Rabu, 25 April 2018 | 00.56 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 19 April 2017 - 13:55 WIB

IMG-5289

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta atau perlindungan anak dari desa dinilai sudah perlu diterapkan di setiap daerah.

Hal ini karena peristiwa kekerasan, kejahatan seksual bahkan pembunuhan anak-anak bukan hanya terjadi di kota namun juga di desa atau kampung.

Kampung yang warganya berpendidikan rendah dan rawan pengangguran sering kali menjadi lokasi kekerasan dan kejahatan anak.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan tindakan brutal dan sadis sedang marak-maraknya terjadi seperti kasus kejahatan seksual bergerombol (geng rape) terhadap banyak anak di Medan.

Untuk itu perlu gerakan yang melibatkan semua pihak untuk melindungi anak-anak dari kejahatan.

Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta diyakini bisa mengurangi jumlah kekerasan dan kejahatan terhadap anak di Indonesia.

“Melalui aksi masyarakat ini diyakini dapat memulai memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” ucapnya lagi.

Dalam aksi itu, Arist mennyebut perlindungan anak akan melibatkan Karangtaruna, PKK Desa dan Kecamatan, Babinsa, hansip, ketua Rukun Tetangga serta kepala Desa di daerah masing-masing.

Selain itu, peningkatan dan penumbuhan interaksi ekonomi sosial dan spritualitas warga kampung dengan menanamkan nilai keagamaan juga diyakini dapat menjadi salah untuk menekan prilaku brutalisme dan sadisme ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Di Sumut sendiri, Komnas PA telah mengagendakan akan bertemu dengan Kapoldasu dan Gubernur Sumut terlait gerakan ini.

Ini juga setelah terjadinya pembunuhan sekeluarga di Mabar dan Tuntungan yang membuat anak-anak turut kehilangan nyawa.

Demikian juga dengan peristiwa kejahatan seksual bergerombol atau masal yang terjadi di desa Namorambe, Kabupaten Deliserdang, di Siantar Simalungun, Batubara dan Tanjungbalai bebetapa bulan lalu.

Dilaporkan ada beberapa korban anak mati sia-sia dengan cara dicabut paksa hak hidupnya setelah sebelumnya di paksa mengkonsumsi narkoba, dan mengalami kekerasan seksual dan perkosaan sangat sadis.

Arist menegaskan hal ini harus menjadi perhatian pemerintah Sumut dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berpihak pada perlindungan anak.

“Komnas Anak mengagendakan bertemu dengan jajaran Poldasu dan Gubernur Sumut untuk menyusun kejasama strategis dan berkesinambungan melalui program Membangun Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta (kampung) diseluruh wilayah Sumatera Utara,” sebut dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat
Jawa Barat - Kamis, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah
Sumatera Utara - Selasa, 27 Maret 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  
Sumatera Utara - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
Banjir kembali kepung Jakarta, Anies:  Saya bertanggungjawab
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...