Sabtu, 24 Juni 2017 | 10.21 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Komisi C Usir DPRD Medan Pengelola Spa karena Alasan Ini

Komisi C Usir DPRD Medan Pengelola Spa karena Alasan Ini

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 18 April 2017 - 18:00 WIB

IMG-5285

Komisi C saat RDP dengan Diamond Spa. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD kota Medan dengan pengusaha tempat hiburan malam berubah mencekam. Sejumlah anggota Komisi C DPRD kota Medan bersuara keras dan mengusir keluar pengelola Diamond Spa, Selasa (18/4).

Pengelola Diamond Spa yang diketahui bernama Bagas Sagala menantang dengan arogan saat berdiskusi dengan Komisi C DPRD kota Medan. Bahkan Bagas berulang kali menyela ucapan sejumlah anggota Komisi C yang sedang berpaparan.

“Bagaimana saya mau membawa surat izin, karena tempat yang saya kelola semua izinnya lengkap. Dan pertanyaan bapak saya harus membawa surat izin seolah-olah saya ini mau di eksekusi saja. Saya pikir datang kemari hanya untuk diskusi saja”, kata Bagas membentak.

Kemudian, Anggota Komisi C DPRD kota Medan, Andi Lumbang Gaol menanyakan tentang besaran pakan yang diberikan Diamond Spa. Namun, belum lagi selesai berbicara, Bagas memotong dan menyebutkan selalu memberikan kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Medan.

“Dispenda tetapkan pajak hiburan sebesar 35 persen. Diamond Spa selalu membayar sekitar Rp5juta perbulan,” ujar Bagas.

Menyaksikan sikap yang tak elok oleh Bagas, Anggota Komisi C DPRD kota Medan, Mulia Asri Rambe (Bayek) naik pitam.

“Daritadi aku perhatikan kau tidak ada sopannya dalam berbicara. Suka-suka hatimu saja ngomong kulihat. Nanti ada waktumu berbicara kalau kau sudah diizinkan berbicara, setelah selesai dewan bertanya”, bentak Bayek.

“Bapak sopan dikitlah bicara, saya mau telpon seseorang,” jawab Bagas.

“Telepon, siapa saja yang bisa kau telepon untuk hadir kemari. Ingat namaku ya, kau ingat. Bayek namaku,” ujar Bayek.

“Kalau begitu aku keluar,” kata Bagas.

“Keluarlah kau sana,” ucap Bayek disaksikan, Anton Panggabean, Andi Lumbangaol, dan Zulkifli Lubis.

Bayek mengesalkan sikap Bagas yang tak tahu etika dan suka menyela. Artinya Bagas dinilai kurang menghormati rapat dengar pendapat (RDP) dengan Diamond Spa.

Di tempat yang sama, Anton Panggabean menyebutkan segera memanggil kembali Diamond Spa, Dispenda Medan dan Dinas Pariwisata terkait izin usaha dan pajak.

“Kita akan mengkonfrontir pengakuan Diamond Spa kepada dinas-dinas terkait izin usaha dan pajak yang dikenakan Dispenda Medan sebesar 35 persen. Karena pajak yang dikenakan tersebut dinilai terlalu tinggi. Soal izin usaha, bila Diamond Spa tidak memiliki izin usaha maka Diamond Spa harus ditutup”, ungkap Anton Panggabean.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...