Rabu, 18 Oktober 2017 | 21.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Komisi C Usir DPRD Medan Pengelola Spa karena Alasan Ini

Komisi C Usir DPRD Medan Pengelola Spa karena Alasan Ini

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 18 April 2017 - 18:00 WIB

IMG-5285

Komisi C saat RDP dengan Diamond Spa. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD kota Medan dengan pengusaha tempat hiburan malam berubah mencekam. Sejumlah anggota Komisi C DPRD kota Medan bersuara keras dan mengusir keluar pengelola Diamond Spa, Selasa (18/4).

Pengelola Diamond Spa yang diketahui bernama Bagas Sagala menantang dengan arogan saat berdiskusi dengan Komisi C DPRD kota Medan. Bahkan Bagas berulang kali menyela ucapan sejumlah anggota Komisi C yang sedang berpaparan.

“Bagaimana saya mau membawa surat izin, karena tempat yang saya kelola semua izinnya lengkap. Dan pertanyaan bapak saya harus membawa surat izin seolah-olah saya ini mau di eksekusi saja. Saya pikir datang kemari hanya untuk diskusi saja”, kata Bagas membentak.

Kemudian, Anggota Komisi C DPRD kota Medan, Andi Lumbang Gaol menanyakan tentang besaran pakan yang diberikan Diamond Spa. Namun, belum lagi selesai berbicara, Bagas memotong dan menyebutkan selalu memberikan kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Medan.

“Dispenda tetapkan pajak hiburan sebesar 35 persen. Diamond Spa selalu membayar sekitar Rp5juta perbulan,” ujar Bagas.

Menyaksikan sikap yang tak elok oleh Bagas, Anggota Komisi C DPRD kota Medan, Mulia Asri Rambe (Bayek) naik pitam.

“Daritadi aku perhatikan kau tidak ada sopannya dalam berbicara. Suka-suka hatimu saja ngomong kulihat. Nanti ada waktumu berbicara kalau kau sudah diizinkan berbicara, setelah selesai dewan bertanya”, bentak Bayek.

“Bapak sopan dikitlah bicara, saya mau telpon seseorang,” jawab Bagas.

“Telepon, siapa saja yang bisa kau telepon untuk hadir kemari. Ingat namaku ya, kau ingat. Bayek namaku,” ujar Bayek.

“Kalau begitu aku keluar,” kata Bagas.

“Keluarlah kau sana,” ucap Bayek disaksikan, Anton Panggabean, Andi Lumbangaol, dan Zulkifli Lubis.

Bayek mengesalkan sikap Bagas yang tak tahu etika dan suka menyela. Artinya Bagas dinilai kurang menghormati rapat dengar pendapat (RDP) dengan Diamond Spa.

Di tempat yang sama, Anton Panggabean menyebutkan segera memanggil kembali Diamond Spa, Dispenda Medan dan Dinas Pariwisata terkait izin usaha dan pajak.

“Kita akan mengkonfrontir pengakuan Diamond Spa kepada dinas-dinas terkait izin usaha dan pajak yang dikenakan Dispenda Medan sebesar 35 persen. Karena pajak yang dikenakan tersebut dinilai terlalu tinggi. Soal izin usaha, bila Diamond Spa tidak memiliki izin usaha maka Diamond Spa harus ditutup”, ungkap Anton Panggabean.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov Tak Larang Transportasi Daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...