Sabtu, 19 Agustus 2017 | 23.57 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 19 April 2017 - 13:55 WIB

IMG-5289

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta atau perlindungan anak dari desa dinilai sudah perlu diterapkan di setiap daerah.

Hal ini karena peristiwa kekerasan, kejahatan seksual bahkan pembunuhan anak-anak bukan hanya terjadi di kota namun juga di desa atau kampung.

Kampung yang warganya berpendidikan rendah dan rawan pengangguran sering kali menjadi lokasi kekerasan dan kejahatan anak.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan tindakan brutal dan sadis sedang marak-maraknya terjadi seperti kasus kejahatan seksual bergerombol (geng rape) terhadap banyak anak di Medan.

Untuk itu perlu gerakan yang melibatkan semua pihak untuk melindungi anak-anak dari kejahatan.

Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta diyakini bisa mengurangi jumlah kekerasan dan kejahatan terhadap anak di Indonesia.

“Melalui aksi masyarakat ini diyakini dapat memulai memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” ucapnya lagi.

Dalam aksi itu, Arist mennyebut perlindungan anak akan melibatkan Karangtaruna, PKK Desa dan Kecamatan, Babinsa, hansip, ketua Rukun Tetangga serta kepala Desa di daerah masing-masing.

Selain itu, peningkatan dan penumbuhan interaksi ekonomi sosial dan spritualitas warga kampung dengan menanamkan nilai keagamaan juga diyakini dapat menjadi salah untuk menekan prilaku brutalisme dan sadisme ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Di Sumut sendiri, Komnas PA telah mengagendakan akan bertemu dengan Kapoldasu dan Gubernur Sumut terlait gerakan ini.

Ini juga setelah terjadinya pembunuhan sekeluarga di Mabar dan Tuntungan yang membuat anak-anak turut kehilangan nyawa.

Demikian juga dengan peristiwa kejahatan seksual bergerombol atau masal yang terjadi di desa Namorambe, Kabupaten Deliserdang, di Siantar Simalungun, Batubara dan Tanjungbalai bebetapa bulan lalu.

Dilaporkan ada beberapa korban anak mati sia-sia dengan cara dicabut paksa hak hidupnya setelah sebelumnya di paksa mengkonsumsi narkoba, dan mengalami kekerasan seksual dan perkosaan sangat sadis.

Arist menegaskan hal ini harus menjadi perhatian pemerintah Sumut dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berpihak pada perlindungan anak.

“Komnas Anak mengagendakan bertemu dengan jajaran Poldasu dan Gubernur Sumut untuk menyusun kejasama strategis dan berkesinambungan melalui program Membangun Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta (kampung) diseluruh wilayah Sumatera Utara,” sebut dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Ini Nama-nama Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota se-Jabar Terpilih
Jawa Barat - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 21:02 WIB

Ini Nama-nama Anggota Panwaslu Kabupaten/Kota se-Jabar Terpilih

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat telah mengumumkan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten/Kota ...
Malunya, Kader Partai Ini Kepergok Keluarga Lagi Selingkuh di Hotel
Sumatera Selatan - Sabtu, 19 Agustus 2017 - 15:43 WIB

Malunya, Kader Partai Ini Kepergok Keluarga Lagi Selingkuh di Hotel

Fenomena perselingkuhan sepertinya tak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat. Meski terlarang, masih ada saja yang coba-coba melakukannya walaupun harga diri ...
Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:39 WIB

Ratusan Angkot di Kota Bekasi Tak Layak

Sebanyak 755 mobil angkutan umum di Kota Bekasi dinyatakan belum melakukan pengujian kelayakan. Padahal pengujian itu penting untuk keselamatan penumpang ...
PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar
Jawa Barat - Jumat, 18 Agustus 2017 - 23:26 WIB

PDI-P Kota Bekasi Enggan Berkoalisi dengan Golkar

Meski DPD DI-Perjuangan Jawa Barat menyatakan koalisi dengan Partai Golkar di 12 Kabupaten/Kota untuk menghadapi pilkada serentak.Namun langkah itu belum ...
Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September
DKI Jakarta - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:54 WIB

Larangan Sepeda Motor Masuk Sudirman Mulai Berlaku Akhir September

Bagi Anda pengendara sepeda yang kerap melintas Jalan Jenderal Sudirman sepanjang Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Bundaran Senayan harap melalui ...
Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati
Sumatera Utara - Jumat, 18 Agustus 2017 - 13:46 WIB

Malam Resepsi Kenegaraan, Paskibra Labura Dijamu Bupati

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Labuhan Batu Utara dijamu di kediaman Wakil Bupati Labura, Tanjung Sari Aek Kanopan, (17/8).Pasukan tersebut ...