Minggu, 25 Juni 2017 | 09.02 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Jari 98: Ayo Ambil Sembakonya, Tapi….

Pilkada DKI Putaran 2

Jari 98: Ayo Ambil Sembakonya, Tapi….

Senin, 17 April 2017 - 02:09 WIB

IMG-5255

Paket Sembako yang Dibagikan Timses Ahok-Djarot (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Jaringan aktivis 98 mengaku sangat gembira mendengar maraknya informasi money politic berupa pembagian sembako menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, 19 April 2017 mendatang.

Jejaring mantan aktivis mahasiswa gerakan reformasi 1998 ini menilai rakyat Jakarta telah cerdas secara politik karena telah terlatih sejak era Orde Baru, sehingga menurutnya tak akan bergeser tetap melabuhkan pilihannya.

“Sangat terlihat jelas kepanikan sekelompok elite penguasa menjelang 19 April sehingga tak malu menyuruh bagi-bagi sembako untuk membeli suara rakyat,” ujar juru bicara Jari 98, Ricky Tamba dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (17/4).

Menurutnya, di era digital saat ini tak ada yang bisa ditutupi, sudah seperti rumah kaca dunia.

Sebentar saja tim sukses melakukan politik uang bahkan secara sembunyi-sembunyi, tidak lama informasinya tersebar luas melalui pesan berantai di WhatsApp, Blackberry Messenger dan berbagai aplikasi media sosial lainnya.

“Apalagi di kota besar seperti Jakarta yang melek teknologi,” tambahnya.

Untuk itu ia menyerukan kepada rakyat Jakarta agar berbondong-bondong mengambil sembako yang dibagikan siapapun, karena sebenarnya merupakan hak rakyat yang seharusnya menjadi program pembangunan tapi malah dikorupsi elite dan politisi busuk melalui APBN, APBD hingga dana sosial Corporate Social Responsibilities (CSR).

“Tujuannya, agar memberikan rasa kapok dan efek jera bagi pelaku politik uang tapi tak juga dipilih saat di TPS pada 19 April nanti,” cetusnya.

Disebutkannya, dalam monitoring dan survey tertutup yang dilakukan Jaringan ’98 selama beberapa hari terakhir, Ricky mengaku hanya sedikit pemilih yang masih ragu belum mempunyai pilihan dan tidak akan berpengaruh banyak terhadap hasil Pilgub Jakarta putaran kedua.

Karena diprediksi pasangan Anies-Sandi akan menang melebihi ambang batas selisih suara di Undang-undang untuk dapat dimohonkan gugatan PHPU ke Mahkamah Konstitusi.

“Kami gembira banyak sembako turun saat rakyat makin susah hidupnya. Haqul yakin mayoritas rakyat Jakarta telah mempunyai pilihan di hatinya masing-masing. Tindakan ambil sembako tapi tetap memilih Anies-Sandi akan terbukti Rabu besok, sebagai bentuk hukuman rakyat terhadap faksi elite yang abai saat berkuasa dengan menggusur dan menghina rakyat serta lebih berpihak pada neolikum neoliberalisme penjajah bangsa,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik
Sumatera Utara - Kamis, 22 Juni 2017 - 14:53 WIB

Pesan Kapolrestabes Medan untuk Pemudik

Bagi yang mau berangkat mudik ke kampung halaman. Ada baiknya mengikuti saran alias tips untuk para pemudik dari Kapolrestabes Medan, ...
Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 21:21 WIB

Gubsu dan Kapolda Cek Kesiapan Mudik

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut, Inspektur Jendral Rycko Amelza Dahniel melakukan pengecekan sejumlah sejumlah kesiapan transportasi ...
Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 19:33 WIB

Politisi Gerindra : Saya Harap Media Tuliskan Ini

Anggota DPRD kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung mengaku mendapatkan pesan singkat dari masyarakat tentang tak merata pembagian bantuan dari ...
Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan   
Sumatera Utara - Rabu, 21 Juni 2017 - 13:59 WIB

Selamatkan Hutan, 11 Perusahaan Tambang di Sumut jadi Sorotan  

Kegiatan pertambangan ilegal seringkali menjadi biang kerok kerusakan hutan dan lingkungan.Sayangnya bukan cuma yang ilegal, perusahaan dengan izin yang masih ...
Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
DI Yogyakarta - Rabu, 21 Juni 2017 - 01:34 WIB

Sultan Yogya Larang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X melarang seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY menggunakan mobil dinas untuk ...
Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga
Sumatera Utara - Selasa, 20 Juni 2017 - 15:48 WIB

Mau Kabur, Mobil Napi Nabrak Rumah Warga

Selasa (20/6) pagi, Jalan Lembaga Pemasyarakat, Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia ramai. Sebuah mobil berwarna hitam menghantam sebuah rumah di ...