran bayi. Sehingga ada 5.000 bayi lahir tuli setiap tahun di Indonesia. Akibat bayi yang tidak bisa mendengar, maka bayi tersebut tidak bisa bicara atau bisu. Dengan operasi ini, bayi akan bisa mendengar sehingga akan bisa bicara dengan baik dan dapat sekolah di sekolah biasa.

Implantasi koklea ini melalui beberapa tahapan, seperti seleksi calon pasien, yaitu penentuan terhadap pasien apakah layak dioperasi atau tidak. Pada tahap ini dilakukan pemeriksaan menyeluruh meliputi aspek medis, psikologis, dan sosial pasien. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menilai fungsi pendengaran, pemeriksaan radiology, laboratorium serta konsultasi dengan disiplin ilmu lain.

Pasien yang sudah dioperasi memerlukan waktu sekitar 2 hari untuk pemulihan, setelah itu dilakukan rehabilitasi berupa latihan mendengar dan berbicara, demikian Prof. Delfitri Munir, SpTHTKL(K).

Pelaksaan operasi ini juga merupakan salah satu dari wujud tekad Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Runtung SH.MHum bahwa, sarana dan prasarana di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara tak kalah mumpuni. Bahkan menurutnya, banyak para ahli yang berasal dari lingkungan USU. Hal itu disampaikan Rektor pada peresmian RS USU Senin (9/1) kemarin.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Golkar Resmi Duetkan Tengku Erry- Ngogesa di Pilgub Sumut
Sumatera Utara - Selasa, 22 Agustus 2017 - 23:09 WIB

Golkar Resmi Duetkan Tengku Erry- Ngogesa di Pilgub Sumut

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi mengeluarkan surat rekomendasinya terhadap Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi untuk mejau ...
Duh, Usul Masalah Papan Reklame Medan Dilaporkan ke KPK Dicuekin Pansus
Sumatera Utara - Selasa, 22 Agustus 2017 - 14:46 WIB

Duh, Usul Masalah Papan Reklame Medan Dilaporkan ke KPK Dicuekin Pansus

Persoalan papan reklame di Kota Medan masih belum teratasi dengan maksimal. Meski sudah menumbangkan beberapa, masih banyak papan reklame yang ...
Pengamat: Vicky Prasetyo Jangan Hanya Jadi Pelacur Politik
Jawa Barat - Selasa, 22 Agustus 2017 - 14:00 WIB

Pengamat: Vicky Prasetyo Jangan Hanya Jadi Pelacur Politik

Pengamat sekaligus konsultan politik, Jiwang Jiputro, menyarankan agar artis komedian Vicky Prasetyo serius dalam pencalonannya di Pilkada Kota Bekasi."Jangan malah ...
Gubernur Sumut Diwisuda di USU
Sumatera Utara - Selasa, 22 Agustus 2017 - 09:03 WIB

Gubernur Sumut Diwisuda di USU

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof DR Runtung Sitepu SH MHum sangat bangga dengan gubernur dan wakil Provinsi Sumatera Utara. ...
Kapolda Papua Ingatkan Pelaku Anarkis Freeport Serahkan Diri
Papua - Selasa, 22 Agustus 2017 - 03:17 WIB

Kapolda Papua Ingatkan Pelaku Anarkis Freeport Serahkan Diri

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jendral Boy Rafli Amar meminta para pelaku tindakan anarkis yang merusak fasilitas dan kendaraan ...
PKB Majalengka Optimis Rebut Pilkada dari PDI-P
Jawa Barat - Senin, 21 Agustus 2017 - 16:50 WIB

PKB Majalengka Optimis Rebut Pilkada dari PDI-P

Ketua DPC PKB Majalengka, Jawa Barat Hamdi mengaku optimis merebut kursi kepala daerah dalam Pilkada Majalengka 2018 mendatang."Optimis, kenapa tidak," ...