Selasa, 12 Desember 2017 | 05.44 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Komisi C Usir DPRD Medan Pengelola Spa karena Alasan Ini

Komisi C Usir DPRD Medan Pengelola Spa karena Alasan Ini

Reporter : Nur Fatimah | Selasa, 18 April 2017 - 18:00 WIB

IMG-5285

Komisi C saat RDP dengan Diamond Spa. (kininews/fatimah)

MEDAN, kini.co.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD kota Medan dengan pengusaha tempat hiburan malam berubah mencekam. Sejumlah anggota Komisi C DPRD kota Medan bersuara keras dan mengusir keluar pengelola Diamond Spa, Selasa (18/4).

Pengelola Diamond Spa yang diketahui bernama Bagas Sagala menantang dengan arogan saat berdiskusi dengan Komisi C DPRD kota Medan. Bahkan Bagas berulang kali menyela ucapan sejumlah anggota Komisi C yang sedang berpaparan.

“Bagaimana saya mau membawa surat izin, karena tempat yang saya kelola semua izinnya lengkap. Dan pertanyaan bapak saya harus membawa surat izin seolah-olah saya ini mau di eksekusi saja. Saya pikir datang kemari hanya untuk diskusi saja”, kata Bagas membentak.

Kemudian, Anggota Komisi C DPRD kota Medan, Andi Lumbang Gaol menanyakan tentang besaran pakan yang diberikan Diamond Spa. Namun, belum lagi selesai berbicara, Bagas memotong dan menyebutkan selalu memberikan kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Medan.

“Dispenda tetapkan pajak hiburan sebesar 35 persen. Diamond Spa selalu membayar sekitar Rp5juta perbulan,” ujar Bagas.

Menyaksikan sikap yang tak elok oleh Bagas, Anggota Komisi C DPRD kota Medan, Mulia Asri Rambe (Bayek) naik pitam.

“Daritadi aku perhatikan kau tidak ada sopannya dalam berbicara. Suka-suka hatimu saja ngomong kulihat. Nanti ada waktumu berbicara kalau kau sudah diizinkan berbicara, setelah selesai dewan bertanya”, bentak Bayek.

“Bapak sopan dikitlah bicara, saya mau telpon seseorang,” jawab Bagas.

“Telepon, siapa saja yang bisa kau telepon untuk hadir kemari. Ingat namaku ya, kau ingat. Bayek namaku,” ujar Bayek.

“Kalau begitu aku keluar,” kata Bagas.

“Keluarlah kau sana,” ucap Bayek disaksikan, Anton Panggabean, Andi Lumbangaol, dan Zulkifli Lubis.

Bayek mengesalkan sikap Bagas yang tak tahu etika dan suka menyela. Artinya Bagas dinilai kurang menghormati rapat dengar pendapat (RDP) dengan Diamond Spa.

Di tempat yang sama, Anton Panggabean menyebutkan segera memanggil kembali Diamond Spa, Dispenda Medan dan Dinas Pariwisata terkait izin usaha dan pajak.

“Kita akan mengkonfrontir pengakuan Diamond Spa kepada dinas-dinas terkait izin usaha dan pajak yang dikenakan Dispenda Medan sebesar 35 persen. Karena pajak yang dikenakan tersebut dinilai terlalu tinggi. Soal izin usaha, bila Diamond Spa tidak memiliki izin usaha maka Diamond Spa harus ditutup”, ungkap Anton Panggabean.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:46 WIB

Tanggapi Survei Bekasi Institute, Ini Tantangan Lucky Hakim untuk Petahana

Hasil survei Lembaga Survei Bekasi Institute menempatkan politisi PAN, Lucky Hakim pada posisi kedua setelah Rahmat Effendi dan diatas politisi ...
Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 21:42 WIB

Survei Bekasi Institute: Petahana Masih Unggul

Ada tiga nama yang bakal dipilih masyarakat Kota Bekasi apabila pemilihan kepala daerah dilakukan sekarang. Ketiga nama itu, yakni Rahmat ...
Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 20:26 WIB

Dongkrak literasi, Pemprov Sumut akan pecahkan tiga rekor Muri

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dias Perpustakaan dan Arsip bekerjasama dengan Forum Masyarakat Literasi akan menggelar pemecahan rekor Museum Rekor ...
Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 19:35 WIB

Pemprov Sumut juga raih penghargaan peduli HAM

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, Tengku Erry menerima penghargaan atas upayanya ...
Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah
Sumatera Utara - Senin, 11 Desember 2017 - 18:39 WIB
Labura

Bupati Labura Ajak Masyarakat Teladani Rasulullah

Bupati Labura Kharuddin Syah mengajak masyarakat untuk meneladani Rasulullah SAW.Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 ...
Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..
Jawa Barat - Senin, 11 Desember 2017 - 17:05 WIB

Pelaku pembunuhan siswi SMA di Bekasi bukan pacar tapi..

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, memastikan jika kasus pembunuhan yang menimpa siswi SMA bernama Mashita Octavian (18) adalah salah salah ...