Rabu, 18 Oktober 2017 | 19.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kepedulian yang Tak Kenal Waktu dan Tempat

Kepedulian yang Tak Kenal Waktu dan Tempat

Kamis, 13 April 2017 - 11:02 WIB

IMG-5211

Kharuddin Syah. (kininews/ist)

LABURA, kini.co.id – Sensitifitas seorang pemimpin sangat diperlukan dalam mengelola kebijakan pemerintahan daerah, termasuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat miskin dan dhuafa tentu menjadi perioritas tugas yang diemban.

Hal itulah yang ditunjukkan oleh Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Kharuddin Syah,SE yang akrab disapa Bang Buyung dalam perjalannya meninjau persiapan MTQ di Kualuh Hilir, Labura, Rabu (12/4) Kemarin siang.

Bang Buyung tiba-tiba menyuruh supir pribadinya memberhentikan mobil yang ditumpanginya, karena melihat seorang laki-laki tua renta (73 tahun) di pinggir jalan menggunakan tongkat. Rombongan Bupati pun heran melihat sikap orang nomor satu di Labura itu.

“Pak Bupati secara mendadak berhenti, kami mengira mobil mogok atau ada yang darurat, beliau turun menyapa warga, lalu memberikan bantuan,” kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Labura, Hendry Sitorus, yang ikut dalam rombongan tersebut.

Hendry mengatakan, bupati Labura punya jiwa sosial yang tinggi dan empati bagi masyarakat yang tak mampu. Kejadian itu, lanjutnya, sering dilakukan Buyung di tempat yang berbeda.

“Salut buat Bapak Bupati Labura,” tutup Hendry, yang mengaku beberapa kali ikut dalam rombongan Buyung melaksanakan kunjungan kerja di Labura.

Sikap kepedulian sang pemimpin ini tidak cuma hanya di Labura di lakukannya, bahkan dimana pun beliau berkunjung. Mungkin masyarakat Sumatera Utara sudah tidak asing dengan sapaan Bang Buyung yang dermawan dan peduli.

Jiwa sosial yang sangat tinggi di junjungnya, beliau selalu menyempatkan berhenti dan menghampiri para pedagang pinggiran, disaat perjalanan beliau menuju Kota Medan dan ke kota lainnya.

“Kepedulian Pak Bupati memang sangat tinggi, bahkan dimana pun beliau berada”, ungkap Agus Ajudan Pribadi Kharuddin Syah.Kepedulian yang Tak Kenal Waktu dan Tempat

Sensitifitas seorang pemimpin sangat diperlukan dalam mengelola kebijakan pemerintahan daerah, termasuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat miskin dan dhuafa tentu menjadi perioritas tugas yang diemban.

Hal itulah yang ditunjukkan oleh Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Kharuddin Syah,SE yang akrab disapa Bang Buyung dalam perjalannya meninjau persiapan MTQ di Kualuh Hilir, Labura, Rabu (12/4) Kemarin siang.

Bang Buyung tiba-tiba menyuruh supir pribadinya memberhentikan mobil yang ditumpanginya, karena melihat seorang laki-laki tua renta (73 tahun) di pinggir jalan menggunakan tongkat. Rombongan Bupati pun heran melihat sikap orang nomor satu di Labura itu.

“Pak Bupati secara mendadak berhenti, kami mengira mobil mogok atau ada yang darurat, beliau turun menyapa warga, lalu memberikan bantuan,” kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Labura, Hendry Sitorus, yang ikut dalam rombongan tersebut.

Hendry mengatakan, bupati Labura punya jiwa sosial yang tinggi dan empati bagi masyarakat yang tak mampu. Kejadian itu, lanjutnya, sering dilakukan Buyung di tempat yang berbeda.

“Salut buat Bapak Bupati Labura,” tutup Hendry, yang mengaku beberapa kali ikut dalam rombongan Buyung melaksanakan kunjungan kerja di Labura.

Sikap kepedulian sang pemimpin ini tidak cuma hanya di Labura di lakukannya, bahkan dimana pun beliau berkunjung. Mungkin masyarakat Sumatera Utara sudah tidak asing dengan sapaan Bang Buyung yang dermawan dan peduli.

Jiwa sosial yang sangat tinggi di junjungnya, beliau selalu menyempatkan berhenti dan menghampiri para pedagang pinggiran, disaat perjalanan beliau menuju Kota Medan dan ke kota lainnya.

“Kepedulian Pak Bupati memang sangat tinggi, bahkan dimana pun beliau berada”, ungkap Agus Ajudan Pribadi Kharuddin Syah.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:26 WIB

Hamdalah, 6.429 KK Warga Bekasi Terima Uang Bau

Sebanyak 6.429 Kartu Keluarga di Kelurahan Cikiwul menerima dana kompensasi atau 'uang bau' dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk triwulan ...
Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:21 WIB

Pak Kapolri, Warga Bekasi Minta Pembangunan Polsek di Wilayah Ini

Warga Bekasi Timur meminta agar Kepolisian Republik Indonesia membangun kantor Kepolisian Sektor Bekasi Timur. Soalnya, warga setempat merasa disulitkan untuk ...
Aher: Pemprov tak larang transportasi daring
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 16:55 WIB

Aher: Pemprov tak larang transportasi daring

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak pernah melarang transportasi berbasis aplikasi online (daring) untuk ...
Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 14:16 WIB

Jenderal ‘Naga Bonar’ tak bisa penuhi undangan PDIP

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan tidak bisa memenuhi undangan dari PDI Perjuangan yang akan mengundang sembilan tokoh potensial sebagai ...
Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 12:46 WIB

Kota Bekasi Minta Dijadikan Skala Prioritas DKI

Pemerintah Kota Bekasi meminta pada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno agar memandang ...
Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah
Jawa Barat - Rabu, 18 Oktober 2017 - 10:00 WIB

Anies-Sandi Jadi Gubernur, Walikota Bekasi Minta Kenaikan Dana Hibah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Kota Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, ia meminta ...