Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.58 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>4 Saksi Sebut Ramadhan Tak Ada Saat Penyerahan Uang

4 Saksi Sebut Ramadhan Tak Ada Saat Penyerahan Uang

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 14 April 2017 - 22:43 WIB

IMG-5231

Sidang lanjutan kasus penipuan uang dengan terdakwa Ramdhan Pohan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Empat saksi dalam sidang lanjutan dugaan penggelapan yang oleh terdakwa Ramadhan Pohan kompak mengaku bahwa terdakwa tak berada di tempat saat uang pinjaman diserahkan.

Padahal saksi sebelumnya menyebut Ramadhan berada di posko dan menerima uang tersebut.

Adapun saksi yang hadir dalam sidang yang digelar Kamis (13/4) itu adalah Yan Harahap, Husin Lubis, Lilik Ismadi dan Iman Fadly.

“Saya tahu persis tak ada Ramadhan Pohan di Posko. Saya ditelepon, katanya Ramadhan di Rumah Pasbel. Saya pun ke sana, dan memang ada RP di sana,” kata Yan dalam kesaksiannya.

Yan mengaku sempat bertemu dan memediasi pembicaraan Ramadhan dan Linda, di Jakarta, 11 Februari 2016. Linda yang dulu mengaku donatur dan ikhlas membantu, ternyata ingin uangnya dikembalikan.

Bahkan, lanjutnya, Linda pada saat itu mengakui memang tidak ada perjanjian tertulis atau utang-piutang antara Linda dan Ramadhan.

“Linda hanya ingin ada kontribusi uang dari RP. Awalnya Linda mengatakan ikhlas membantu RP saat Pilkada,” ujar Yan.
Saksi lainnya, Lilik Ismadi dan Iman Fadly juga mempunya kesaksian yang sejalan.

Iman mengaku membawa RP dari Posko sekira jam 06.30, menuju Lapangan Zipur. Di sana RP diminta serahkan cendera-mata bola dan kaos team ke komunitas bola.

“Saya penyelenggaranya dan membiayai acaranya. Tak ada uang dari timses atau siapapun,” tegas Lilik.
Sedangkan Husin Lubis memastikan tidak ada kegiatan atau sosialisasi besar maupun sederhana digelar Tim Pemenangan REDI.

“Relawan semua. Tak ada dana dari timses, apalagi dari Linda. Tapi Linda sering nyuruh orang foto-foto kegiatan kami dan kegiatan relawan lain, ” ungkap Husin kepada Majelis Hakim dan JPU.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...