Kamis, 22 Februari 2018 | 01.55 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>4 Saksi Sebut Ramadhan Tak Ada Saat Penyerahan Uang

4 Saksi Sebut Ramadhan Tak Ada Saat Penyerahan Uang

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 14 April 2017 - 22:43 WIB

IMG-5231

Sidang lanjutan kasus penipuan uang dengan terdakwa Ramdhan Pohan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Empat saksi dalam sidang lanjutan dugaan penggelapan yang oleh terdakwa Ramadhan Pohan kompak mengaku bahwa terdakwa tak berada di tempat saat uang pinjaman diserahkan.

Padahal saksi sebelumnya menyebut Ramadhan berada di posko dan menerima uang tersebut.

Adapun saksi yang hadir dalam sidang yang digelar Kamis (13/4) itu adalah Yan Harahap, Husin Lubis, Lilik Ismadi dan Iman Fadly.

“Saya tahu persis tak ada Ramadhan Pohan di Posko. Saya ditelepon, katanya Ramadhan di Rumah Pasbel. Saya pun ke sana, dan memang ada RP di sana,” kata Yan dalam kesaksiannya.

Yan mengaku sempat bertemu dan memediasi pembicaraan Ramadhan dan Linda, di Jakarta, 11 Februari 2016. Linda yang dulu mengaku donatur dan ikhlas membantu, ternyata ingin uangnya dikembalikan.

Bahkan, lanjutnya, Linda pada saat itu mengakui memang tidak ada perjanjian tertulis atau utang-piutang antara Linda dan Ramadhan.

“Linda hanya ingin ada kontribusi uang dari RP. Awalnya Linda mengatakan ikhlas membantu RP saat Pilkada,” ujar Yan.
Saksi lainnya, Lilik Ismadi dan Iman Fadly juga mempunya kesaksian yang sejalan.

Iman mengaku membawa RP dari Posko sekira jam 06.30, menuju Lapangan Zipur. Di sana RP diminta serahkan cendera-mata bola dan kaos team ke komunitas bola.

“Saya penyelenggaranya dan membiayai acaranya. Tak ada uang dari timses atau siapapun,” tegas Lilik.
Sedangkan Husin Lubis memastikan tidak ada kegiatan atau sosialisasi besar maupun sederhana digelar Tim Pemenangan REDI.

“Relawan semua. Tak ada dana dari timses, apalagi dari Linda. Tapi Linda sering nyuruh orang foto-foto kegiatan kami dan kegiatan relawan lain, ” ungkap Husin kepada Majelis Hakim dan JPU.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...