Sabtu, 24 Juni 2017 | 10.22 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 19 April 2017 - 13:55 WIB

IMG-5289

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta atau perlindungan anak dari desa dinilai sudah perlu diterapkan di setiap daerah.

Hal ini karena peristiwa kekerasan, kejahatan seksual bahkan pembunuhan anak-anak bukan hanya terjadi di kota namun juga di desa atau kampung.

Kampung yang warganya berpendidikan rendah dan rawan pengangguran sering kali menjadi lokasi kekerasan dan kejahatan anak.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan tindakan brutal dan sadis sedang marak-maraknya terjadi seperti kasus kejahatan seksual bergerombol (geng rape) terhadap banyak anak di Medan.

Untuk itu perlu gerakan yang melibatkan semua pihak untuk melindungi anak-anak dari kejahatan.

Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta diyakini bisa mengurangi jumlah kekerasan dan kejahatan terhadap anak di Indonesia.

“Melalui aksi masyarakat ini diyakini dapat memulai memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” ucapnya lagi.

Dalam aksi itu, Arist mennyebut perlindungan anak akan melibatkan Karangtaruna, PKK Desa dan Kecamatan, Babinsa, hansip, ketua Rukun Tetangga serta kepala Desa di daerah masing-masing.

Selain itu, peningkatan dan penumbuhan interaksi ekonomi sosial dan spritualitas warga kampung dengan menanamkan nilai keagamaan juga diyakini dapat menjadi salah untuk menekan prilaku brutalisme dan sadisme ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Di Sumut sendiri, Komnas PA telah mengagendakan akan bertemu dengan Kapoldasu dan Gubernur Sumut terlait gerakan ini.

Ini juga setelah terjadinya pembunuhan sekeluarga di Mabar dan Tuntungan yang membuat anak-anak turut kehilangan nyawa.

Demikian juga dengan peristiwa kejahatan seksual bergerombol atau masal yang terjadi di desa Namorambe, Kabupaten Deliserdang, di Siantar Simalungun, Batubara dan Tanjungbalai bebetapa bulan lalu.

Dilaporkan ada beberapa korban anak mati sia-sia dengan cara dicabut paksa hak hidupnya setelah sebelumnya di paksa mengkonsumsi narkoba, dan mengalami kekerasan seksual dan perkosaan sangat sadis.

Arist menegaskan hal ini harus menjadi perhatian pemerintah Sumut dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berpihak pada perlindungan anak.

“Komnas Anak mengagendakan bertemu dengan jajaran Poldasu dan Gubernur Sumut untuk menyusun kejasama strategis dan berkesinambungan melalui program Membangun Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta (kampung) diseluruh wilayah Sumatera Utara,” sebut dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...