Senin, 19 Februari 2018 | 22.49 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Begini Pentingnya Gerakan Perlindungan Anak Sahuta Menurut Komnas PA

Reporter : Nur Fatimah | Rabu, 19 April 2017 - 13:55 WIB

IMG-5289

Arist Merdeka Sirait dalam aksi solidaritas untuk bocah tanpa anus di Medan. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta atau perlindungan anak dari desa dinilai sudah perlu diterapkan di setiap daerah.

Hal ini karena peristiwa kekerasan, kejahatan seksual bahkan pembunuhan anak-anak bukan hanya terjadi di kota namun juga di desa atau kampung.

Kampung yang warganya berpendidikan rendah dan rawan pengangguran sering kali menjadi lokasi kekerasan dan kejahatan anak.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan tindakan brutal dan sadis sedang marak-maraknya terjadi seperti kasus kejahatan seksual bergerombol (geng rape) terhadap banyak anak di Medan.

Untuk itu perlu gerakan yang melibatkan semua pihak untuk melindungi anak-anak dari kejahatan.

Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta diyakini bisa mengurangi jumlah kekerasan dan kejahatan terhadap anak di Indonesia.

“Melalui aksi masyarakat ini diyakini dapat memulai memutus mata rantai kekerasan terhadap anak,” ucapnya lagi.

Dalam aksi itu, Arist mennyebut perlindungan anak akan melibatkan Karangtaruna, PKK Desa dan Kecamatan, Babinsa, hansip, ketua Rukun Tetangga serta kepala Desa di daerah masing-masing.

Selain itu, peningkatan dan penumbuhan interaksi ekonomi sosial dan spritualitas warga kampung dengan menanamkan nilai keagamaan juga diyakini dapat menjadi salah untuk menekan prilaku brutalisme dan sadisme ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Di Sumut sendiri, Komnas PA telah mengagendakan akan bertemu dengan Kapoldasu dan Gubernur Sumut terlait gerakan ini.

Ini juga setelah terjadinya pembunuhan sekeluarga di Mabar dan Tuntungan yang membuat anak-anak turut kehilangan nyawa.

Demikian juga dengan peristiwa kejahatan seksual bergerombol atau masal yang terjadi di desa Namorambe, Kabupaten Deliserdang, di Siantar Simalungun, Batubara dan Tanjungbalai bebetapa bulan lalu.

Dilaporkan ada beberapa korban anak mati sia-sia dengan cara dicabut paksa hak hidupnya setelah sebelumnya di paksa mengkonsumsi narkoba, dan mengalami kekerasan seksual dan perkosaan sangat sadis.

Arist menegaskan hal ini harus menjadi perhatian pemerintah Sumut dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berpihak pada perlindungan anak.

“Komnas Anak mengagendakan bertemu dengan jajaran Poldasu dan Gubernur Sumut untuk menyusun kejasama strategis dan berkesinambungan melalui program Membangun Gerakan Nasional Perlindungan Anak Sahuta (kampung) diseluruh wilayah Sumatera Utara,” sebut dia.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 21:07 WIB

Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub

Deddy Mizwar sesumbar mampu memenangkan Pilgub Jabar 2018. Calon Gubernur Jawa Barat, yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi, tersebut menargetkan mampu ...
Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan
Sumatera Utara - Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 WIB

Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan

Walikota Medan Dzulmi Eldin mengajak pelaku usaha di Kota Medan agar ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota dengan turut menghias taman ...
Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:08 WIB

Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) akan mengintensifkan kampanye di kota dan kabupaten ...
Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:07 WIB

Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bekasi R. Ruddy Gandakusumah, berkujung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan ...
Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:00 WIB

Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin

Pengendara motor dan mobil di Jalan Cemerlang, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi nyaris tertimpa reklame ambruk, Senin (19/2/2018). Beruntung ...
Kampanye Diminta Kedepankan Visi Misi dan Program
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 17:56 WIB

Kampanye Diminta Kedepankan Visi Misi dan Program

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi telah melaksanakan tahapan deklarasi kampanye damai di lantai satu REVO Town Mall, Jalan Ahmad ...